Manna Jewels

Alkisah, gw ini lumayan sering menang sayembara. ((SAYEMBARA))

Terkadang dapet barang yang memang bagusss banget dan bahkan gw pun nggak berani ngidam untuk beli. Hamdallah ya kan. Tapi namapun hoki-hokian, terkadang juga suka dapet barang yang nggak penting atau nggak terlalu perlu. Mulai dari dapet freepass gathering Fashion Festival (padahal gw mah nggak modis juga, nyampe sana malah bengong ga tau mau ngapain), electronic facial steamer (bagus sih, tapi gw suka keburu males nyolokin), voucher jeans Levi’s (satu-satunya Levi’s gw yang …sekarang udah nggak muat), sampai yang terbaru adalah — kalung emas. Widiiiih, bagaikan kuis tempo dulu nggak sih hadiahnya kalung emas? Sebenernya karena yang bikin giveaway ini memang dagang emas sih ahahaha, masa iya hadiahnya kompor?

Lupa dari mana pertama kali lihat account instagram Manna Jewel ini, tapi gw tertarik banget karena produknya adalah perhiasan yang custom & personalized. Dari dulu, gw bercita-cita akan membuatkan perhiasan untuk masing-masing anak perempuan gw. Harapannya sih biar bisa jadi family heirloom yang kemudian diturunkan sampai generasi-generasi berikutnya. Akhirnya punya hobby baru yaitu buka-buka instagramnya Manna Jewel ini hampir setiap hari hahahaha…. judulnya kasih tak sampai ini sih :p

Suatu hari ada giveaway dari Manna Jewel, cuma dengan berbekal foto seseorang yang ingin kita kasih perhiasan. Akhirnya iseng lah posting foto sungkeman ke Mama waktu siraman sebelum nikah, berhubung entah sudah berapa banyak perhiasan Mama yang digadaikan untuk menyambung hidup keluarga.

Ndilalah menang lhooooo, dapet kalung emas dengan liontin berbentuk bintang. Simple tapi manis, dan yang penting lengkap dengan sertifikat keasliannya. Ketika kalungnya datang, gw cukup terkesan sama craftsmanship Manna Jewels ini. Selain cincin kawin, praktis gw nggak punya perhiasan sebenernya. Tapi, dibanding cincin kawin gw aja, masih lebih rapi kalung buatan Manna Jewels, padahal statusnya kan “cuma” gratisan.

View this post on Instagram

Thank you @mannajewel !!! It's so gorgeous 😍

A post shared by Anditry Carmina (@instandied) on

Mulai deh gw jadi banyak maunya, mau bikin cincin dengan tanggal pernikahan — karena eh karena, di cincin nikah gw dulu lupa digrafir tanggal nikahnya hhhh…. cincinnya udah keburu penuh jargon manis yang juga judul blog salah satu temenku yang paling manis.

And I was not disappointed with the result : bagussss banget! Kalau dilihat designnya, sekilas mirip seri Atlas-nya Tiffany & Co. Tapi kalau seri Atlas kan romawinya hanya menggambarkan angka 3, 6, 9 dan 12, sedangkan ini bisa kita custom sendiri. Mbak Mariska (ownernya Manna Jewels) juga sangat akomodatif untuk resize cincin ini akibat gw salah ngukur lingkar jari.

Target berikutnya, mau bikin untuk hadiah ulangtahun Aksara, tapi yang akan diberikan nanti kalau dia sudah 17 tahun. Sayangnya belum kebayang bentuknya seperti apa nih. Mari berdoa supaya cepat dapat inspirasi … dan tentunya cepat dapat budget hahaha.

Advertisements

#Trip : Dream Divers at Gili Trawangan

Perjalanan kami ke Gili adalah salah satu liburan terbaik yang pernah saya rasakan. Meskipun perginya sudah lebih dari setahun lalu *disambit kalender* tapi saya selalu tersenyum lagi kalau ingat waktu itu. It was a piece of heaven!

