Aching for Baking

Belakangan lagi mood bikin bikin kue lagi…

setelah kemarin bikin versi kejususu, versi lemon, sekarang lagi kepikiran coba resep lain :

  • Honey Cakes. Langsung kebayang chiffon cakes di Eaton, fluffy nya minta ampun. Dan enaknya madu adalah dia manis tapi nggak terlalu manis.
  • Green Tea. Tapi para lelaki di rumah pada nggak doyan. Bah, bisa-bisa nggak ada yang makan.
  • White Chocolate. Murni karena kemarin iseng beli coklat putih batangan, terus sekarang gatel pengen ngapa-ngapainin.
  • Cinnamon Spice. Dulu pernah coba, resep cupcake yang biasa tapi ditambah bubuk kayu manis dan sebagian gula pasir diganti gula merah. Must try again nampaknya.
  • Brownies. Janji bikinin si adik dari sekian tahun lalu sampai sekarang nggak kesampean karena … resepnya hilang. Hadoooh.

I want to bake but I’m too lazy to prepare all the ingredients, too lazy to drag myself to the kitchen. Ah lebih baik lanjutin nonton Game of Thrones sejenak…

Advertisements

When Life Gives You Lemons…

Make Cupcakes!!!

Lemon cupcakes that is.

20130411-160037.jpg

———– updated April 17th¬†———–

sesuai request dari Nyonya Sepatu, berikut resep yang dipakai untuk bikin Lemon Cupcakes di atas. Resepnya seperti biasa nyontek dari pembuat cupcake idolaku yang sayangnya sudah nggak blogging lagi ūüė¶¬†Cheryl Porro is a cupcake goddess, so much that there were several lemon cupcakes recipe she concocted as can be seen here, here, here, here and here. Untuk percobaan kali ini, saya mencoba resep yang ini, tapi dibagi 2 supaya hasilnya juga nggak terlalu banyak. Di resep aslinya tertulis hasilnya bisa jadi sekitar 28 cupcake ukuran normal, tapi orang rumah lebih suka yang mini size.

Untuk ukuran bahan baku, biasanya saya konversi ke ukuran gram dan liter supaya lebih akurat (contekan bisa dilihat di sini, thanks to Metariza buat reference infonya). Berhubung kemarin sedang agak malas-malasan jadi saya nurut resepnya aja dengan berbekal measuring cups.

The Recipe : Lemon Cupcakes

Find the original recipe here. I halfed the recipe to make smaller cakes.

Bahan-bahan (hasilnya sekitar 30 cupcake mini) :

  • 1 stick mentega (jangan lupa pakai yang unsalted), dikeluarkan dari kulkas dan dibiarkan supaya mengikuti suhu ruangan.
  • 1 cup gula pasir
  • 2 butir telur besar
  • 11/8 cup tepung terigu –> itungannya ribet ya? ini akibat resepnya dibagi 2 hehehe
  • 3/4 sendok teh baking powder
  • 1/16 sendok teh garam
  • 3/8 cup susu
  • 1/8 cup air perasan lemon
  • zest (parutan kulit) 1 buah lemon

Cara membuat :

  1. Siapkan oven pada suhu 375 Celcius
  2. Aduk mentega yang sudah sesuai suhu ruangan dengan mixer (high speed) — sekitar 30 detik
  3. Masukkan gula, turunkan kecepatan mixer ke medium high, sampai adonan terlihat halus dan ringan — sekitar 3 menit
  4. Masukkan 1 butir telur, mixer selama 30 detik, kemudian masukkan telur kedua
  5. Dalam mangkuk terpisah, ayak campuran bahan kering : tepung terigu, baking powder dan garam
  6. Masukkan 1/3 bagian bahan kering ke dalam adonan, aduk dengan mixer.
  7. Masukkan 1/2 bagian susu, aduk dengan mixer
  8. Ulang tahap 5 dan 6 sampai bahan habis
  9. Masukkan air perasan lemon dan parutan kulit lemon, aduk dengan mixer
  10. Masukkan dalam cetakan
  11. Masukkan oven, turunkan suhu hingga 350 Celcius
  12. Panggang selama 22-25 menit. (supaya lebih pasti, cek kematangan dengan tusuk gigi).

The Result

Menurut saya ini ENAK BANGET. The flavor was citrusy yet sweet. Jadi nggak seperti kalau kebayang rasa lemon itu kecut, nah ini justru manis-manis segar. Berhubung suami nggak terlalu suka kue manis, jadi saya dikasih nilai 9 untuk soal rasa.

