I just really miss him…

image

Advertisements

365 hari aksara

Nggak terasa, hari ini si #hurufkecil genap 1 tahun.

Huwowww 365 hari yang dihabiskan bersama anak bocah sungguh warna-warni. Terkadang merahjambu, bisa mengharu biru, ada juga hari-hari suram seru menegangkan. Sebagaimana sudah pernah disebutkan berkali-kali, ternyata justru dari bayi ini gw banyak belajar soal hidup *cih berat amat*

Berdamai dengan diri sendiri, dengan ekspektasi, dengan idealisme, dengan keterbatasan. Berdamai dengan lingkungan sekitar, mengalah untuk menang, dan ada kalanya memang harus menelan harga diri bulat-bulat.

Aneka drama ASIX, drama alergi, drama berat badan bayi, drama work life balance, drama berantem pola asuh, endebray endebray endebray. Semuanya terhapus cuma dengan pandang-pandang muka anak gadis lagi tidur nyenyak, atau ndusel di ketek asemnya.

Nak, semoga peluk ini tidak akan pernah terlalu sesak untukmu, semoga tangan ini tidak akan pernah terlalu lelah menuntunmu. 365 lembar sudah tertulis, masih banyak lagi di depan sana… I love you more than I can understand. Mama cuma bisa bilang terima kasih, and I really hope I won’t mess you up.

 

littlemissbirthday

Selamat Ulang Tahun, Suami!

20130604-093127.jpg
Illustrated Card by Tulisan
Candles from Tous Les Jours

Hari ini suami ulang tahun, (nyaris) bertepatan dengan awal karier di kantor baru yang lebih sesuai minat dan passion nya. Bisa dibilang hadiah ulang tahun yang tepat dari semesta ūüôā

Semoga setiap langkahnya semakin mantap dan selalu diberkahi, semakin bijak, semakin sabar, semakin kuat menjadi pemimpin dan pelindung keluarga. Semoga rejekinya dilancarkan, semakin siap menjadi (calon) ayah, semakin dekat ke cita-cita membangun usaha sendiri, semakin berguna dan membawa kebahagiaan untuk orang-orang disekitarnya.

Ini perdana ulang tahun sebagai suami istri lho. Hahaha… tahun sebelumnya cuma kadoin sketsa karikatur berhubung statusnya masih tunangan. Tahun sebelumnya lagi cuma ngucapin lewat telepon karena masih temenan. Tahun sebelumnya lagi ngucapin lewat telpon tapi keroyokan rame-rame sama temen-temen kosan karena belum kenal-kenal amat. Tahun sebelumnya lagi, sama sekali nggak ngucapin hahaha karena cuma kenal selewat lalu.

Tradisi di rumah ngucapin ulangtahun itu jam 12 malam, bangunin yang ulang tahun terus suruh tiup lilin atau kasih kartu. Nyaris nggak tega bangunin karena body doi lagi kurang delicious kecapekan main futsal *dasar uzur hahaha* tapi akhirnya dibangunin juga berbekal cupcake beli di kantor, lilin, sama kado yang bungkusnya buru-buru.

Deg-degan takut kadonya salah, karena memutuskan beli kado itu cuma waktu suami cerita selewat lalu tentang jam tangan yang lagi ditaksir. Takut salah model, salah tipe, salah warna hahaha. Belinya pun pake perjuangan banget karena distributor di Indonesia nggak jual warna yang dimauin. Distributor di Singapore harganya lebih mahal dari Indonesia (loh kok bisa?) jadi batal nitip sepupu yang di sana. Mumpung ada temen lagi jalan-jalan ke Eropa, browsing browsing ternyata di terminal Dubai ada toko nya. Nelpon ke Dubai nggak diangkat *ya beda zona waktu kaliiii*, jadi cuma titip bilang “pokoknya tokonya ada di terminal 1 sama terminal 3. kalo ada warnanya dan harganya lebih murah dari singapore, titip yaaah” dan alhamdulillah ada. Fyuuuh *lap keringet*

Barang udah ditangan semingguan sebelum ulang tahun suami, terus dia mendadak sering mampir toko jam, katanya pengen beli jam. Idiiiih kan jadi deg-degan lagi, seribu juta alasan gw keluarin supaya dia nggak beli jam sama sekali. Bwahahaha….