Salah satu highlight perjalanan kami waktu itu adalah saya akhirnya menjajal diving. Saya memang sangat suka laut, tapi terus terang kurang pede berenang di laut. Pasalnya, bodi akika yang enteng (dulu lho) bikin gampang banget keseret-seret arus, sehingga saya merasa nggak berdaya kalau udah nyemplung di tengah laut. Tapi yang namanya doyan pemandangan bawah laut, rasanya rugi dooong masa udah nyampe Gili nggak nyelem?

Kalau mau cari divemaster di Gili, sumpah gampang banget! Susurin aja itu satu pulau, mulai dari yang paling kecil sampai yang paling besar juga ada. Waktu itu kami menentukan pilihan ke Dream Divers dengan alasan mmm deket aja sih hahaha. Itu salah satu yang pertama kita lewatin, dekat hotel tempat kita menginap, dan tempatnya terlihat terpercaya ajah. Nggak pakai lama, kami langsung mendaftar untuk menyelam keesokan harinya.

Berhubung rombongan kami isinya newbie, jadi kita diarahkan untuk memilih paket Discover Scuba Diving. Paket ini memakan waktu sehari penuh dengan pembagian :

  • Nonton video training pengenalan diving – pake post-test segala lho
  • Latihan menyelam dengan full gear di kolam. Di tahap ini saya mulai agak ketar-ketir karena ternyata sungguh tidak semudah yang dibayangkan hahaha.
  • Diving beneran di laut
prep
Siap-siap nyebur

Untuk newbie yang masih cupu kayak kami ini, dilarang bawa kamera sambil menyelam. Ya iyalah, napas aja masih susah mana sempet mau moto-moto sana sini? Untungnya Dream Divers menawarkan paket tambahan untuk mendokumentasikan penyelaman kami. Maka foto-foto di posting ini semuanya dijepret oleh awak Dream Divers ya. Enjoy!

4
Lionfish
2
clownfish nya malu-maluuu
3
ikan buntal!

1

d

e

Ngerti kan kenapa saya bilang ini salah satu liburan yang paling berkesan? Airnya sangat biru dan jernih, puas banget lihat pemandangan bawah laut ini.Tapi hati-hati ya sodara sodari, foto-foto di atas bisa dibilang separuh pencitraan. Di sisi lain kamera, sebenarnya ada empat manusia yang lagi gelagapan naik turun mencoba menjaga buoyancy, boro-boro dah sempet lihat ada ikan apa aja di bawah laut. Adegan mesra gandeng-gandengan di bawah laut? TIPU! Padahal sih sebenernya gandeng karena deg-degan setengah mati, sambil berusaha menenangkan satu sama lain. Susah ya ternyata diving, hahaha!

Ditambah lagi, ternyata cuaca memburuk dan ombak mulai mengganas, sehingga akhirnya kami setengah mati saat harus kembali ke kapal : mulai dari terhempas ombak sampai kelelep lagi (padahal regulator udah dicopot karena sempat naik ke permukaan), gagal melulu pula menggapai tangga kapal karena kapalnya terhuyung-huyung ombak, sampai ada salah satu rombongan yang naik ke kapalnya dicicil : tabung oksigen dulu diangkut, orangnya belakangan. Kapok? Nggak sih.

a
pas baru nyemplung. pada PANIK KABEH IKI. Kenceng bener pegangan sama talinya!
up
Harap-harap cemas mau naik ke kapal

 Kayaknya sih, untuk bisa benar-benar menikmati pengalaman menyelam di bawah laut, saya harus bisa mengalahkan diri sendiri dulu. Menyuruh diam suara-suara dalam hati yang kadang suka berisik bikin panic. Takut terbawa arus, takut lupa cara bernapas, takut mendadak panik, dan takut-takut yang lain. Toh, ada divemaster yang pasti menemani selama penyelaman. Toh, penyelaman tidak dalam. Toh, saya baik-baik saja waktu snorkeling. Saya baru mulai menikmati penyelaman ini sekitar 15 menit terakhir, mungkin karena -seperti teman saya bilang- the ocean makes you feel at home. Saya merasa “dipeluk” dan pada akhirnya, ditenangkan. Semoga suatu hari saya bisa mengulang pengalaman ini ya. AMIN!

b
Someday akan berfoto dengan senyum yang lebih ridho 🙂 Doakan!

Untuk penyemangat, mari saksikan video teman saya yang diving di Honduras!