Review : Albemama

Hola, hari ini ada guest writer yang mau share reviewnya atas salah satu isi goodie bag event ulang tahun FabFeb 2014 kemarin. Thank you, Mbak Anin & Abian.

Di event Birthday Bash TUM BC Fabfeb 2014 yang digelar di Jakarta tanggal 14 Februari 2016 lalu, sebisa mungkin kami memilih camilan yang sehat untuk masuk dalam goodie bag kami. Kebetulan Albemama bersedia berpartisipasi dengan menyediakan doorprize Madu Beepollen Almond, Madu Strawberry, Madu Pahit, Madu Sarang Lebah, dan Madu Multiflora. Udah kasih banyak doorprize, semua toddler FabFeb dibekelin camilan sehat juga di masing-masing goodie bagnya. Namanya BISTIKCOLENAK = Bikuit Stik Dicocol Enak. Biskuit stik dengan cocolan, ada madu dan selai sebagai cocolannya. Unik yah?

Nama Albemama ternyata menggambarkan betapa sehatnya makanan ini, karena komposisinya hanya terdiri dari 4 bahan alami, yaitu : ALmond, BEepollen, MAdumurni & MAcadamia. Albemama ini produksi lokal lho, yaitu dari Bandung. Lokasi tepatnya di Jalan Sederhana No. 32A, Sukajadi, Bandung.

Pertama kali buka goodie bag, yang pertama banget Abian ambil ya BISTIKCOLENAK ini. Abian coba yang cocolannya madu dari bunga strawberry. Keliatan enjoy banget dia nyocol-nyocolin biskuit stik ke madunya, lalu hap dimakan dengan lahap. Mamanya penasaran, jadi ikut ngemil juga 😄

image

Beneran gak khawatir kalau cemilannya dari Albemama, karena dibuat TANPA pemanis buatan, gula, kimia, pengawet, pewarna, perasa. Rasanya unik, enak, dan bergizi.

Setelah baca review dari Mbak Anin & Abian, gw jadi penasaran dong. Kebetulan banget waktu bongkar goodiebag ada biskuit yang langsung bikin aku tertarik. Ndilalah ternyata ya Albemama punya. Dan bener banget kata Mbak Anin : ini snack yang bikin anak senang, mama tenang. Konsepnya unik sih, nggak pernah kepikiran aja gw menjadikan madu sebagai cocolan, padahal Aksara lagi doyan banget madu. Selama ini cuma gw kasih madu yg dilarutkan air hangat, supaya ceritanya “minum teh kayak mama”. Nah dengan biskuit colenak ini, Aksara jadi bisa ngemil sambil makan madu. Yum! Thanks, Albemama.

image

image

Instagram : @albemama
WA/SMS : 087722566677
Line : ALBEMAMA
Website : www.albemama.com

– this post is partly in collaboration with The Urban Mama Fabulous February 2014 Birth Club, cowritten with Anin

Review : Maduji

Satu lagi sharing dari teman Birth Club Februari 2014 The Urban Mama, yaitu Mbak Anin.

Di acara birthday bash 14 Februari kemarin, Abian (anaknya Mbak Anin) dapat oleh-oleh 2 botol madu dari Maduji. Kebetulan Abian ini penggemar madu, kadang madu dicampur air teh, dicampur air putih, dicolek langsung juga doyan. Pas banget juga stok madu di rumah Mbak Anin lagi habis, jadi bisa langsung sekalian jajal madunya Maduji… dan ternyata Abian suka!

Maduji adalah madu hutan alami yang dihasilkan oleh lebah hutan Sumatra lho.

Instagram : @maduji_madu_hutan_alami

– this post is partly in collaboration with The Urban Mama Fabulous February 2014 Birth Club, cowritten with Anin

Review : Mandorle Raw Almond Milk

Masih dalam rangkaian review vendor acara birthday bash kemarin, hari ini ada Elva,  guest writer yang mau share tentang salah satu minuman yang disuguhkan saat acara : Mandorle Raw Almond Milk.

Di acara birthday Fabulous February, Mandorle memberikan support berupa aneka rasa minuman susu almond. Kebetulan saya pertama kali mencoba Mandorle Raw Almond Milk rasa Choco, dan saya langsung jatuh cinta. Ini beda. Memang rasa tidak bisa bohong. Kesegaran almond sangat terasa, takaran gula pas dan tidak kemanisan. Saya langsung penasaran untuk memesan lagi.

