Wedding Wishlist

Di dunia jaringan yang luas (maksudnya world wide web) bertebaran teramat banyak inspirasi pernikahan. Di negeri sendiri tampaknya belum sah jadi penganten rempong kalau belum pernah buka weddingku. Saya sendiri lebih suka buka thread Wedding Bells di femaledaily, karena sepertinya lebih organized dan nggak seramai di weddingku. There is such a thing as information overload, dan saya sendiri bukan tipe yang cukup rajin buka satu-satu thread, apalagi yang isinya disorganized. Ngeri malah bikin pusing, banyak maunya dan nggak fokus.

Saya sendiri, dari duluuuuuuu sebelum tahu akan menikah, sudah sangat sering main dan mampir-mampir ke Offbeat Bride. I don’t really like elaborate ceremonies, so the featured weddings really “spoke” to me.

Pada akhirnya saya merutuk pada diri sendiri  karena semua hal yang saya tapsiiiir KENAPA SIH SUSAH BENER CARINYA DI INDONESIA?!?!

sudah ditapsir sejak 3 tahun lalu….

Cincin kawin di atas ituh, terbuat dari perak dan digrafir bentuk sidik jari kita dan pasangan. Di negara asalnya cincin ini sih masih dibilang terjangkau harganya. Sayangnya setelah cari info kesana kemari, ternyata di Indonesia belum ada pengrajin yang bisa bikin semacam ini deh. Kalau mau nekat pesan di tempatnya langsung, harga cincinnya sepasang aja di sini bisa udah dapet cincin emas sepasang pake berlian. Belum lagi ongkos kirim, dan bagaimanapun ngeri juga ya benda berharga semacam itu dikirim-kirim lewat pos. Gimana kalau nyelip, jangan-jangan mendadak di Laos sana ada orang lagi pakai cincin kawin motif sidik jari gue dan (calon) laki yang salah terkirim.

Saya sempat mutung-mutung sendiri karena nggak nemu di Jakarta yang bisa bikin semacam itu. Penasaran aja sih, masa iya satupun pembuat cincin di sini nggak ada yang bisa adaptasi teknologinya toh? Sampai akhirnya si abang nan bijak dan baik hati berkata “Ya udah kita bikin yang biasa dulu ya, nanti someday untuk anniversary kita bikin yang seperti itu.”

Masnya…

aku…

CINTA!

*kecup juga nih

Dear Brent & Jess, please do open up a South East Asia branch. I’m sure a lot of Indonesian brides would love to purchase those rings without having to cry over logistic costs.

Another eye candy is the brilliant invitations from Bella Figura … I especially love this design since it closely resembles Indonesian songket motives.

ih langsung terbayang songket kan? cantiks!

Sejak awal, meskipun resepsi diputuskan akan menggunakan nuansa Padang, tapi saya rencananya memang nggak mau full Padang tradisional. Maunya sih modern aja, with clean crisp simple lines, dengan sedikit aksen Minang di sana dan sini. Namun sulit yaaa mak kalau budget terbatas tapi segala-galanya mau di custom… ihiks.

Ditambah lagi, undangan di atas sepertinya kelihatan super manis karena letterpress, ada kesan timbul nya sehingga memang secara tekstur menyerupai songket beneran. Nah dengan budget terbatas nggak mungkin dong ya saya bikin undangan letterpress, tapi saya ragu kalau flat aja efeknya akan sama dengan contoh di atas.

Oh well, we’ll see… Semoga semesta mendukung dan mendadak terbuka jalan menuju wedding impian. AMIIIN.

Advertisements

Nesting

Belum pula kelar segala kerempongan pernikahan, si Mamak sekarang memburu-buru anak perempuan semata wayanganya untuk mulai ….
menghias…
kamar..
penganten.

JDANG.

Sebagaimana berkali-kali sudah terjadi dalam Andied’s Universe, selalu terjadi pertempuran kolosal antara budget vs selera.

Ngok.