The texture was fluffy and light. Hampir-hampir mirip sponge cake, mungkin karena waktu mixing saya lebih lama dari yang dianjurkan jadi adonannya ngembang banget. Kalau saya bikin cupcake dari resepnya Cheryl ini memang rata-rata hasilnya fluffy, kayaknya (sok analisa) karena cara dia mencampur adonan kering dan basah sehingga lebih rata teraduk. Soalnya dulu saya bikin cupcake cuma langsung tuang semua adonan kering dan semua adonan basah jadi satu baru diaduk, dan hasilnya nggak sehalus ini adonannya.

The Lessons Learnt

Cacatnya adalah kematangan kue nggak rata, ada beberapa kue yang bagian tengah/bawahnya agak bantet dan kurang matang. Ini murni kesalahan saya sih berhubung sampai saat-saat terakhir saya LUPA MASUKIN TELUR. Hadeeeh begonya keliawatan ini sih hahahaha. Untung belum keburu dipanggang.

Kesalahan kedua adalah saya LUPA NURUNIN SUHU OVEN. Makanya beberapa kue gosong, dan ya itu tadi matangnya nggak rata. Nenek.

Percobaan berikutnya, kayaknya saya mau coba resep lemon cupcake yang lain di blog itu deh hehehe. Selain itu, kemarin cupcake dimakan bugil aja gitu, nggak ada icing atau tambahan apa pun. Niat awal mau dikasih lelehan coklat putih, eh lupa beli coklat putih. Sekarang kayaknya harus berpikir dulu kombinasi apa yang cocok sama rasa lemon manis ini. Doakan!

(LatePost) Milk & Cheese Cupcakes

Ini posting yang sangat terlambat, tentang upaya masak yang gagal. Alkisah akibat postingan giveaway sebelumnya, saya merasa tersentil kenapa nggak pernah coba bikin cupcakes lagi sih. Tapi suami nggak terlalu suka makanan manis, jadi rasanya sayang juga bikin sesuatu yang pasti dia nggak doyan.
Setelah browsing-browsing nemu deh resep cupcakes keju, tapi dengan paduan susu kental manis. Gimana hasilnya? Secara rasa, masih terlalu dominan susu kental manisnya daripada keju. Secara tekstur jadinya bantat, mungkin karena susu kental manisnya ya sedangkan umumnya bikin cupcakes kan pakai susu biasa.
Yaaak mari mencari kembali resep cupcakes keju untuk dicobaaaa.

20130422-155302.jpg

Resep yang saya pakai bisa dilihat di sini

Mayestik!

Nggak ada istilahnya diet di hari libur. Judulnya aja libur, artinya libur berbagai hal yang nyiksa diri. Mulai dari kerjaan sampai nahan-nahan makan.
Dan nggak ada tempat yang lebih tepat untuk makan menggila selain : pasar mayestik!
Pasca renovasi tahun 2012, pasar mayestik sekarang sudah jauh dari image zaman dulu yang gelap, bau (hasil kolaborasi aneka aroma bumbu dan daging) dan becek. Yang saya lihat sekarang justru ber-AC dan nyaman, terang benderang pula.
Di lantai dasar isinya make up, toiletries, aneka wadah kue (toples, loyang, dsb), kerajinan gerabah dan tentunya wadah-wadah seserahan. Lantai 1 ke atas penuh baju, sepatu, bahan sampai penjahit. Lantai 2 ke atas relatif kosong.
Kemana perginya bahan makanan dan kawan-kawan? Ternyata ada di basement, dan konsepnya semacam pasar modern gitu. Bersih. Selain itu areanya juga dikandangin pakai dinding kaca sehingga aromanya bisa terlokalisir.
Highlightnya? Pasti makanan. Selain kue tete hijau favorit saya, kue cubit setengah matang, suami memperkenalkan rumah makan padang Sepakat. Jelas kenapa namanya Sepakat, karena begitu masuk mulut kayaknya lidah saya langsung salaman sama itu dendeng balado. Sepakat sama rasanya. Best padang food in town! Maaf nggak ada fotonya, tiba-tiba keburu habis makanannya.