Mandorle Raw Almond Milk menyediakan 10 varian yang menggiurkan untuk dicoba yaitu: pure, sweetened, choco, dates, oatey (oat-honey), matcha, lemongrass, money (cinnamon-honey), jreen (ginger-green peas), dan honeymile (honey-chamomile tea). Selain itu, bisa juga ditambahkan chia seed bila mau. Sehat banget ya!

image

Saya terkesan dengan pelayanan dari ownernya yang ramah, cepat dan memuaskan. Yang terpenting rasa dan kualitas almond milk yang saya rasakan memuaskan, enaak bangeet.

Almond milk ini diklaim memiliki daya tahan :
maks 2 jam suhu ruang di outdoor,
maks. 4 jam di dalam cooler box dengan icegel/sejenis,
maks. 3 hari di dalam kulkas bawah,
dan 7-10 hari di dalam freezer.

IG: mandorleindonesia
WA: 0812.1000.1085
Line : deyjati

– this post is partly in collaboration with The Urban Mama Fabulous February 2014 Birth Club, cowritten with Elva

Review : Blastacake

Karena nggak bisa hadir di acara ulang tahun bersama Birth Club Februari 2014 TUM bulan lalu, kadang suka minta diceritain sama Urban Mamas yang lain tentang acaranya. Biar berasa hadir, gitu. Salah satu yang paling bikin penasaran adalah konsumsi hari H, karena nggak termasuk dalam goodiebag yg dikirim menyusul.

Nah, salah satu yang dapat review positive adalah kue ulang tahun. Waaah sekeren apa ya? Berikut cerita dari Dezka, mamanya Addin :

SIAPA SIH VENDORNYA, DEZ?

Blastacake merupakan salah satu online bakers pilihan untuk kue ulang tahun atau kue-kue perayaan lainnya. Kita tinggal memberitahukan desain yang diinginkan seperti apa lalu akan diwujudkan oleh Blastacake dengan apik.

KAYAK APA KUE YANG DIPESAN?

image

Dalam perayaan ulang tahun The Urban Mama February’14 Birth Club (TUM FabFeb 14) kemarin, Blastacake mengirimkan kue dengan tema “Jungle” lengkap dengan maskot TUM FabFeb 14 dan miniatur binatang dari fondant, detail sekali pengerjaannya.

GIMANA RASANYA?

Untuk urusan rasa tidak perlu diragukan, karena semua jenis kue yang dibuat oleh Blastacake rasanya sungguh enakkk.. Selain kue ulang tahun, Blastacake juga menyediakan jasa untuk dessert table beserta dekorasinya.

TERUS CONTACT KE MANA UNTUK PESAN?

Instagram: @blastacake_sita
Line ID: nursitaracharlina

– this post is partly in collaboration with The Urban Mama Fabulous February 2014 Birth Club, cowritten with Dezka

Fabulous February is Turning 2 : Let’s Celebrate in the Jungle

Tahun 2016 jadi tahun yang buat gw bagaikan naik emotional roller coaster. Tapi ya waktu terus berjalan bagi kita yang hidup, dan gw memilih untuk terus merayakan setiap momennya. Salah satunya, momen-momen seperti berikut ini.

Ada sesuatu yang spesial di bulan Februari tahun 2016. Tahun kabisat? Hehe bukan dong. Untuk kami di Birth Club Februari 2014, inilah waktunya buah hati kami menginjak usia 2 tahun. Wow, bukan bayi lagi statusnya!

Untuk merayakan momen khusus ini, dan sekaligus sebagai ajang temu kangen, maka kami sepakat mengadakan 2nd Anniversary Birthday Bash anak-anak TUM Birth Club February 2014. Persiapan kami bisa dibilang singkat, wacana dimulai di sekitar bulan Oktober sampai akhirnya diputuskan temanya adalah Fabulous February is Turning Two: Let’s Celebrate TWO The Jungle.

Tepuk tangan khusus perlu diberikan untuk coordinator TUM BC Feb 2014 yaitu Iva ummi Azka, yang secara gerilya menjaring member Birth Club yang selama ini belum bergabung di chat group kami hingga mencapai 25 member lebih yang antusias terhadap acara ini. Akhirnya dengan kehadiran pasukan sebanyak 16 anggota beserta keluarganya, acara FabFeb in the Jungle berhasil dilaksanakan pada 14 Februari 2016 lalu di Ciao Bimbi Preschool and Daycare di Jakarta Selatan.

image

Sayangnya, gw akhirnya nggak bisa menghadiri acara ini karena fokus mengurus papa yang sedang sakit. But thankfully, teman-teman FabFeb memberikan update dan live report tentang keceriaan selama birthday bash.

