Kalem

Ya, kalem. Bukan Kaliem.

Di tengah-tengah persiapan pernikahan seringkali ada momen-momen dimana rasanya saya pengen jambakin rambut satu-satu sampe habis bis bis. Atau nangis guling-guling di tengah jalan. Atau berbagai hal ekstrim lain yang memang nggak masuk akal.

Semata demi kesel.

Tapi sekesel-keselnya saya, untungnya nggak pernah sekalipun sampai jadi ogah nikah *ketok2mejakayu*

Dan untungnya juga, gojira edyan yang satu ini punya banyak pawang yang sabar dan baik hati : Smita sang kakak kelas idola, Ochello dan tentunya *ehem* tunangan yang manisssss sekaliii. Pas kemarin saya lagi sakit dan dirundung mendung akibat suatu perubahan rencana dadakan, si masnya dateng loh dari Karawaci bawa bunga paporit. Padahal saya mendung bukan karena dia, dia lagi nggak punya salah apa-apa. :’) ih mewek gilak jadinya. Baik bener Allah kasih calon suami kayak begini yak.

Yaudah kalo gini caranya, BRING IT ON wahai wedding planning, aku mau kawin buruaaaaaaan!!!

Keep Kalem, Yang Penting Kawin

Make your own kalem poster here, thanks to Neng Fry for the inspiration

Advertisements

tentang berlari

Hidup adalah lari marathon, katanya.

Hidup adalah ujian, kata mereka.

Tapi mungkin tidak ada yang lebih ciamik menggambarkan hidup dari celetukan teman saya yang (seringkali) mendadak cerdas ini. Katanya :

Hidup itu ibarat ujian praktek lari. Kita disuruh lari sekian putaran, trus pas di tengah jalan kita sering kecapekan gak kuat, treak-treak ke Pak Jemmy “Paaaaaak ga kuat paaaaaaak”. Pak Jemmy-nya diem aja sambil terus ngasih nilai dan nyatet waktu. Ada yang masih terus lari, ada yang akhirnya brenti sambil ngeluh bilang “Udahaaaaan paaaaaak”…. Jadi kayaknya kalo Tuhan diem aja pas kita minta tolong sesuatu, itu artinya kita masih ditengah-tengah masa ujian

TANG!!!!! Suka mendadak keren gini deh ah tu anak. Oiya, background information dikit. Jadi alkisah si temen yang saya kutip ini temen saya dari SMA. Dan Pak Jemmy yang disebut di atas itu guru olahraga SMA kita yang cukup fenomenal dengan kemampuannya melakukan kayang dari posisi berdiri. Sekian informasi gak penting sekilas lalu.

Ah tapi yang lebih penting sih moral of the story-nya ya kayaknyah. Kudu sabaaar kalo lagi ujian. Berusaha sebaik-baiknya sampe titik finish. *sokbijak* *betulinkacamata*

 

parachutes

My favorite quote. Ever.
1st heard of it quoted by Dweezil Zappa in the “Zappa plays Zappa” DVD, a tribute to his dad Frank Zappa. And it was just a perfect analogy. Perfect.

From: @GreatestQuotes
Sent: Sep 27, 2010 11:35

“Minds are like parachutes. They only function when they are open.” – Sir James Dewar

sent via SocialOomph
On Twitter: http://twitter.com/GreatestQuotes/status/25657230119