Setelah banyak banyak banyak berdiskusi dengan si sepupu yang arsitek, maka akhirnya si kamar ini akan dibuat full warna putih. Mulai dari tembok, jendela, pintu, sampai furniture.

Pertimbangannya :

  1. Ukuran super mini dan minim natural lighting
  2. Kamar pengantin bersifat sementara (insyaallah) dengan harapan dalam waktu maksimal 6 bulan penghuninya akan capcus ke sarang cinta yang lebih permanen
  3. Sesudah pengantennya pindah, peruntukan kamar ini belum jelas mau dijadiin apa, jadi supaya bisa mengakomodasi seandainya ada perubahan dekor, lebih baik dibuat senetral mungkin

Demikianlah pada akhirnya saya sibuk bernyanyi-nyanyi

Katakan padakuuuu hai tukang kayuuuu, bagaimana caranya memesan furniture padamu??

Yang urgent-urgent dibikin sih kayaknya headboard tempat tidur, media cabinet dan meja rias. Harapannya bisa sebagaimana yang aku tapsirun di sini :

Ciamik apalagi jika dilapis warna putih

Tapi dipikir-pikir lagi, dengan kecenderungan gw yang sangat accident prone, bisa-bisa jadi belakang kepala gw banyak codet-codet motif ukiran gituh. Alhasil pada kenyataannya nanti mungkin harus cukup puas dengan yang modelnya semacam ini ajah

Supaya gak kejedug marilah kita lapisi busa dan kain

Sebagaimana perempuan pada umumnya yang mencintai hal-hal cantik maka aku pun menaksir yang semacam ini

CANTEK sodara sodariiih

Cantik? Itu pasti. Feasible, belum tentyuh. Wong kamar cuma sa’uprit kok ya mau diisi beginian ditaro sebelah mana cobaaaa.

Sebenernya lumayan terlihat kan kontrasnya perbedaan antara versi dambaan hati dengan versi “kompromi”nya? Hiks memang bagaimanapun money talks ternyata.

Akhirnya sisi pragmatis otak saya memutuskan untuk nyicil-nyicil bikin/beli/refurbish furniture yang sifatnya modular dan simple, supaya lebih mudah di mix & match dan digeser-geser maupun diangkut-angkut ke rumah baru nantinya. Pun  si furniture sebaiknya agak multi fungsi, misalnya meja rias yang bisa sekaligus jadi meja kerja, kalo perlu merangkap meja makan sama meja setrikaan. Meja catur sekalian. *kok emosi mbaknya?

Yah okelah nggak perlu seekstrim itu, tapi semoga bisa mendekati inspirasi di bawah ini :

Meja nan (insyaallah) serbaguna, soalnya bisa dibuka tutup tu atasnya
See? Instead of lemari 2 pintu, bikin aja 2 buah lemari 1 pintu
Rak buku super kece yang bisa digeser untuk menambah storage space

Nah secara paralel marilah kita sibuk cari pernak pernik. Untuk hal ini baru deh warna-warni beraksi, biar ruangan nggak putih semua semacam rumah sakit jiwa.

*brb browsing lagi*

Bukan Pengemis Cinta

Si abang lagi hobby bener ngasih pertanyaan-pertanyaan yang bikin tercengang-cengang…

Adegan 1
Pagi yang cerah di sebuah hari kerja, pasca perbincangan khas awal hari. Baru tutup telepon sekian menit, mendadak bunyi lagi :

Nanti mau mas kawinnya apa?
Hah?
Mas kawinnya. Mau apa.
Hah? Nggak tauuu nggak kepikiran…
Ayo dipikirin
*mikir lama… Ya udah deh emas aja deh
Nggak mau dibikin perhiasan?
Nggak kepikiran abisnya mau dijadiin apa…
Berapa gram?
*makin pusing
Nggak tau deh terserah aja (calon istri pasrahan)


Adegan 2
Suatu malam sepulang kerja, baru aja mau leyeh-leyeh tetiba ada BBM masuk

Nanti mau seserahan apa?
Nggak kepikiran…
Pikirin gih

Hadeh calon penganten macem apa sayaaaaaaaaaa….
Apa-apa kok nggak kebayang gini.