20130402-171954.jpg

#Trip : Yogyakarta (updated)

Awal bulan Februari lalu sempat impulsif ke Yogya. Judulnya impulsif karena kita datang tanpa itinerary, dan banyak banget perubahan rencana sepanjang perjalanan. Dari yang awalnya berangkat sama teman-teman kuliah si abang, kemudian H-2 pada batal karena sakit, trus mendadak teman-teman di kantor lama yang akhirnya bergabung. Trip yang seharusnya 3 hari 2 malam pun akhirnya harus terpotong jadi 2 hari 1 malam akibat kerjaan dadakan dari kantor.
Inti perjalanan tak lain dan tak bukan adalah kuliner tentunya. Dan ajak teman yang belum pernah ke Yogya buat lihat candi Borobudur dan ke keraton. Sayangnya kita ke sana pas persiapan sekaten, alhasil keratonnya tutuuup gak terima pengunjung. Ihiks.

20130403-113852.jpg
Dari kiri atas : Coklat Monggo, wedang ronde alun-alun, steak di Beukenhof, Bebek Goreng H. Slamet Asli

FOOD!

Bukan liburan kalau nggak selipin wisata kuliner, ya kan ya kan ya kan? Di waktu liburan Yogya yang sempit ini, setidaknya berhasil dapat beberapa makanan untuk dicoba-coba. Begitu landing dan mampir mini mart di bandara untuk beli minum, kemudian menemukan coklat lokal favorit : Coklat Monggo. Meski bikinan lokal, kualitas coklatnya bagus dan banyak varian rasanya. Favorit saya yang Orange Peel, karena terbuat dari dark chocolate (saya paling suka coklat yang agak pahit) dengan kombinasi kulit jeruk. Jadi ada kombinasi manis serta sedikit pahit dan asam. Perfecto! Kalau bingung beli oleh-oleh, bisa beli juga jenis ini. Rasanya sama saja, cuma dibalut bungkus bergambar khas Yogya.

Perhentian berikutnya, Bebek Goreng H. Slamet Asli. Our favorite crisp duck, with delicious sambal korek! Kalau yang benar-benar asli sih lokasinya di Sukoharjo ya, tapi kan Yogya masih dekat sama Sukoharjo jadi semoga rasanya nggak jauh juga bedanya. Dan memang tidak mengecewakan, bebeknya digoreng kering dan bumbunya sangat meresap sampai ke daging. Sambalnya? Jangan tanya gimana enaknya. Personally saya nggak terlalu suka pedas, tapi demi sambal ini saya rela deh menyonyo kepedasan saking gurihnya. The perfect sidekick for this duck! Untuk info lokasi Bebek Goreng H. Slamet (asli) saya peroleh dari website ini.

Sore-sore, saatnya main ke alun-alun. Banyak angkringan di sepanjang sisi alun-alun, dengan view langsung ke lapangan yang ada pohon beringin terkenal itu. Di sana kami menggila jajan jagung bakar, kopi tubruk, indomie rebus dan tentunya wedang ronde! Rasa sih biasa saja, higienis atau tidak juga diragukan, tapi suasananya nggak ada yang ngalahin!

Keesokan harinya kami ke Museum Ullen Sentalu, tapi karena ada kendala waktu akhirnya tidak sempat masuk dan cuma makan di Restoran Beukenhof yang ada di sana. Suasananya sih enak, sangat kolonial dan udaranya sejuk. Presentasi makanan cantik, tapi mungkin terlalu asli citarasa Belanda yang minim bumbu dan rempah. Lidah Indonesia macam saya kurang bisa menikmati jadinya. Jadi kalau ke sini, mungkin lebih baik untuk duduk-duduk ngobrol dan minum sehabis keliling museumnya saja.

20130403-115358.jpg
Dari kiri atas : Pohon beringin di alun-alun, Candi Prambanan, aneka becak hias di alun-alun, Ramayana Ballet

YOGYA @ NIGHT

Berhubung cuma 1 malam di sana, jadi nggak terlalu banyak aktivitas malam yang sempat dilakukan. Sore hari hingga menjelang malam ngangkring di alun-alun. Semakin malam, banyak becak yang dimodifikasi sedemikian rupa dengan aneka lampu warna-warni. Kalau suka, kita bisa minta diantar berkeliling alun-alun. Mungkin kalau punya anak kecil ini bisa jadi alternatif hiburan anak.

Setelah puas ngaso, saya meluncur ke area Candi Prambanan untuk nonton Ramayana Ballet alias Sendratari Ramayana. Idealnya nonton pertunjukan ini di musim kering, karena dipentaskan di pelataran candi. Sedangkan kalau musim hujan seperti saya kemarin, pentasnya indoor. For schedules see here, and here for reviews.

ShareTea Cocoa with Rock Salt & Cheese

Here’s a little quirk to up an otherwise hectic friday. Basically I am in love with bubble tea because of the bubbles, but this particular flavor is just so good, and to really enjoy it the right way you can’t put bubbles in.

