[carpe diem].[seize the day]

tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok

waktu berjalan…dan tiga ratus enam puluh lima hari siap dibundel jadi satu untuk diberi label ‘tahun lalu’. sama instantnya dengan dua puluh empat jam dibundel jadi satu untuk diberi label ‘kemarin’.

orang-orang kini mulai sibuk. menyimpulkan dan bertanya.

tahun lalu adalah… bagaimana tahun depan. menyimpulkan dan bertanya. ke diri sendiri dan ke orang lain. seolah-olah begitu penting. ‘kita perlu menyimpulkan kemarin, karena kita belajar dari masa lalu’, katanya. ‘kita perlu rencanakan esok, karena kita butuh pedoman’, ucapnya.

kenapa? kenapa kesampingkan hari ini? kenapa kecilkan makna ‘sekarang’?

sekarang adalah pilihan. sekarang adalah tindakan. bukan angan atau kenangan.

Pecinta Puisi Psikologi

telah lahir sebuah komunitas pecinta puisi, dengan nama :

PecintaPuisiPsikologi… (sebenernya udah dari 2004 sih berdirinya, tepatnya gue lupa kapan)

Dari namanya, sepertinya agak ambigu apakah orang-orang yang tergabung di dalamnya Pecinta Puisi yang berbau Psikologi? tapi sebenarnya mereka ini adalah anak-anak Fakultas Psikologi Atma Jakarta yang mencintai puisi… lagipula toh yang namanya puisi memang berkaitan erat dengan psikologi. puisi bisa jadi media katarsis, bisa juga sebagai media untuk memahami seseorang.. soalnya puisi kan salah satu bentuk produk tingkah laku manusia.

anyway, komunitas ini sekarang punya terbitan berkala (bulanan) berupa puisi2 pilihan para editor, dari kiriman anggotanya sejak berdirinya komunitas ini. harganya murah meriah (cuma seribu rupiah) dan bisa didapatkan di depan sekretariat psikologi atma jaya (gedung C lantai 4)

kalo tetap kurang rela berpisah dengan uang seribu rupiah, silakan numpang baca punya teman saja. nggak apa-apa kok… kita udah seneng kalau ada yang baca. 🙂

bagi yang berminat silakan bergabung : PecintaPuisiPsikologi@yahoogroups.com

jakarta siang ini

hari ini matahari bakar Jakarta
tanpa ampun seperti hendak balas dendam yang lama tertunda
beri sedikit rasa neraka untuk para calon penghuninya
tapi mereka cuma tertawa
katanya, aku tak takut neraka. dia ada di setiap jengkal keberadaanku.
lalu mereka kembali lagi jalani hari
menyebrang jalan dan mencari makan

… 9 desember 2005, di pusat kota Jakarta

curiosity never killed the cat

Seandainya anda ditanya : Anda paling takut kehilangan apa??

Maka apa jawaban anda?

Kalau saya (hari ini) menjawab : saya tidak ingin kehilangan keinginan untuk belajar.

Pengalaman memang mungkin guru yang paling baik, tapi nggak ada gunanya kalau kita nggak pernah punya keinginan untuk mengolahnya. Buat apa punya pengalaman macem-macem, sering pergi ke luar negeri tapi nggak belajar apa pun dari sana, atau cuma belajar hal yang sifatnya superficial kayak makanan tradisionalnya atau tariannya? Bukan mau bilang kalau nggak ada gunanya belajar yang kayak gituan, tapi cuma mau menekankan untuk tidak berhenti hanya sampai segitu..

Setiap hari yang kita alami adalah anugerah yang berharga, terlepas dari apa yang terjadi di dalam rentang 24 jam tersebut. Pemaknaan terhadap hari ini kan tergantung pada diri sendiri.

