Random Menjelang Libur

Hobi Terbaru 2013

adalah

sikat gigi sore hari.

Huahahaha… ketauan ya dulunya ga pernah. Sehabis sikat gigi rasanya segar kembali, lumayan lah membangkitkan hasrat bekerja. Mau ciam cium suami pulang kantor juga nggak takut bau *apasih*

I Prefer Desktop Computers

…dibanding laptop. Di kantor ini, jatahnya dapet laptop. Lebih mobile sih tapi ternyata nggak ergonomis. Leher pegel nunduk melulu ūüė¶

Ingin Potong Rambut

di salon yang dulu langganan. Tapi terkadang malu sambil ngikik-ngikik sendiri kalalu lihat tagline salon nya : Bengkel Cakep Loe Pade.

Anyways, besok libur lho teman-teman, dan habistu dilanjut cutiiiiii! Ayeah! See you next week.

They Wrote That For Us

About a week ago, I came upon this tweet in my timeline :

20130507-170016.jpg

Before that, I know very little of the people behind the¬†IWTFY¬†blog. True, I do read it a lot, especially at the times I feel a little bit lost. But at the same time I have no idea who actually wrote it. In fact, I didn’t really care. All I wanted was to read into the pictures and the words accompanying it, wondering if it meant what I think it meant.

Who was Iain Thomas? Who was Jon Ellis?

In short, they were “just” a wordsmith and a photographer, whose work are embedded together in a single context. But in reality, their work became beyond that. It was more than a picture with a caption. It was something that truly made people feel as if¬†they wrote that for us. It made us feel special. It made us feel understood. It made us believe we weren’t the only one who felt whatever it is we were feeling at the time.

I am not sad to hear the news that this would be the end of IWTFY. After all, it’s only natural that some things will end to make way for more things. Instead, I wish him all the best. I can see how artists can eventually be burdened by their own creations, and other people’s expectations and anticipations. It must be hard to revisit an unhappy memory or experience for the sake of your art, when personally you’re in a happy place. As it would also be difficult to revisit or emulate happiness when you are actually not there.

I don’t know if the people behind the blog will read this or not, but anyway good luck. And thank you.

29

From:¬†“Ayu Anditry Carmina”
Date: 10 December, 2010 10:15:05 AM GMT+08:00
To:¬†“spups”
Subject:¬†RE: nganggur…

Hey you,

Just found this email randomly. Interesting question in the morning.

Two years from now berarti lagi siap2 menyambut 2012 wekekekeke… Perhaps I’ll be a much calmer person, have a more stable core, truer and more honest to myself. Career wise, I hope to already make a leap closer to the eternal dream of social work and promoting education for women and children.

Will I be married yet? Hahahaha ga tau deh gue kalo yang ituuuu….

Bagaimana dengan kamu spups?

From:¬†“spups”
Sent : Monday May 11 2009 9.18 AM

To: Ayu Anditry Carmina
Subject:¬†nganggur…

sibuk spup?

just a brief Q.

“how will u see yourself in the next two years?”

selamat pagi dan selamat beraktifitas! ūüôā

There were some things I planned to have accomplished by now :

  • Become a Division Head/Assistant Vice President
  • Travel extensively
  • Work in education-related field, especially for women & children
  • Social work

There are some I’ve managed to go halfway through :

  • Become a calmer person (maybe it’s the Keep Calm posters trend that helped me on that?)
  • Have a pretty much stable core at times

And then there’s the obvious thing I never thought I would be by now :

MARRIED.

So what happened?

Dalam perjalanan beberapa tahun terakhir, ada banyak perubahan yang gw rasakan. Yang pertama dan ternyata paling signifikan adalah ketika menyadari bahwa meskipun karier sangat penting buat gw, tapi itu bukan segalanya. Sekitar 2 tahun lalu, bisa dibilang karier gw lagi bagus-bagusnya (menurut gw ya, ini kan subyektif). Kerja di perusahaan regional yang sedang berkembang banget, diikutin training ini-itu skala regional, diikutin project ini-itu kerja bareng dengan counterpart di negara-negara lain, contact lumayan intense sama head office di luar negeri, dikit-dikit teleconference. Seolah keren gitu waktu itu ya rasanya. Seneng sih karena sibuk dan banyak kenal orang baru, tapi mengapa eh mengapa hati ini kosong bener rasanya?

Pagi bangun, email-email sana sini, monitor project, presentasi, bikin proposal, presentasi lagi, telpon sana-sini, eh tiba-tiba udah jam 7 atau jam 8 malam. Pulangnya mampir makan malam dulu, terus sampai kost bengong-bengong nonton DVD, tidur. Besoknya begitu lagi. Sabtu minggu kadang-kadang begitu juga. Jadi apa ini makna hidupku?

Project-projectnya sih¬†exciting. Tapi begitu projectnya¬†goal, dan aku seneng, trus ceritanya ke siapaaa? Kalau capek di kantor, trus nyender sama siapa? Ahuhuhuhu.¬†Lonely¬†ini sih judulnya waktu itu. Nggak¬†balance. I love the work, but I didn’t really have the time to enjoy life.¬†

So I made a career choice. It turned out to be a wrong one, although I thought it was right at the time. 

