Review : MiniLoveBites

Kata Julia Child : a party without a cake is just a meeting. Artinya, kurang pesta dong ah kalau nggak ada kue. Nah, ini dia salah satu hal yang sempat rada bikin pusing waktu persiapan acara March Babies are Turning Choo Choo kemarin. Budget awal kami kan terbatas ya, sedangkan impian para HotMamas sungguh tidak berbatas … mau kue yang rasanya enak, bentuknya lucu, plus dessert table sesuai tema kereta api. Kemudian di group LINE berseliweran aneka inspirasi dessert table dan kue dari pinterest. Gimana coba realisasinya???

 

Eh, berkat inisiatif beberapa orang panitia yang menyebar proposal ternyata gayung bersambut : Mini Love Bites bersedia jadi sponsor! Nyumbang kue ulang tahun! Plus dessert table! *sujud syukur*

Sewaktu panitia ditanya mau dessert table seperti apa, jujur aja sebenernya kami nggak berani berharap banyak. Namapun gratisan masa iya mau ngelunjak minta begini minta begitu begitu ya kan? Akhirnya kita cuma cerita bahwa temanya ChooChoo Train, sama ngasih sedikit gambar-gambar pinterest yang sempat ditaksir. Abis itu udahlah kita pasrahin aja yang penting ada kue hahaha.

Pas hari H, sebagai buketu saya datang sekitar 3 jam sebelum acara. Nggak berapa lama, tetiba team Mini Love Bites juga sudah hadir di lokasi. Karena riweuh dengan beberapa hal yang masih harus disiapkan, jadi saya nggak terlalu banyak nemenin apalagi mengontrol ke lokasi dessert table. Balik lagi ya namanya juga sponsor saya mah pasrah aja – beda banget lah sama kalo vendor bayaran, aura bosslady bertanduk langsung keluar.

Kelar beresin ini itu, tetiba team Mini Love Bites nyamperin untuk nanya dessert tablenya udah sesuai keinginan belum. Ya ampun pas lihat kayaknya nggak percaya banget, INI KOK BAGUS AMAT YAAAH… Nggak tega ih mau makannya! Langsung deh foto-foto dan kirim ke group LINE, disambut dengan jeritan heboh para ibu-ibu yang masih di jalan.

 

image

image

image

image

Soal rasa sih udahlah nggak usah ditanya yah. Terbukti di akhir acara nggak ada satu pun kue yang tersisa lho. Ludes des des… berhubung salah satu isi goodiebag adalah kotak makan, maka jiwa emak-emak semakin tidak terbendung. Tanpa dicuci dulu, langsung dimanfaatkan buat wadah bawa kue-kue pulang. Bungkus!!!! Jangan kasih kendor!

Untuk beberapa hari berikutnya, mulai deh di group LINE kembali bertebaran foto-foto kue. Ternyata hasil mbungkus Mini Love Bites, yang menjelma sebagai menu sarapan dan dessert di rumah masing-masing member Kelas Maret. Thank you yaa Mini Love Bites!!!

Advertisements

Review : Albemama

Hola, hari ini ada guest writer yang mau share reviewnya atas salah satu isi goodie bag event ulang tahun FabFeb 2014 kemarin. Thank you, Mbak Anin & Abian.

Di event Birthday Bash TUM BC Fabfeb 2014 yang digelar di Jakarta tanggal 14 Februari 2016 lalu, sebisa mungkin kami memilih camilan yang sehat untuk masuk dalam goodie bag kami. Kebetulan Albemama bersedia berpartisipasi dengan menyediakan doorprize Madu Beepollen Almond, Madu Strawberry, Madu Pahit, Madu Sarang Lebah, dan Madu Multiflora. Udah kasih banyak doorprize, semua toddler FabFeb dibekelin camilan sehat juga di masing-masing goodie bagnya. Namanya BISTIKCOLENAK = Bikuit Stik Dicocol Enak. Biskuit stik dengan cocolan, ada madu dan selai sebagai cocolannya. Unik yah?

