May #MonthlyManicure | Purples and Mauves

On nails : OPI Tickle My France-y

On ring finger : OPI You’re Such a Budapest, striped with OPI Chocolate Moose

Top Coat : Seche Vite

Yang di jari manis bikinnya cuma modal selotip aja sih, caranya bisa dicontek di tutorialnya The Beauty Department.

20130522-083833.jpg

Advertisements

March #MonthlyManicure | Jagoan Neon

Semua berawal dari browsing trend 2013, yang katanya akan banyak warna warni neon. Lihat isi lemari kok kayaknya saya banyakan warna gelap dan netral. Mau pakai baju pink neon juga kurang pede, abis namapun kulit sawo matang, nggak terawat pula. Yang ada malah makin keliatan buluk deh.
Jawabannya pasti aksesoris. Tapi apa? Tas warna neon nggak doyan. Saya pun bukan maniak sepatu yang harus punya aneka warna. Anting nggak terlalu suka. Eeeh terus nemu jam tangan mungil di Wakai. Modelnya klasik, strap tipis kulit (sintetis) warna kuning neon. Kereeeen. Tapi kok harga setengah jetih? Udah gila kali. Terus mutung deh karena pengen tapi dalam hati tahu itu overpriced.
Terus karena belakangan ini sering iseng-iseng mewarnai kuku, kemudian di instagram nemu online shop yang jual aneka OPI set mini. Jadi daripada beli satu botol besar, dengan harga yang hampir sama bisa dapat 4 botol kecil aneka warna.

Dan ahaaaaaa ada yang warna NEON! Impulsif belanja kemudian menghasilkan eng ing eeeeeeng…

On fingernails : Suzy’s Hungary Again – OPI Euro Centrale Mini Set

On toes : Can’t Find My Czech Book – OPI Euro Centrale Mini Set

20130402-165339.jpg

February #MonthlyManicure | A Twist

Iseng di suatu malam ngoprek meja rias mama dan menghasilkan french manicure modifikasi

20130228-104912.jpg

Centilcentil lucu ya aku suka deh! Bling enough for a party but still acceptable for everyday. Warna mudanya pakai Revlon #345 Peach Smoothie, yang ternyata saat mengering ada aroma Peach nya. Warnanya agak terlalu pucat sih untuk kulit saya yang nggak terlalu putih, jadi kurang bagus kalau dipakai begitu aja. Makanya akhirnya saya tambah sedikit glitter di ujung, pakai glitter gold dari The Face Shop (entah namanya apa, browsing di google pun nggak nemu).

20130228-113416.jpg

Meskipun cantik nan ciamik hasilnya, tapi di kantor ternyata terlalu mengundang perhatian. Ditambah lagi itu glitter kok susahnya minta ampun mau dihapus deh. Setengah jam sendiri, pake nyangkut-nyangkut pula serat kapasnya.

20130228-114459.jpg

Next target, rencananya mau coba lagi dengan kuteks glitter yang lebih manusiawi (dan nggak terlalu bling).

20130228-114652.jpg

———-update———–
Ini hasil percobaan kedua dengan glitter yang lebih kecil. Overall nggak terlalu sukses sih, karena kemampuan memantulkan cahaya nggak sebagus glittet yang besar. Alhasil tante saya komen bahwa justru terlihat seperti ujung kuku saya kotor. Tergantung lagi dipandang dari arah mana sih.
Intinya apakah akan diulangi? Tidak. Ahahaha. Lebih suka versi pertama aja.

20130303-000604.jpg