Sebaliknya, ternyata meskipun kurang ideal untuk karier, tapi pilihan itu juga yang membuat gw tiba-tiba diajak nikah. Dan pilihan untuk menikah ini, ternyata menjadi hal yang suprisingly mengisi si ruang hampa itu. Ih dangdut ya. Nggak pernah terbayangkan gw akan dangdut begini ahahaha.

Tapi ya itu, aku bagaikan istri gadungan. Masak jarang, beres-beres jarang, perhatian kurang. Kalau ibarat tamagotchi kayak analoginya Smita, kayaknya udah tewas deh si tamagotchinya. Untung suami gw manusia, bisa urus diri sendiri ya amiiin. Masih harus banyak banyak banyak belajar deh intinya.

How did I start this year?

Dibangunin suami jam 12 malam, tiup lilin dan potong kue berdua karena mama papa sudah tidur dan adik tersayang belum pulang. Dikasih kado yang super manis. Dinner berdua di tempat fancy meskipun dinnernya jadi H+1, karena sama-sama kena lembur.

Lebih sedikit yang ngucapin selamat ulang tahun, tapi orang-orang yang kesayangan di hati tetep ngucapin kok. Dapet whatsapp dari sahabat di seberang dunia dengan kabar gembira :¬†she’s coming home for good next month.¬†Yeay!!!

Happy. And grateful.

So how do I see myself in the next 2 years?

Semoga bisa menjalankan semua peran rumah tangga dengan effortless ya (amin! *raup muka). Semakin peka kebutuhan suami, semakin bisa bagi waktu antara kebutuhan pribadi dan kebutuhan bersama.

Perihal karier, semoga sudah berpindah ke industri yang sesuai mimpi selama ini. Semoga sudah mulai wiraswasta. Semoga mengerjakan hal-hal yang menambah makna hidup.

Semoga sudah diberikan kepercayaan dari Allah SWT untuk membesarkan mini-me versions of us. Sementara itu, mempersiapkan diri lahir bathin dulu deh ah.

Amin!

Odd One Out

Pernah dengar McClintock Effect atau menstrual synchrony? Jadi ini adalah teori yang bilang bahwa kalau ada sekelompok perempuan yang tinggal bersama, lambat laun siklus menstruasinya akan saling tersinkronisasi alias jadi bareng. Asumsinya hal ini disebabkan karena feromon, walaupun masih banyak yang memperdebatkan teori ini. Pengalaman saya sih juga gitu ya, siklus mensnya dari yang tadinya jauh-jauhan bisa lama-lama bareng sama teman-teman terdekat.

Kalau yang saya lihat, kayaknya sinkronisasi ini nggak cuma berlaku untuk siklus mens. Biasanya, orang-orang di lingkar pertama pertemanan kita, melalui fase yang kurang lebih sama. Satu lulus, semua lulus. Satu pacaran, semua pacaran. Satu lagi doyan traveling, semua doyan. Nah dari kecil, saya nggak pernah punya satu in-group eksklusif, karena biasanya nggak semua minat saya terakomodasi di satu kelompok. Jadi nanti ada kelompok haha-hihi, ada kelompok ambisius (iki opooo kok kayak trio ambisi), ada teman-teman diskusi, dan lain-lain.

Mungkin karena saya termasuk yang jarang nempel lama di satu kelompok, jadi jarang juga tersinkronisasi. Waktu kuliah dulu, teman main saya nyaris semua menikah di waktu yang hampir bersamaan. Paling selisih satu-dua tahun. Waktu itu saya merasa left out banget, bukan karena saya iri ingin menikah (waktu itu sama sekali belum berminat menikah soalnya), tapi karena saya mulai nggak ngerti pembicaraan mereka tentang dekorasi, kebaya, dan detail pernikahan lainnya. Tahun berikutnya, saya semakin nggak nyambung dengan semua kisah kehamilan, melahirkan, dan menyusui. Pokoknya dengernya bingung deh, nggak kebayang. Di masa itu, saya masih asyik dengan karier dan kerjaan.

Eeeh sekarang kondisi malah terbalik. Di lingkar pertama saya, ternyata justru saya yang pertama menikah. Sedangkan teman-teman saya yang lain masih belum berminat kayaknya. Jadi tetap saja akhirnya left out rasanya huhuhu, karena giliran saya yang ribet soal dekorasi, kebaya dan detail pernikahan sendiri. Sedangkan mereka berpikir persis sama kayak saya dulu : gitu aja kenapa harus ribet sih?

-___________-”

Karma does exist, y’all.

 

Umur Nggak Bisa Bohong

Weekend kemarin ada outing team Human Capital di kantor. Komposisi peserta cukup bervariasi, ada 30% tim senior, 40% middle management, dan sisanya masih super junior alias seger-seger masih bau kampus. 