Nama Albemama ternyata menggambarkan betapa sehatnya makanan ini, karena komposisinya hanya terdiri dari 4 bahan alami, yaitu : ALmond, BEepollen, MAdumurni & MAcadamia. Albemama ini produksi lokal lho, yaitu dari Bandung. Lokasi tepatnya di Jalan Sederhana No. 32A, Sukajadi, Bandung.

Pertama kali buka goodie bag, yang pertama banget Abian ambil ya BISTIKCOLENAK ini. Abian coba yang cocolannya madu dari bunga strawberry. Keliatan enjoy banget dia nyocol-nyocolin biskuit stik ke madunya, lalu hap dimakan dengan lahap. Mamanya penasaran, jadi ikut ngemil juga 😄

image

Beneran gak khawatir kalau cemilannya dari Albemama, karena dibuat TANPA pemanis buatan, gula, kimia, pengawet, pewarna, perasa. Rasanya unik, enak, dan bergizi.

Setelah baca review dari Mbak Anin & Abian, gw jadi penasaran dong. Kebetulan banget waktu bongkar goodiebag ada biskuit yang langsung bikin aku tertarik. Ndilalah ternyata ya Albemama punya. Dan bener banget kata Mbak Anin : ini snack yang bikin anak senang, mama tenang. Konsepnya unik sih, nggak pernah kepikiran aja gw menjadikan madu sebagai cocolan, padahal Aksara lagi doyan banget madu. Selama ini cuma gw kasih madu yg dilarutkan air hangat, supaya ceritanya “minum teh kayak mama”. Nah dengan biskuit colenak ini, Aksara jadi bisa ngemil sambil makan madu. Yum! Thanks, Albemama.

image

image

Instagram : @albemama
WA/SMS : 087722566677
Line : ALBEMAMA
Website : www.albemama.com

– this post is partly in collaboration with The Urban Mama Fabulous February 2014 Birth Club, cowritten with Anin

Review : Maduji

Satu lagi sharing dari teman Birth Club Februari 2014 The Urban Mama, yaitu Mbak Anin.

Di acara birthday bash 14 Februari kemarin, Abian (anaknya Mbak Anin) dapat oleh-oleh 2 botol madu dari Maduji. Kebetulan Abian ini penggemar madu, kadang madu dicampur air teh, dicampur air putih, dicolek langsung juga doyan. Pas banget juga stok madu di rumah Mbak Anin lagi habis, jadi bisa langsung sekalian jajal madunya Maduji… dan ternyata Abian suka!

Maduji adalah madu hutan alami yang dihasilkan oleh lebah hutan Sumatra lho.

Instagram : @maduji_madu_hutan_alami

– this post is partly in collaboration with The Urban Mama Fabulous February 2014 Birth Club, cowritten with Anin

Review : Mandorle Raw Almond Milk

Masih dalam rangkaian review vendor acara birthday bash kemarin, hari ini ada Elva,  guest writer yang mau share tentang salah satu minuman yang disuguhkan saat acara : Mandorle Raw Almond Milk.

Di acara birthday Fabulous February, Mandorle memberikan support berupa aneka rasa minuman susu almond. Kebetulan saya pertama kali mencoba Mandorle Raw Almond Milk rasa Choco, dan saya langsung jatuh cinta. Ini beda. Memang rasa tidak bisa bohong. Kesegaran almond sangat terasa, takaran gula pas dan tidak kemanisan. Saya langsung penasaran untuk memesan lagi.

Mandorle Raw Almond Milk menyediakan 10 varian yang menggiurkan untuk dicoba yaitu: pure, sweetened, choco, dates, oatey (oat-honey), matcha, lemongrass, money (cinnamon-honey), jreen (ginger-green peas), dan honeymile (honey-chamomile tea). Selain itu, bisa juga ditambahkan chia seed bila mau. Sehat banget ya!

image

Saya terkesan dengan pelayanan dari ownernya yang ramah, cepat dan memuaskan. Yang terpenting rasa dan kualitas almond milk yang saya rasakan memuaskan, enaak bangeet.

Almond milk ini diklaim memiliki daya tahan :
maks 2 jam suhu ruang di outdoor,
maks. 4 jam di dalam cooler box dengan icegel/sejenis,
maks. 3 hari di dalam kulkas bawah,
dan 7-10 hari di dalam freezer.

