Checklist Lamaran

H-2 menjelang resmi dilamar loh inih. Mak aye grabag grubugnya udah kayak besok anaknya mau nikah. Berhubung baru pindah kantor, jatah cuti pun sangat amat dihemat supaya bisa puas bulanmadunya. Namun demikian akibatnya jadi merasa bersalah karena di kantor sebenernya nggak ngapa-ngapain juga dan cuma bisa bantu nelpon-nelponin tukang kembang, tukang tenda endebray tapi nggak bisa ikut bantu beres-beresin rumah.

Let’s see… Apa aja yang harus disiapkan?

Tenda dapet gratisan temen Mama

Kursi dapet gratisan temen Mama

Makanan dapet gratisan temen Mama … Hamdallah, banyak bener yang bantu ini :’)

Susunan Acara : nyaris. tadinya udah fixed dari sebulanan lalu, di approve papa mama & angku yang akan mewakili keluarga… si abang tapi nampaknya mau kreatif ngedit di saat-saat terakhir deh. *jitak)

MC Pakek talent dari luar negeri lohh… nggak ding, intinya minta tolong sepupu saya yang manis, yang balik naik last flight tadi malem demi bisa discuss sore ini

Seserahan : nyaris. Kurang 1 item lagi, yang mana sebenernya saya udah bilang kalau nggak ada ya nggak apa-apa juga. Namun demikian si abang kayaknya keukeuh kalo udah sempet kesebut kudu dipenuhin. Kenapa waktu itu saya gak nyebut minta mobil ya? *gaktaudiri

Angsul-angsul

Hias rumah : total baru sebatas konsep. Berhubung tukang kursi & tukang tenda baru besok dateng bawa segambreng barang-barangnya, jadi sekarang sama sekali gak kebayang. Tukang kembang pun pastinya mepet2 kan datengnya biar tu kembang nggak keburu layu.

Muka cakep : hanya sebatas angan. Pipa air di rumah lagi agak rusak dan alhasil muka yang sensitif ini dirubung jerawat. Mata berkantong. Badan pegel-pegel, tapi mau kerokan ntar jadi jijay pas pake kebaya ada motif garis-garisnya.

Kondisi mental : nyaris panik. Nyaris.

Bismillah dulu ah.

Advertisements

Pffftttt…

Lately, all I want to do is hide in a dark warm cave, roll up and sleep.

Exhausted.

Emotionally & physically.

….

on the upside though, I am so much more excited about the marriage than the wedding.

*browsing cari rumah

 

Final Countdown

Daisypath Wedding tickers

BISA GILAAAAAA…. Ketika tadinya rencana udah diatur dengan manis nan ciamik, untuk mempersiapkan tanggal 6 April tahun depan sebagai the day, mendadak acara dipercepat jadi akhir tahun ini. And look, look how many months I have left? *nangis sampe ingusan

Kenapa 6 April? Karena seperti saya suka ceritakeun di sini, saya sangat sangat berharap bisa punya rumah tangga seindah dan seawet mereka, yang penuh cinta setiap harinya. Apa saya dengar Amin disini? AAAAAMIIIIIINNNNNN!

Dan alangkah indahnya ketika ternyata 6 April 2013 jatuh di hari Sabtu dan bertepatan dengan wedding anniversary kakek nenek saya tercinta ituh.

Tapi apa mau dikata, kalau udah seputar pernikahan, anak bebas berencana tapi orang tua yang menentukan. Hiks. Meskipun alasannya baik dan sungguh *jleb* bagiku :

Kalau sudah berniat ibadah itu harus disegerakan, jangan ditunda-tunda

*jleb

*jleb

*JLEB

Jadi ya sudah, disegerakanlah niat itu. Berhubung Juli kecepetan (yaabeeees) dan September ada sepupu dekat yang juga menikah, Oktober si mama sibuk, dan tengah November-Desember adalah bulan Suro (zzzz -___________________-‘ ) maka pilihannya cuma sisa dua :

2 November

atau

9 November

….

dimana itu hari Jumat…

Ya Tuhan mudahkanlah, lancarkanlah, dan yang terpenting lapangkanlah hatiku jikalau ternyata (terasa) kurang mudah nan lancar. Amin.

R.I.P. : i n s p i r a s i

aduhaduhaduhaduh

lihat kanan lihat kiri sampai tak tau mau lihat kemana lagi

putar otak sana sini sampai tak tau dimana ini

di ujung sana ada orang, mungkin bisa bantu aku?

ragu datang, tapi kukibas, beranikan diri….

"…permisi, anda tau kemana inspirasi pergi?"

pandangan kosong, alis tertaut, lalu hening

ia terbahak, berdecak, lalu beranjak pergi

katanya, buat apa cari sesuatu yang tak pasti?

inspirasi tak janjikan kamu makan hari ini

…dan kerja rodi tak butuh inspirasi