image

Para peserta disambut dengan area photobooth untuk mengisi waktu sebelum acara dimulai. Terima kasih sekali untuk Rizka mama Azzam atas dedikasinya yang luar biasa untuk desain photobooth yang sungguh kece ini juga Tiwi mama Ingga yang telah membuat kaleidoskop yang keren.

image

Sebagai pembukaan, ada performance tari modern dari adik-adik menggemaskan dari Ciao Bimbi Preschool and Daycare.  Para toddler yang berulang tahun tentu saja terhibur dan semangat menyaksikan persembahan ini.

image

Untuk membuat acara lebih spesial, di acara ini kami juga mengundang tamu khusus seorang praktisi pendidikan anak usia dini yaitu Kak Yuni Widiastuti, M.Psi.T. untuk sharing ilmu dengan topik Early Science for Kids. Kami para orang tua sangat tertarik dengan paparan yang disampaikan kak Yuni tentang berbagai keterampilan dasar yang bisa diajarkan kepada balita mulai keterampilan bertanya, observasi, interpretasi, hingga memecahkan masalah sederhana. Selanjutnya Kak Yuni mendemokan beberapa eksperimen yang melibatkan anak anak, meskipun tidak sampai selesai karena bocah-bocah sudah mulai berlarian kesana kemari. Ya, anak-anak ini memang lagi di usia yang aktif bergerak semua.

image

Puncaknya, FabFeb Kids bersama ayah bundanya bersama sama menyanyikan lagu ultah, tiup lilin dan potong kue ultah. Senaang sekali melihat keceriaan anak-anak bertemu teman sebayanya dan asik bermain bersama. Para bunda yang selama ini hanya bertemu lewat dunia maya, juga turut senang karena bisa bersilaturahim melepas rindu, bahkan berkenalan lagi karena baru pertama kalinya bertatap muka.

image

Selama persiapan, terasa sekali kehangatan dan kekeluargaan para anggota Birth Club. Di tengah kesibukan masing-masing, semua tetap aktif menyumbangkan ide, tenaga, dan bahkan materi pendukung untuk bisa mewujudkan acara ini agar makin berkesan. Bersyukur kami mendapat support dari banyak pihak mulai dari event organizer, venue, menu yang lezat-lezat hingga semua ludes, dekorasi dan dessert table yang cantik, aneka permainan yang membuat anak anak betah bermain, hingga beragamnya goodiebag dan doorprize yang tidak selesai dibagi saat acara karena begitu banyaknya hahaha. Tak lupa tentu saja terima kasih untuk ketulusan dan kerja keras semua member TUM BC Feb 2014 yaa.
Terima kasih yang istimewa  untuk The Urban Mama yang telah mendukung terselenggaranya acara ini dengan birthday cake yang so yummy…..

image

Terima kasih banyak kepada para sponsor pendukung acara Fabulous February Birthday Bash yaitu ACIDWERK, AGRICREATIVESHOP, ALBEMAMA, ALMEERA MATERNITY SHOP, ARQ BUTIK, AYAHBUNDA, BABY RASH SHOP, BABY BRITS, BATHI, BILNA.COM, BLASTACAKE, BOOKSBYADDEVA, BUAH HATIKU, BUTIK QUEENA, CIAO BIMBI PRESCHOOL & DAYCARE, CMP2, COCOPOP CRAFTS, EIGHTPEOPLE, FROJUZZ, HANDMADE NATION, IKHWAN YOGHURT, ITSY BITSY COOKIES, KABS’ , KADOTJES, KIDDOBABY, KIDDYCUTS, KURMA ROYAL DATES, LITTLE ILMA, MADUJI, MAKARONI NAFIADH HOUSE, MAMIBELLE, MAMIGAYA, MANDORLE, MAOO SHOES, MILLIECAKERY, MINIMAX, MOMMINA, MON CHERI, MOTHERCARE, ELC, MYLITTLE CASA, NGKEII CRAFT, NYONYA LUXE, NYONYA NURSING WEAR, PLAYONPOP, AQUILA, SALMA BABY & KIDS SHOP, THE URBAN MAMA.

Heh, banyak amat sik sponsornya? Yup, mama-mama FabFeb memang beneran Fabulous, di tengah kesibukan mengurus anak dan day job masing-masing ternyata masih semangat juang 45 gerilya mencari sponsor. Bahkan, anggota yang berhalangan hadir (seperti gw ini) tetap kebagian goodie bag lho.