IG: mandorleindonesia
WA: 0812.1000.1085
Line : deyjati

– this post is partly in collaboration with The Urban Mama Fabulous February 2014 Birth Club, cowritten with Elva

Review : Blastacake

Karena nggak bisa hadir di acara ulang tahun bersama Birth Club Februari 2014 TUM bulan lalu, kadang suka minta diceritain sama Urban Mamas yang lain tentang acaranya. Biar berasa hadir, gitu. Salah satu yang paling bikin penasaran adalah konsumsi hari H, karena nggak termasuk dalam goodiebag yg dikirim menyusul.

Nah, salah satu yang dapat review positive adalah kue ulang tahun. Waaah sekeren apa ya? Berikut cerita dari Dezka, mamanya Addin :

SIAPA SIH VENDORNYA, DEZ?

Blastacake merupakan salah satu online bakers pilihan untuk kue ulang tahun atau kue-kue perayaan lainnya. Kita tinggal memberitahukan desain yang diinginkan seperti apa lalu akan diwujudkan oleh Blastacake dengan apik.

KAYAK APA KUE YANG DIPESAN?

image

Dalam perayaan ulang tahun The Urban Mama February’14 Birth Club (TUM FabFeb 14) kemarin, Blastacake mengirimkan kue dengan tema “Jungle” lengkap dengan maskot TUM FabFeb 14 dan miniatur binatang dari fondant, detail sekali pengerjaannya.

GIMANA RASANYA?

Untuk urusan rasa tidak perlu diragukan, karena semua jenis kue yang dibuat oleh Blastacake rasanya sungguh enakkk.. Selain kue ulang tahun, Blastacake juga menyediakan jasa untuk dessert table beserta dekorasinya.

TERUS CONTACT KE MANA UNTUK PESAN?

Instagram: @blastacake_sita
Line ID: nursitaracharlina

– this post is partly in collaboration with The Urban Mama Fabulous February 2014 Birth Club, cowritten with Dezka

Patut Dicoba

Holaaa masih dalam rangka International Breastfeeding Week. Nemu beberapa hal yang saat ini baru mulai dicoba untuk meningkatkan produksi ASI.

Jus Pare

Apaaaa?!? Ihihihi pertama nemu ini di instagramnya Andra Alodita, kemudian sedikit tanya-tanya pada ybs melalui email (orangnya baik banget yaaa hihihi, suka deh!)

Dengan sedikit modifikasi pada resep aslinya, tadi pagi perdana sarapan pakai jus pare. Ternyata sama sekali nggak pahit, hanya ada sedikit rasa getir di awal, tapi ya bisa kita akalin juga dengan nambah takaran bahan lainnya.

Self Massage

Gw orang yang suka banget dipijat. Aktivitas menyusui dan mompa (dan jam tidur yang cuma seiprit) ngefek banget bikin otot-otot gw tegang semua, yang otomatis ngefek juga ke produksi ASI. Kalau badan capek kurang tidur, ASI gw pasti nggak bisa banyak. Sedangkan gw kan nggak punya banyak stok dan seringkali kejar tayang (more on that later), jadi ya penurunan produksi sedikitpun langsung bikin gw kebakaran jenggot.

Nah tadi nemu exercise ini nih untuk melemaskan otot-otot, jadi kita nggak tergantung orang lain untuk mijetin kita.

Hasilnya belum tahu ya, wong baru mau dicoba hari ini. Will update soon kalau memang ngefek. Buibu yang lain silakan dicoba ya, please inform me juga kalau ada trik-trik lainnya.

Selamat menyusui!

Badanku

Badanku duluuu, tak begini

Tapi kini tak cukup lagiii

Dulu saya termasuk orang yang susah gemuk. Mau makan sebanyak apapun nggak ada pengaruh ke bodi deh. Badan ini justru baru akan menggemuk kalau saya banyak tidur. Berhubung di masa muda dahulu sering nggak bisa tidur, ya jelas aja akhirnya badan saya segitu-gitu aja. Bahkan bisa dibilang cenderung underweight.

