Aroma Pagi

Buat saya, kopi identik dengan pagi. Pagi hari yang nyaman, ketika keluarga berkumpul di meja makan untuk sarapan dan berbagi cerita, dengan matahari mengintip sedikit dari luar jendela.
Sedikit mirip dengan telur setengah matang di postingan sebelumnya. Hanya saja, aroma telur setengah matang agak kurang nyaman untuk sering-sering dicium. Bisa mabok malah.
Belakangan ini saya pun sedang sering-seringnya mencari-cari kopi kapal api. Bukan untuk diminum sebenarnya, lebih untuk dihirup saja aromanya. Mencari sejumput ketenangan ditengah rumitnya dinamika ibukota.
Pun setiap kali saya masuk ke coffee shop, aura hangat itu otomatis melingkupi begitu saya mencium aroma kopi.
Jadi terpikirkan, tampaknya nanti kalau sudah punya rumah sendiri, ruang duduk/ruang tamu/area sarapan harus selalu diwarnai aroma kopi. Plus ditambah sinar matahari dan ventilasi yang cukup. Hmmm… 🙂 …
Meski sebenarnya, buat saya, minuman paling tepat buat memulai hari tetap saja : teh panas :p Lebih bisa ditoleransi perut, lebih sedap di lidah hahaha.
Nggak apa-apa toh, duduk-duduk minum teh di ruangan beraroma kopi?

Advertisements

pagi. hujan.

Pagi ini terbangun untuk bertemu hujan. Dan cuaca mendung-mendung dingin di pagi hari rasanya selalu mengajak saya kembali berselimut, lalu bergulung ke posisi fetus.
Tapi tentu saja realita berbicara lain. Jadi terpaksalah saya mandi, mengenakan baju kurungan (bukan baju kurung loh, tp baju kurungan karena entah kenapa pakaian kantor terasa sangat menghambat kebebasan gerak), dan berpacu dengan macet untuk mengejar bis kantor. Di perjalanan, ngobok-ngobok hp cari lagu yang pas dengan suasana pagi ini, tapi playlist saya kurang pas aja ternyata.
Setelah berbengong-bengong, tiba-tiba terngiang-ngiang beberapa lagu yang sepertinya cocok nih.

1. Come around – Rhett Miller. Terutama kata-kata ‘am I gonna be lonely for the rest of my life’… Huehehehe. Karena entah kenapa ketika dingin, mendung, rasanya selalu ingin mencari kehangatan. Dan ketika nggak ada orang lain di dekat kita, otomatis berasa sepiiiiii banget. Dan sepi itu gak enak banget, rasanya seolah-olah akan kesepian seumur hidup. Drama queen? Memang. :p

2. Inside of love – Nada Surf. Kalo ini sih lebih karena memori aja. Alkisah beberapa tahun lalu ketika gue mengalami masa kerontang dalam hal per-pria-an (kalo kata teman saya, itu masa-masa saya nggak memproduksi feromon setetes pun) seorang teman yang lain pernah bilang : ini lagu kayak kisah hidup loe ya ndied. Ehhhh kurang ajar, saya juga nggak se-desperate itu tauk! Tapi yah, itu kan memang masa-masa gloomy-gloomy galau kurang jelas gitu, memang identik dengan mood-mood mendung lah.

Lagu lainnya? Belum kepikiran :p