You can’t drink this with a straw. The drink comes with a small blade, used to cut a 2-3 cm slit at the edge of the plastic cover. And then off we go to sip city!

By slowly tilting the cup as you drink, the two flavors are automatically mixed. It creates a sweet & savory combo to entice the senses. Loooove it.

20130321-165104.jpg

#GoBakeGiveaway dari @Metariza

Uwoooh aku sungguh bersemangat!!! Ternyata di endonesi ada juga yang bikin giveaway macem blog mancanegara. Dulu waktu sering blogwalking ke cupcake blogs (yang mana mayoritas adanya tidak di Indonesia), suka ngiler-ngiler liat¬†giveaway¬†yang hadiahnya berbagai perangkat bikin cupcake lucuk-lucuk. Liat perlengkapan masaknya aja udah pengen gigitin, pasti bikin¬†cupcake¬†pakai alat itu hasilnya sempurna dong yah. Ahahaha padahal nggak ada korelasinya juga ya…

Kalau dahulu ku hanya mampu gigit jari memandangi aneka ria giveaway di ranah dunia maya, sekarang pokoknya harus bisa ikutan dooooong. Yah yah yah, maka dari itu lah posting ini dibuat, semata sebagai salah satu persyaratan ikut giveaway ahakhakhak :p

Sebenernya syaratnya juga nggak susah sih, selain menginformasikan account twitter dan bikin posting tentang giveaway ini, kita cuma perlu share tentang motivasi awal baking dan resep andalan.

‚ÄúWhat and who motivates you to bake?‚ÄĚ

Sebenarnya dulu waktu kecil sih pernah bantuin nyokap bikin kue, meskipun yang saya kategorikan “membantu” adalah ngaduk-ngaduk adonan (baca : megangin mixer :p ) dan jilatin adonan sisa di mixer. Semakin saya besar, Mama sering terima pesanan kaastengels¬†untuk natal dan lebaran. Saya pun membantu cuma sebatas olesin telur sebelum adonan dipanggang, dan menyusun dalam toples. Sedikit pun nggak ada keinginan belajar.

Zaman SMA dan kuliah, saya suka sekali Brownies. Alhasil mulailah bereksperimen bikin brownies dengan resep asal-asalan entah darimana. Hasilnya? Mmmm ya nggak konsisten deh, hari ini enak, besok-besok teksturnya aneh. Padahal resepnya sama lho. Jadi saya menyerah dan berhenti bikin brownies. Waktu itu saya belum paham bahwa resep bukan sebatas bahan baku yang digunakan untuk membuat, terkadang proses pembuatannya bisa membuat begitu banyak perbedaan.

Ketika ada demam¬†cupcake¬†gila-gilaan, jadi deh saya ketularan pengen bikin. Ndilalah, sampai judul blog nya pun sok sok pakai unsur cupcake. Niatnya sih supaya rajin bikin kue. Kenyataannya? ¬†Bwahahahaha… Posting masak memasak cuma satu kali ajah. Abistu paling banter cuma pesen cupcake di toko langganan. Etapiii siapa tau hadiah¬†giveaway¬†kali ini bisa jadi motivasi untuk kembali bikin-bikin kue yaaah.. *amin*

‚ÄúWhat is your favorite recipe?‚ÄĚ

Ehm, jadi ceritanya pertanyaan ini ada 2 versi. Untuk yang baru mau mulai¬†baking¬†ditanya “What kind of food would you first bake?“. Nah saya kan jumawa dong, meskipun sekarang udah nggak pernah tapi dulunya beberapa kali bikin cupcakes ya, jadi merasa lebih masuk kategori¬†yang udah biasa baking¬†*yeah rite, toyor diri sendiri*

Kalo resep favorit ya standard aja sih, pakai resep cupcake andalan dari Nigella Lawson sang Domestic Goddess tapiiiii teknik membuat adonan mengikuti idola saya sebagaimana dia jabarkan di sini dan di sini.

Baiklaah semoga menaaang *prokprokprok*. Untuk yang tertarik ikut giveaway ini, kalau nggak salah masih dibuka sampai 30 November 2012, lengkapnya monggo dilihat di sini. Pengennya sih yang ikut nggak usah banyak-banyak supaya kesempatan menang lebih besar, mending pada doain saya menang ajah ahahaha, tapi ya jadi manusia kan nggak boleh ehois toh, harus bisa legowo. Siapa tahu malah jadi beneran menang. *amin* :p