Whimsy

this is what happens when a procrastinator gets an anxiety attack : she makes useless stuff.
Cute, but fairly useless…

the proposal 🙂
Even our Sims are getting married :p
From a ‘make your own wedding blog’ site, will be incorporating this into the theme

secuplik surga

Surga itu pulang dari kerjaan hectic lalu disambut :
quality time leyeleye pelukpeluk cengar cengir
sesi belanja menggila bersama teman-teman terbaik
dijemput dua lakilaki terpenting dalam hidup – kitonk & sibabeh
ngobril ngalor ngidul jam satu pagi sekeluarga – lengkap sama satu ekor kucing tengil yang cari fokus terus

Thank you all, you beautiful, wonderful people ♥

Incidentals

Always always love this song.
I quote :

Oooo, you know it’s la la la la love, when you dream,

A monster just swallowed you up and you don’t wanna be saved.

FINALLY… after failing terribly to find it in 4shared, I guess I’ll have to be content to have this “video” version instead.

“The Incidentals” – Alisha’s Attic

It’s just the little things, The Incidentals,

It’s like you wouldn’t even notice when you really turn me on,

It’s the little sparks that fly and then land like dynamite,

It’s just, it’s just the simple things, pure incidentals,

It’s like stayin’ up ‘till midnight and talkin’ about … absolutely nothing.

It’s the thought that it’ll always be as wild as I expect it to be, yeah.

Oooo, you know it’s la la la la love, when you dream,

A monster just swallowed you up and you don’t wanna be saved.

Oooo and I am crazy about you babe,

You satisfy me in so many ways, so many ways.

But it’s just the little things, The Incidentals (bada ba bup)

It’s like you wouldn’t even notice when you were really turnin’ me on,

It’s those little sparks that fly and then land like dynamite,

It’s just, it’s just the simple things, pure incidentals,

It’s like breathin’ on the back of my neck and makin’ me feel weak inside.

It’s no, no matter how scared I, scared I am (I’m safe) I know I’ll be safe tonight (yeaah yeaaah).

Oooo, you know it’s la la la la love, when you dream,

A monster just swallowed you up and you don’t wanna be saved.

Ooooooooo and I am crazy about you babe,

You satisfy me in so many ways, so many ways,

Mmm, so many ways, I can’t count the ways.

(Oooo, oooo)

(Bada ba bup)

(Oooo, oooo)

It’s the thought that it’ll always be as wild as I expect it to be

And it’s just the little things, pure incidentals,

It’s like you wouldn’t even notice when you were really turnin’ me on,

It’s those little sparks that fly and then land like dynamite yeah, (yeaah yeaaah)

It’s those little sparks that fly and then land like dynamite, yeah.

terlalu manis…

Sekian menit pertama dari film UP selalu menyentuh saya. Kisah yang terlalu manis, meski sederhana. Tanpa dialog, hanya diiringi lagu instrumental.
Dua petualang kecil yang tidak takut bermimpi. Satu melengkapi yang lain, si ceria penuh semangat dan si pemalu yang cerdas.
Tumbuh menjadi dua mudamudi yang memutuskan membangun mimpi bersama. Lalu dalam perjalanan hidupnya, menjadi dua orang dewasa yang saling menopang ketika harus rela menukar mimpi itu akibat dihajar realita hidup.
Bercita-cita menjadi si penjelajah dunia baru yang akan menemukan berbagai spesies binatang langka dengan berkendara zeppelin, akhirnya yang satu berprofesi sebagai pemandu di kebun binatang dan satunya sebagai penjual balon di kebun binatang yang sama.
Sampai akhirnya si kakek mencoba mewujudkan impian mereka dengan ribuan balon yang sama yang biasa dijualnya.
Sampai akhirnya ternyata bagi si nenek, kehidupan yang mereka jalani berdua adalah sebuah petualangan tersendiri.

Dan sialannya, meski animasi tapi film ini begitu sukses menggambarkan chemistry dan pandangan penuh cinta antara Carl & Ellie. Aih merindiiiiing.

Jadi teringat kakek dan nenek saya. 55 tahun lebih menikah.
To this day, he still gives her a goodnight kiss before going to bed.