Agendanya selain workshop dan rencana kerja 2013, pastinya ada pula malam keakraban alias sarana katarsis pelepas stress kerja. Panitia menetapkan temanya adalah : 

80’s rock

Waseeekkk, gampang lah ini persiapannya. Referensi lagu jelas sudah hafal luar kepala, jiwa rocker sudah mendarah daging, tinggal tampilan luar aja dipoles biar meyakinkan. Layaknya malam keakraban pada umumnya, pasti wajib ada kuis dan performance adu putus urat malu. 

Ketika tiba hari H, coba tebak apa yang terjadi? Ternyata yang semangat nyanyi karaoke 80’s cuma sedikit banget. Sisanya ada yang jaim, ada yang nggak tahu lagunya, ada yang…udah ngantuk (padahal baru jam 10 malem). Anak-anak ODP (program MT khusus team Human Capital) yang saya prediksi akan super heboh di malam itu, kok juga pada lempeng aja mukanya. Lalu saya asumsi dong, mungkin karena mereka dari daerah (for the note, mereka semua berasal dari luar Jakarta, dan nggak semuanya dari kota besar) jadi ya beda selera lagu aja kali ya. Akhirnya saya kasih catatan ke diri sendiri, siapa tahu besok-besok didapuk jadi panitia, harus pilih tema dan lagu-lagu yang masuk ke semua lapisan, jangan cuma “selera Jakarta”.

Masuk ke sesi kuis, ternyata bocah-bocah mungil ini kok semakin datar? Padahal pertanyaannya seru-seru lho :

  1. Apa tagline TVRI?
  2. Apa kepanjangan dari ACI?
  3. Film seri apa saja yang biasa ditayangkan malam hari di RCTI?

Tapi…. kenapa mereka nggak bisa jawab? Bahkan nebak pun nggak bisa?

Akhirnya iseng dong bertanya ke salah satu dari mereka :

Kamu nggak tahu sama sekali ya soal-soal kuisnya?

Nggak Mbak

Memang kamu lahir tahun berapa sih?

Tahun 90 Mbak

Haaaah!!!! Apaaaa!?!?!?!

Jadi kamu nggak pernah merasakan masa ketika TVRI adalah satu-satunya saluran televisi yang bisa ditonton? Kamu nggak nonton Thundercats atau He-Man? Kamu nggak tahu apa rasanya lagi asyik nonton film Layar Emas dan harus rela dipotong oleh Dunia Dalam Berita atau siaran khusus yang menceritakan panjang lebar “instruksi bapak presiden”?¬†

Ini adalah generasi yang selalu punya pilihan. Ketika mereka sudah cukup usia untuk menonton televisi, mereka bebas memilih di antara lebih dari tiga saluran televisi. Wow.

Pada detik itu aku merasa sungguh tua.

New Theme

Ahahah ini posting penting nggak penting ya…

Setelah cukup lama pakai theme yang Ari, akhirnya mencoba theme baru yang ternyata bikinan anak negeri lho… Judulnya Minimalizine. Cukup sesuai dengan model theme yang saya suka lah, simple tapi stylish. Cuma sayang widgets nya ada di bawah semua, sedangkan akik sukanya kalau widgets bisa kliatan di samping post. Tapi yastralah ya, demi mendukung nama Indonesia (iki opoo nasionalisme membabi buta).

Mari kita lihat sejauh mana bertahan dengan theme ini yaa.

—————————————————————————–

ternyata cuma bertahan dua minggu deh, pake theme yang itu. Terus gerah karena nggak banyak yang bisa diutak-atik dan kembali berulah ke theme sebelumnya. huhuhu

Bring it on, 2013!!

Tahun-tahun sebelumnya, bikin resolusi kok ya nggak pernah terealisasi. Ini saya yang malas atau resolusinya yang terlalu susah ya? *uhuk jelas yang pertama*

Tanpa kapok, mari kita simak jajaran resolusi 2013 :

  1. Lebih banyak minum air putih. Rahasia kulit bagus tentunya adalah hidrasi, baik dari luar tapi terutama dari dalam. Lah apa kabar ini saya yang jarang sekali minum air putih? Nggak usah muluk-muluk dulu deh targetnya, minimal 1 liter air putih sehari.
  2. Olahraga rutin. Rutin bukan berarti harus sering (kok belum mulai udah keburu males begini nada-nadanya?). Maksudnya, yang penting dibiasakan olahraga aja dulu deh. Dulu pernah ikut-ikutan fitness tapi ya males juga kalau lokasinya nggak dekat rumah ataupun kantor. Jadi sekarang targetnya seminggu sekali berenang/jogging aja deh.
  3. Gadget¬†seringkali mendekatkan yang jauh tapi justru menjauhkan yang dekat. Semoga tahun 2013 bisa lebih “present” dan meresapi setiap momen yang ada tanpa terdistraksi¬†gadget. Paling tersadarkan dengan meninggalnya Opa kemarin, rasanya sebanyak itu waktu yang disediakan Allah (beliau meninggal di usia 82), kok ya sedikit sekali¬†quality time¬†yang saya habiskan bersama beliau.
  4. Feed the right animals, as written below

the-two-wolves