Akhirnya, Happy 2nd anniversary to our February kids, hope your future always fabulous.
Semoga ikatan persaudaraan dan kebersamaan ini langgeng hingga anak anak dewasa ya.

image

– this post is partly in collaboration with The Urban Mama Fabulous February 2014 Birth Club, cowritten with Elva and an edited version has been previously published in The Urban Mama –

Jangan

Jangan bilang jangan

Begitu kira-kira yang belakangan ini sering gw baca di aneka artikel parenting. Katanya, larangan dengan kata jangan ini nggak efektif karena justru akan mendorong anak untuk melakukan apa yang dilarang. Make sense sih, karena logika gw kata “jangan” ibarat negative space di sebuah gambar yang justru menuntun mata kita ke obyek utama.
Selain itu, sebenernya lebih bagus kita ajak anak memahami KENAPA suatu hal dilarang. Harapannya supaya dia paham dan bisa mengendalikan dirinya sendiri meski di saat nggak ada “polisi” yang sibuk melarang.
Prakteknya? Mmm … susah! Waktu anak baru satu sih gw berusaha kerassss menghindari kata jangan. Tapiiiiii sejak Inara lahir, bertepatan dengan kakaknya mendekati umur 2 tahun, bubar semua teorinya. Nggak sempet cyinn merangkai kata dan menjelaskan panjang lebar ke si kakak. Yang ada tanduk gw keburu keluar, sambil teriak “woooy jangan kesana jangan begini jangan begitu”. Pffftttt..

Terrible two. Teori perkembangan pun bilang wajar banget anak sering tantrum di usia sekitar 2 tahun, karena dia sudah mulai ingin menekankan ke”aku”annya tapi kemampuan komunikasinya belum cukup lancar untum menyampaikan apa maunya. Maka sering banget terjadi drama dua babak yang isinya :

Aksara (A) : “itu itu itu aaaaaa” (sambil nada merengek)
Gw si mama (M) : “aksara mau minum?”
A : bukan minum, ituuu
M : aksara mau biskuit?
A : bukan! Itu itu ituuu
M : mau …. (silakan masukkan kata benda/kata kerja apapun di sini)
A : bukaaaaan mau ituuuu…. (happens each time gw menawarkan apapun)
…bolak balik kayak gini bisa berlangsung 15 menit sendiri sebelum akhirnya gw geregetan dan mulai galak
M : ini nggak, itu nggak, jadi maunya apa?
…which kemudian tentunya si anak jadi nangis. Padahal mamanya dalam hati udah nangis duluan sih.

Momen “aha” buat gw baru terjadi tadi siang, sepulang nemenin si hurufkecil olahraga. Skenario di atas terjadi lagi, dan ketika gw hampir mengeluarkan kalimat pamungkas “jadi maunya apa sih” baru gw sadar. Mungkin itu juga yang akan dia bilang ketika gw sering bilang jangan : “ini jangan itu jangan terus aku bolehnya ngapain mamaaaa?”
Baru deh inget lagi gimana dulu gw segitu menghindari bilang jangan. Menyesal kenapa kok sekarang kelepasan lagi, semata-mata karena kurang sabar ngurusin dua anak sekaligus.
Pas banget setelah mikirin soal ini, ada teman yang posting di path tentang beberapa alternatif kata jangan. Sebagian pernah gw pakai dulu waktu masih sabar, dan sebenernya cukup efektif. Sebagian lagi akan coba gw pakai ke depannya. Semoga kali ini stok sabarnya nggak cepet abis hehehe.
Oiya, untuk beberapa hal gw tetap melarang dulu sebelum memberi penjelasan kenapa hal itu dilarang. Biasanya untuk hal yang berbahaya, seperti mainin colokan listrik atau manjat benda yang nggak kokoh. Soalnya darurat ya chuy, jangan sampe keburu kenapa-napa anaknya sembari kita masih sibuk kasih penjelasan. Untuk hal kaya gini mending angkut dulu anaknya, dijauhin dari tempat bahaya. Kalau jarak gw jauh dari dia biasanya gw bilang “stop” atau “tunggu mama datang” buat menghindari kata “jangan”. Setelah posisinya aman baru dikasih penjelasan, meski entah masuk apa nggak karena kadang udah keburu nangis bocahnya. Gimana ya nak, tugas mama yang utama supaya kamu sehat walafiat lahir batin soalnya. You may hate me this second but you will thank me for it some time.
Selamat mencoba!

image