Untuk mas kawin dari dulu kebayangnya emas batangan aja kayaknya, karena intinya kan buat syarat aja, pemberian harta dari pihak laki-laki ke perempuan untuk syarat nikah. Toh nggak ada minimal jumlahnya juga, jadi kayaknya gw pun nggak mau minta sesuatu yang terlalu mahal ataupun terlalu ribet (seperti misalnya uang dengan jumlah pecahan kecil yang kemudian dilipet-lipet… zzz)
Untuk seserahan, ternyata temen-temen lain biasanya malah semangat bener karena artinya sama aja dikasih budget belanja huhuhu…
Browsing sana sini ternyata banyak sumber yang mengatakan bahwa intinya seserahan ini adalah barang-barang yang biasa digunakan oleh pengantin wanita, dan biasanya terdiri dari :
  1. Pakaian : Kebaya Kain / Baju Kerja / Baju Pesta
  2. Alat-alat perawatan tubuh : Sabun, Shampoo, Body Lotion, Bedak Badan, dll.
  3. Make Up : Pelembab, Bedak Dasar, Bedak, Eye Shadow, Maskara, Blush On, Pensil Alis, dll.
  4. Pakaian dalam baju tidur
  5. Perhiasan / Jam Tangan
  6. Makanan : Buah, Kue Taart, Kue Kering, Masakan Matang

Barang seserahan diatas tidak mutlak tetapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan, selera dan budget. Intinya barang seserahan biasanya adalah barang yang biasa dipakai calon pengantin perempuan. Jumlahnya biasanya ganjil 5 / 7/ 9 tergantung selera. (source from House of Seserahan)

Yang kepikiran sejauh ini :

  1. Perlengkapan Pesta : Songket Padang. Biasanya sih yang gw liat isi seserahan itu ada sepatu & clutch pesta. Cuma kayaknya sepatu/clutch suatu hari nanti mungkin akan outdated, dan gw pengennya seserahan ini sesuatu yang akan jadi heirloom untuk bisa diteruskan juga ke anak cucu nantinya. Nah berhubung gw separuh padang dan si abang padang tulen, jadi pasti dong nantinya akan ada acara-acara keluarga yang mengharuskan kita berkostum khas padang. Daripada gw ntar ribet cari-cari, minta aja buat seserahan deh huhuhu. Nah harapan hati sih minta yang asli Pandesikek, cuma denger-denger harganya agak mahal, sedangkan gw berprinsip nggak mau memberatkan calon suami. (baca : mending duitnya buat beli rumah :p )
  2. Perawatan Tubuh : Set Body Shop. Ini udah jelas nggak pake pikir-pikir lagi berhubung si abang demen bener aroma salah satu produk Body Shop. Jadi saya yakin dia tidak akan protes untuk permintaan ini.  Amann…
  3. Pakaian Dalam & Baju Tidur : gw terjemahkan sebagai lingerie huhuhu… dan ini terserah si abang dah mau pesen yang kayak mana. Aye tinggal pake.
  4. Makanan : karena kan kayaknya ini yang syarat sebener-benernya. Minta kue aja palingan.
  5. Buah-buahan : alasannya sama kayak yang di atas
  6. Buku atau Musik : karena jelas saya pecinta buku. Seserahan kan harus barang yang disukai 😀 pun demikian dengan sesuatu yang berbau musik *alasan
  7. …masih belum kepikiran sih. Something related to music. Mixtape? Kerudung Bordir Kerancang …. bener gak sih ini nulisnyah? Pernah lihat di Tanah Abang, bordiran khas Sumatera Barat ini bagus dan halus sekali. Cantiksss… Abisnya dipikir-pikir nantinya kan bakal banyak tuh acara-acara keluarga yang melibatkan pengajian, jadi minimal harus punya satu yang cantik 🙂