Cuma mau mengingatkan diri sendiri : Andied, look at the bright side, but try not to be blinded..

satu langkah (masih ada seribu lagi)

Hari ini satu langkah, masih ada seribu lagi…. ini bukan tulisan tentang perjalanan, cuma ekspresi kegirangan atas keberhasilan mengalahkan diri sendiri. ada yang bilang ini terlalu dini untuk dikategorikan sebagai sebuah keberhasilan.. tapi, buat gue ini kemajuan. nah iya, itu dia tepatnya. KEMAJUAN… bab 1 dan bab 2 sudah selesai (walaupun pasti akan mengalami revisi nantinya)…tapi yang penting akhirnya dikerjakan!!!! akhirnya berhasil mengalahkan semua campur aduk di kepala, terus berusaha membuatnya menjadi sesuatu yang (agak) terstruktur..

teman-teman (baik yang lulus maupun yang belum)… doain gue doooong!!! saya butuh moral supportnya nih!

hopeless romantics

baru aja gue nonton film,,, romantic comedy,, standard yaa? hm, tapi gue mencoba untuk merefleksikan isi film itu. Dan gue berpikir, apa ya bedanya film2 komedi romantis hollywood dengan sinetron yang selalu dituduh ‘menjual mimpi’ ?

Jawabannya: NGGAK ADA!!!!

Sama aja, cuma bedanya kalo sinetron Indonesia udah pada titik yang sangat ekstrim dan aneh banget aja sampai nggak masuk nalar, sedangkan film Hollywood lebih subtle dalam menyajikan janji-janji palsu itu. Misalnya film tadi ya, tau Notting Hill kan? Nah itu dia film yang gue tonton. Kan di situ digambarkan bahwa terjadi kisah cinta yang rumit (iyalah yang satu bintang film internasional, yang satu mas-mas toko buku), sehingga apa yang mereka punyai (di film digambarkan sebagai jatuh cinta yang bisa bikin guling-gulingan di tengah jalan, tapi sekaligus sangat menumbuhkan perasaan nyaman – the ultimate feeling everyone’s always dreamt of having).. di film itu diceritakan kalau setelah sekian lama mengalami berbagai kesalahpahaman, patah hati dan kesedihan mendalam, akhirnya dengan romantisme, keteguhan hati, bantuan dari teman-teman dan mengebut di tengah jalan raya London yang macet, pada akhirnya semua masalah terselsaikan begitu saja.

SAtu hal yang mau gue bilang : mana ada yang kaya begituuuuuuuu????

Ini pembodohan besar-besaran.. yang menyebabkan kenapa sebagian besar manusia di dunia ini (meskipun sudah menikah), tapi masih merasa belum menemukan yang namanya CINTA. Everybody is looking for the ultimate love story in their lives (based on the abovementioned irrational expectations),, sometimes overlooking the fact that there is a potential for it under their very nose. Semua orang (pada awalnya) pasti punya misconception bahwa yang namanya kisah cinta itu gampang terjadi, semuanya diatur oleh tangan-tangan sang takdir dan akan hidup bahagia bersama sampai akhir hayat memisahkan. TAI KUCINGlah…

After a while, we start to wise up and realize… that a relationship needs work, and I really do mean LOTS of HARD WORK.. Bahwa masalah pasti ada, dan yang penting adalah bagaimana kita mengatasi semua masalah itu..that one day romance will diminish and all that’s left is comfort. And THAT’s what you call love. To find somebody who is willing to go through all the shit in life WITH you.. not necessarily FOR you.

Hope you don’t overlook any chance of love…

Tapi anyway, sesekali nonton film kayak gini perlu juga sih untuk menetralisir just in case loe seseorang yang sinis sama yang namanya cinta… karena emang sebenernya nggak segitu sucksnya kok.. tapi emang it’s never easy..

existentialism angst

sejuta sinar terbias di hadapan mata, memanjakan indera

Terlalu banyak yang harus diresapi. Adakalanya hati ingin meluncur saja. Namun hidup terbentuk oleh segala yang meresap di jiwa, segala yang merasuk kalbu, semua yang mengajak benam jauh… ke dalam. Semua yang memaksa berontak saat diri mulai sesak.

Dan aku merasa hidup. Aku ada. Meski tak sempurna dan penuh luka, namun ada.

Bisa merasa dan bisa dirasa…