fatigue

At an era where everything is built to be mobile and instant – we can multitask anything, anytime, anywhere – there comes a point when we stop being able to listen to our body. Instead, we rely on apps, on charts and graphs, to tell us whether or not we have had a healthy meal. We input all kinds of data, take pictures of our food, and “log in” to places we’ve been during the day. We no longer rely on memories of the gorgeous day we had, because we didn’t savor it enough to form such memory.

We ignore our senses.

It tells us to rest, and we don’t listen.

It asks us to sleep, and we don’t listen.

It warns us to take a moment, and we don’t listen.

and so there comes a point when the body screams for attention any way it can.

Have you listened to what your body is telling you today?

Or did you rely on an app reminder instead?

 

istirahat di tempaaaaaat….grakKk!!

Langkah ini sejenak terhenti.

Terlalu nyaman memang istirahat ini.

Melenaku saja,

nyalakan satu bara meski redupkan bara lain.

Tapi, lelah juga berdiri.

Statis yang hanya antarkan redupnya sinar mata.

Tumbuhkan ragu diri dan tanda tanya

dan sesekali jatuhkan aku…

dan sudah saatnya melangkah lagi ternyata!

…akankah istirahat senyaman ini di tempat lain?

R.I.P. : i n s p i r a s i

aduhaduhaduhaduh

lihat kanan lihat kiri sampai tak tau mau lihat kemana lagi

putar otak sana sini sampai tak tau dimana ini

di ujung sana ada orang, mungkin bisa bantu aku?

ragu datang, tapi kukibas, beranikan diri….

"…permisi, anda tau kemana inspirasi pergi?"

pandangan kosong, alis tertaut, lalu hening

ia terbahak, berdecak, lalu beranjak pergi

katanya, buat apa cari sesuatu yang tak pasti?

inspirasi tak janjikan kamu makan hari ini

…dan kerja rodi tak butuh inspirasi

sedikit neraka di malam takbiran

hari ini matahari bakar Jakarta

tanpa ampun seperti hendak balas dendam yang lama tertunda

beri sedikit rasa neraka untuk para calon penghuninya

tapi mereka cuma tertawa.

katanya; aku tak takut neraka, dia ada di setiap jengkal keberadaanku.

lalu mereka kembali lagi jalani hari

menyeberang jalan dan mencari makan

…..ditulis 9 desember 2005, tapi sesuai untuk gambarkan cuaca hari ini

…failure to launch

semua orang punya mimpi.

cita-cita kecil dulu adalah menjadi astronot. melihat bintang dan dunia dari perspektif yang lebih luas.

pernah juga mau jadi detektif, mencari petunjuk dan menerka makna dibaliknya.

satu cita-cita lagi untuk jadi arkeolog. keliling dunia, menguak sisa-sisa peradaban lain. kemudian belajar dari kesalahan yang membawa kehancuran peradaban itu.

….

….

….

dan sekarang, dua belas tahun sejak mimpi-mimpi itu,,

baru NYARIS jadi pegawai bank.

life’s funny way of saying ‘you’ve still got a long way to go’

pupur dan gincu

matahari perlahan tampak dan embun menipis, lalu perempuan mengawali hari. ritual mini untuk bentuk persepsi, penataan citra diri.

diputihkan kulitnya (bahasa halusnya; pencerahan). agar ia terlihat bersih. dimerahkan pipi dan bibirnya. agar ia terkesan segar. dia lukis wajahnya, pasang topeng untuk peran hari ini. hari esok dan kemarin membawa topeng yang berbeda.

perempuan konsumsi massa, sesuaikan citranya bagi semua mata. pembodohan atas logika. pembodohan atas rasa. jalani hari dengan penipuan. karena manusia senang ditipu.

ketika matahari tak tampak lagi, maka tirai pentas hari diturunkan. pertunjukan berakhir dan saatnya tiba kembali jujur pada diri. lepas topeng perlahan sedikit demi sedikit, dan pertanyaan-pertanyaan membanjiri seketip sel abu-abu di balik paras. ketika pemirsa tiada, siapa saya?

………tulisan ini terpicu oleh banyak hal. yang pertama, kenapa ya perempuan suka sekali mempercantik diri? lebih besar alasan pribadi atau lebih karena tuntutan budaya dan masyarakat? yang kedua, kenapa ya, perempuan seringkali lebih suka menempelkan identitasnya pada entitas di luar dirinya? mungkin tulisannya jadi nggak fokus dan merembet kemana-mana, tapi mungkin memang gue belum menangkap esensinya keperempuanan? oh iya…terpicu juga oleh beberapa komentar yang mengatakan bahwa tingkah laku gue kurang perempuan. maka gue jadi bingung, apa yang disebut perempuan? ada yang bisa jawab?