Tapi ya ini kan juga namanya maunya gw, kita lihat nanti perkembangan diskusinya… Yang penting harus selalu mengingatkan diri sendiri untuk balik ke prinsip awal : tidak memberatkan calon suami dan keluarga. Karena toh gw memilih untuk menikah dengan penuh kesadaran, tanpa paksaan. Calonnya pun gw pilih sendiri dengan sukarela. Jadi buat apa mengajukan syarat ini itu yang ternyata malah bikin repot? Kan bukan pengemis cinta (yang mengemis demi cinta, pun mengemis atas nama cinta).

Permintaan utama gw cuma satu sebenarnya : supaya semua urusan dan rencana dilancarkan dan dimudahkan, supaya hati semua pihak yang terlibat dilapangkan, dan yang paling penting semoga langkah kami berdua ke depannya juga dilancarkan. AMIN. *gasante :p

aku (masih) ingin

Baru baca-baca post lama yang ini dan tergerak untuk melakukan monitoring-evaluasi progressnya.

1. Mau ntn cirque du soleil LIVE » ini cita-cita yang jauh tampaknya. Tapi setidaknya selangkah lebih dekat lah. Sore ini saya akan menonton Balagan Cirque of the World. Pertunjukan sirkus ini memang bukan termasuk rangkaian Cirque du Soleil, tapi diciptakan oleh kreatornya juga. Mungkin versi yg lebih ramping dan terjangkau ya. Bolehlah, teaser dulu sebelum suatu hari nanti menyaksikan pertunjukan sebenarnya.

2. Mau keliling Indonesia » alhamdulillah banget, tahun 2010 ini menjadi tahun yang sangat memungkinkan saya untuk mengeksplorasi Indonesia. Pulau Tidung, Kawah Putih, Pangandaran, Batu Karas, Green Canyon, Bali, wisata Kota Tua, dan (semoga) masih banyak lagi. Meskipun mayoritas lokasinya masih di kitaran pulau Jawa (dana terbatas ya soalnya), tapi tetap senaaaang 🙂 rencana berikutnya : Karimun Jawa, Belitung, Bromo, Bali (lagi), Makassar (lagi). Semoga berhasyillllll !

3. Work Life Balance » kalau ini kayaknya sih belum deh. Belakangan ini rasanya lebih seperti fase liburan. Hidup bahagia betul tapi karier agak nyangkut. Tapi kalau dipikir-pikir berhubung dari tahun 2006-2008 kemarin saya terlalu terfokus pada karier sampai tidak sempat menikmati hidup, mungkin tahun ini memang diberikan liburan untuk menyeimbangkannya ya. Semoga tidak terlena.

Yang lainnya… Uhm… Belum kayaknya. On my way. Semoga.

Posted with WordPress for BlackBerry.

curiosity never killed the cat

Seandainya anda ditanya : Anda paling takut kehilangan apa??

Maka apa jawaban anda?

Kalau saya (hari ini) menjawab : saya tidak ingin kehilangan keinginan untuk belajar.

Pengalaman memang mungkin guru yang paling baik, tapi nggak ada gunanya kalau kita nggak pernah punya keinginan untuk mengolahnya. Buat apa punya pengalaman macem-macem, sering pergi ke luar negeri tapi nggak belajar apa pun dari sana, atau cuma belajar hal yang sifatnya superficial kayak makanan tradisionalnya atau tariannya? Bukan mau bilang kalau nggak ada gunanya belajar yang kayak gituan, tapi cuma mau menekankan untuk tidak berhenti hanya sampai segitu..

Setiap hari yang kita alami adalah anugerah yang berharga, terlepas dari apa yang terjadi di dalam rentang 24 jam tersebut. Pemaknaan terhadap hari ini kan tergantung pada diri sendiri.

Cuma mau mengingatkan diri sendiri : Andied, look at the bright side, but try not to be blinded..