I hope to find this simple kind of love…

radar triningtrining

Alkisah beberapa hari lalu gue menyadari bahwa gue memiliki radar trining-trining yang cukup dahsyat kepekaannya.

Eh maaf, pada bingungkah dengan istilah radar triningtrining? Hmmm panjang nih penjelasannya. Jadi sebenernya trining-trining adalah bahasa gue untuk mendeskripsikan perasaan yang susah dideskripsikan (lho?) yang biasanya terjadi pada momen-momen nice dalam keseharian. Tapi perlu disempitkan lagi, bahwa triningtrining ini hanya berlaku untuk momen-momen ketika kita sedang jatuh cinta atapun cuma sebatas suka-sukaan dengan seseorang.

Kebayang kan, momen-momen yang sebenernya printilan nggak penting, tapi pada saat itu jadi rasanya penting banget. MIsalnya, (ini momen favorit gw) ketika di keramaian dan ada orang yang melontarkan sebuah komen yang menurut gw sangat lucu atau sangat konyol, lalu biasanya gw akan mencari mata significant other gw saat itu (bisa berupa pacar atau gebetan), dan ketika mata kita beradu pandang terus sama-sama menaikkan alis atau apalah gitu yang menunjukkan bahwa kita punya pikiran yang sama. Hihiiiiiy…. Langsung deh triningtrining. Atau bisa juga momen saat digandeng pertama kalinya, atau ketika si ‘orang itu’ nggak sengaja berdiri agak terlalu dekat, atau apalah. Pokoknya momen-momen salah tingkah.

Anyway, ternyata meskipun gue nggak terlalu sering mengalami momen triningtrining ini (karena, seperti pernah disebutkan di post sebelumnya, produksi feromon gue agak minimal), tapi ternyata radar triningtrining gue ini cukup peka dan piawai menemukan momen-momen triningtrining orang lain. Kadang-kadang padahal momennya nggak signifikan lho…

Salah satu contoh peristiwa yah :
Ruang kuliah biologi jaman kuliah dulu, letaknya serong dikit di atas kantin padang biasa gue nongkrong (ciyehhh anak nongkrong), dan ada satu jendela yang pemandangannya langsung mengarah ke kantin padang. Memang agak aneh, karena jendela di ruang kelas itu bukan terletak di bagian atas tembok seperti jendela-jendela pada umumnya, melainkan di bawah. Jadi, kalau mau kelas biologi, sangat disarankan untuk tidak mengenakan rok kalau tidak mau paha anda menjadi santapan warga kantin padang.
OK back to the story, intinya gue paling suka duduk dekat jendela itu, karena pelajaran biologi sangat tidak menarik dan gue lebih suka memandangi orang-orang lalu lalang.
Tiba-tiba suatu siang, terlihat teman gue si X sedang duduk bersebelahan dengan oknum K. Pemandangan yang kurang umum karena oknum K itu nggak biasa nongkrong di kantin padang, dan juga nggak berada di lingkaran pergaulan yang biasanya bersinggungan dengan si X. Lebih nggak wajar lagi, karena pada suatu momen, mereka sama2 mengambil minuman, tangannya nggak sengaja bersentuhan, terus pandang-pandangan dengan mimik muka kaget-kaget-malu-tapi-seneng.
Ehehehehe… Ketahuan lah mereka. Ternyata memang oknum K sedang mendekati nona X.

Masih banyak lagi momen-momen kayak gitu yang gue tangkap, tentunya dengan clue yang berbeda-beda ya. You can call me kaypo, tapi gue memang sangat menyukai momen-momen ini. Menurut gue terkadang kondisi suatu hubungan lebih terlihat dari petunjuk-petunjuk non verbal daripada yang verbal.
Gue lebih percaya tatapan mata seseorang terhadap pasangannya daripada kata-kata “gue sayang banget cinta mati sama dia”. Because explicit words can lie but your gestures can not. Beauty is in the subtlety, the naïvete of our spontaneous reactions.

Nah untuk momen yang menyadarkan gue akan radar triningtrining ini gue berterimakasih kepada 2 orang teman di dunia maya, yang interaksinya membuat radar gue kembali bekerja. Only one of them knows who they are, and because of that person’s request, I’ll keep silent on their thing until all is finalized ☺