All worth it to see the smile on his face, although I know he would be smiling even though I just gave him a simple happy birthday. *kecupbasah*

Bali, baby! – Foreword

20130514-094027.jpg

A little teaser from the trip ūüėČ

Jalan-jalan kali ini dalam rangka merayakan dua peristiwa sekaligus, yaitu :

  1. Long weekend
  2. Masa subur

Bwakakakakaka… bagus nih jadwalnya pas, ya kan ya kan? Sejujurnya sih karena berasa garing aja dengan rutinitas sehari-hari, dan acara jalan-jalan sebelumnya selalu gagal mencapai tujuan leye-leye. Sayup-sayup ada yang nanya : liburan yang mana Ndied? Hehe iya belum sempat diposting itu liburannya. Cerita liburan yang barusan aja dulu ya mumpung masih hangat-hangat suegerrr.¬†Selain itu, tujuannya balas dendam juga sama Bali berhubung bulan madu kita dulu kurang sakseus.

Preparation

Paling pertama pastinya : minta cuti. Baru abistu afdol browsing tiket.

Belajar dari pengalaman masa lalu, maka liburan kali ini dipersiapkan dengan matang. Mengingat masih banyak hal di Bali yang belum dilihat, jadi sebelum booking hotel hal pertama yang harus dilakukan adalah: browsing. 

Berikut referensi saya untuk menentukan itinerary selama di Bali :

Itinerary

Beberapa kawasan yang kami bidik dari awal adalah Ubud, Seminyak dan Uluwatu. Total rencana 5 hari 4 malam. Akhirnya setelah semedi siang malam diputuskan jadwalnya akan jadi 1 malam di Ubud, 1 malam di Seminyak, sisanya dihabiskan di Uluwatu.

Transportation

Awalnya kami berencana mau hemat. Tapi dipikir-pikir antara masing-masing lokasi tujuan kan berjauhan ya, mana mungkin modal jalan kaki? Taksi pasti mahal. Mau sewa motor tapi kami lagi agak menghindari karena katanya bisa berdampak pada produksi *padahal sih tuan putri aja takut masup angin*

Alhasil tetep sewa mobil deh. Berbekal kemampuan spasial suami yang spektakuler, karena dia dua kali lewat jalan tertentu langsung inget selamanya. Keren! Dan tentunya saya sebagai navigator alias tukang baca peta lewat aplikasi di iPad.

Stay tuned for the trip summary!

Love. Laugh. Life.

Judul posting kali ini dipinjam dari judul blog temanku yang super manis. Tulisan yang sama juga terpatri di bagian dalam cincin pernikahan kami, dengan harapan setiap harinya kami dapat selalu berbagi cinta, tawa dan hidup. Amin!

Hari ini tepat seminggu memulai hidup baru. Jadi istri. Punya suami. Separuh dari sebuah kesatuan,  meskipun semoga tetap bisa berdiri sendiri. Pastinya masih jetlag karena selepas resepsi kami langsung berangkat bulan madu.

Ternyata semakin mendekati hari H dan setelahnya, cuma rasa syukur dan haru yang terus menerus terasa. Alhamdulillah, kami diberkahi begitu banyak cinta dari keluarga dan sahabat, bahkan keluarga para sahabat dan sahabat keluarga. Rasanya seperti punya satu keluarga yang super besar dan hangat.

Terima kasih untuk Muty yang nggak putus hadir & support moral selama 3 hari acara… Termasuk live update di Path dengan jepretannya yang mumpuni banget ngambil berbagai momen penting, meskipun pemirsanya pun cuma Smita ya nampaknya hahaha… Love you girls!

Siraman – photos courtesy of Muty
Akad Nikah – photos courtesy of Muty

Terima kasih untuk team suksesku : Mas Adhi, Indhira & Ibu, yang jungkir balik menyukseskan acara dari persiapan sampai dengan hari H.

Tim Sukses (minus Ibu)

And finally, terima kasih yang tak terputus untuk Papa dan Mama, yang berkolaborasi dengan dearest brother & cousin(s) untuk hadiah kejutan yang sukses bikin pengantin nangis di pelaminan

Banyak sekali cerita yang ingin saya bagi, tapi mungkin perlahan-lahan karena masih menyesuaikan diri, belajar membagi waktu antara diri sendiri dengan si “tamagotchi” – pinjem istilah Smita.

Insyaallah, rumah tangga kami pun akan selalu diliputi cinta dari keluarga besar ini, dan kami mampu membangun keluarga yang sama hangatnya dan penuh cinta, sakinah, mawadah, warohmah. Amin :’)

20130401-164121.jpg