Sekitar 2 tahun lalu, namanya usia ya, saya jadi lebih mudah capek, sehingga tidak sulit tidur lagi dan juga lebih banyak makan. Badan jadi semakin tebal dan bobot bertambah, sehingga alhamdulillah masuk kategori berat badan normal.

Setelah menikah, terjawab sudah kenapa dulu saya susah tidur. Ternyata karena saya nggak suka tidur sendiri. Buktinya begitu ada yang nemenin, tidur jadi super pulas las las. Jam 10 malem aja udah berat rasanya ini mata. Ditambah komentar-komentar semacam

“Sekarang keliatan seger ya Ndied”

Jadilah, banyak justifikasi untuk saya terus makan dan tidur. Makan, tidur, nyemil, makan, tidur, nyemil, sehingga tiba-tiba kagetlah saya begitu CELANA UDAH PADA NGGAK MUAT. Dan nggak muat nya itu bukan yang cuma sebatas susah dikancing atau jadi ketat ya, tapi ini sudah pada tahapan bener-bener badan saya nggak bisa masuk ke semua baju-baju itu. Solusinya? Upsize lah! Justru saya agak senang karena dulu ukuran baju agak susah karena S nya cenderung XS, tapi nggak bisa pakai petite juga. Kesimpulannya dengan semakin gemuk, justru semakin banyak pilihan baju yang cocok dipakai.

Cerita belum selesai sampai disini. Sekitar sebulan lalu, baju-baju baru yang saya beli ternyata JUGA SUDAH TIDAK MUAT. Lah gimana siiiih perasaan baru kemarin beli masa ini udah nggak muat lagi? Dan sesudah dilihat-lihat kok yang nggak muat sekarang cuma di bagian perut. Judulnya buncit. Pas nimbang, ternyata sekarang sudah agak overweight. Yaampoon, drastisnya! Total kenaikan sekitar 10 kiloan lah dalam 1 tahunan terakhir. Ebuseeet.

Peristiwa paling jeder adalah ketika bustier saya sobek pas akad nikah!! Padahal saya cuman lagi duduk doang lho. Jeder nomer 2, lagi belanja dan mau coba salah satu baju, Masnya nanya “size apa Mbak?”. Berhubung biasa pakai XS saya pikir kalo naik satu ukuran ya jadinya S dong. Masaaaaa pas saya jawab mau coba size S dia ngeliatin dari atas sampe bawah sambil bilang “S? M kali ya Mbak” terus naikin alis sebelah. Zzzzz. Dan emang iya bener, pas pakai size S saya lebih mirip lontong. Hahahaha. Jeder nomer 3 adalah ketika naksir celana di salah satu online shop terus mau beli. Dilihat size chartnya dia, ternyata ukuran paling besarnya pun nggak akan muat saya pakai. Jyaaaah.

Begini nih akibat jumawa ya, mentang-mentang dulu badan stabil terus sekarang belagu makannya kayak orang kalap. Kalau dipikir lagi, belakangan ini saya banyak makan itu bukan karena lapar tapi karena bosan. Bengong dikit nyemil, lagi mikir nyemil, dikit-dikit nyemil deh pokoknya. Dan makanannya pun sama sekali tidak sehat : gorengan, kue-kue yang kadar gulanya banyak banget, permen, chiki-chikian. Hahahahaha pantesan aja masuk ke pinggang semua, wong nggak ada gizinya.

Saya bukan orang yang menjunjung tinggi badan kurus, malah saya nggak suka zaman dulu waktu badan saya kurus banget sampai kayak orang sakit. Saya juga nggak rela harus ngebatas-batasin makanan cuma demi kurus. Tapi masa iya sih kita sudah dikasih badan yang sehat terus nggak dijaga? Minimal daripada nyemil yang nggak sehat gitu mending nyemil buah lah. Alhamdulillah saya termasuk orang yang sebenarnya cukup doyan makan sayur dan buah tanpa harus dipaksa, jadi toh sebenarnya nggak ada pengorbanan berarti yang harus dilakukan untuk tetap sehat. Cuma sebatas merubah kebiasaan. Doakaaan 🙂