Furry Friends

Udah lama nggak libur panjang, dan kerjaan lagi hectic berat. Akhirnya jadi buka-buka foto trip-trip lama, one of the best was Bangkok with the girls in 2011.
Dan ini highlight moment buat saya : kruntelan sama bayi harimau.

20130308-001255.jpg

Fingerpuppet Frenzy

Masih ingatkah sama posting sebelumnya tentang Mario?

Nahhhh akhirnya kedatangan tamu baru lagi dari Desa Boneka. Lalu aku pusing karena semuanya lucu-lucu, kok jadi pengen disimpen sendiri ahuhuhu….

Geng pertama yang datang adalah Mario & Friends. Ini lagi-lagi custom order untuk si pacar karena dia suka sekali sama Mario. Heran deh, ngefans kok sama tukang ledeng kumisan? Tapi ya sudahlah, mereka memang lucu sekali. Untuk anggota gengnya terdiri dari :

  • Mister Mario sendiri
  • Sohibnye doi : Luigi
  • Yoshi, dinosaurus peliharaannya
  • Princess Peach alias ehem-ehem nya Mario
  • lalu si jamur yang belakangan diketahui bernama Toad atau Kinopio kalau di versi Jepang

 

Kenapa saya gak masukin King Koopa? Karena ini geng anak baik-baik, jadi gak boleh ada penjahatnya (ih apa sih hahahaha)…

Geng kedua, bukan custom order, saya cuma kombinasikan dari pilihan set hewan yang ada di Desa Boneka. Kombinasinya dipilih sesuai dengan hewan-hewan kesukaan Sabia berdasarkan info dari babemnya. Kalau nggak salah di Desa Boneka sudah ada set khusus binatang hutan, serangga, hewan ternak, hewan laut, dll. Nah khusus untuk Sabia, sengaja dipilihkan seekor Pus Kecil, gajah, jerapah, anjing dan kelinci. Huhuhu lucu yaaaaaa…. Ngebayanginnya aja udah gemesssss!

Lalu aku menjadi nangis terharu menyes cengeng ketika dikirimin Voice Note suara pus kecil bilang

Te Anit, Om Angga, Ia udah tima kanyaaa. Ia suka kali! Mkasih! Dadah!

Dan dibalas dengan kami berdua refleks bilang “dadaaaaaaaah…” plus tentunya dibubuhi request untuk nanti langsung cepet-cepet produksi satu pus kecil seperti Sabia. Yak bagoooos, beresin urusan nikahan dulu aja gemanah? Hmmm, jangan-jangan ini sebabnya di antara berbagai urusan nikahan, satu-satunya yang sudah fixed dan confirmed adalah BULAN MADU?

Anyway, kayaknya finger puppets dari Desa Boneka ini memang pilihan yang tepat untuk kasih kado ke pasangan yang punya anak kecil ya. Soalnya saya pribadi nggak terlalu suka sama mainan yang kurang menstimulasi imajinasi atau bikin anak sibuk sendiri dan jadi cuek sama orang lain. Bagaimanapun, sesi bonding dengan orang tua itu kayaknya penting. Dan karena saya ingin anak saya (nanti kalau sudah punya) tertarik untuk belajar membaca sejak dini, fingerpuppets ini bisa jadi alat bantu yang menarik untuk sesi dongeng ke anak supaya lebih interaktif dan mereka tidak cepat bosan.

Pun nantinya bisa dipakai si anak main sambil mengarang ceritanya sendiri. Dan benar sajaaaa, kemarin sempat di tag foto Sabia lagi main masak-masakan. Bonekanya didudukin di kursi-kursi mungil ya ampooooooooon lucu amat sik!!!

Terima kasih ya Desa Boneka untuk kesanggupannya memenuhi custom order ku. Attention to detailnya patut diacungi jempol. Nilai plus lainnya adalah packaging berbentuk rumah-rumahan yang sangat sangat manis. Jadi seolah-olah itu satu geng hijrah dari Desa Boneka sambil bawa rumahnya sekalian.

Teriam kasih juga neng Smita dan Sabiaaa

secuplik surga

Surga itu pulang dari kerjaan hectic lalu disambut :
quality time leyeleye pelukpeluk cengar cengir
sesi belanja menggila bersama teman-teman terbaik
dijemput dua lakilaki terpenting dalam hidup – kitonk & sibabeh
ngobril ngalor ngidul jam satu pagi sekeluarga – lengkap sama satu ekor kucing tengil yang cari fokus terus

Thank you all, you beautiful, wonderful people ♥

…PussyCAT doll

Tampaknya emak bapak saya udah nggak sabar ingin punya cucu. Beberapa kali hal ini disinggung dan sekian kali pula saya menanggapinya dengan cengar-cengir ala kura-kura dalam perahu (pura-pura tidak tahu).

Hasrat mereka semakin kentara ketika keluarga kami memutuskan mengadopsi seekor kucing kampung (sebenarnya si kucing itu yang secara sepihak dan semena-mena mendeklarasikan bahwa rumah kami = rumah dia).
Kucing ini secara khusus memang bukan orang kucing asing bagi kami. Kalau masih ingat cerita di posting sebelumnya tentang tem, bubu, kunkun + mamahnya, kucing sok asik ini adalah si kunkun dalam cerita tersebut. Jadi memang dia cukup sering main ke rumah, dan disambut dengan cukup ramah oleh segenap anggota keluarga.
Lama kelamaan dia keenakan. Setiap jam makan entah mengapa dia selalu sukses nongol di bawah meja makan (cerdasnyaaa kucing ini). Ikut nonton tv sama prt di rumah saya. Bahkan dia suka iseng nyelisip2 masuk lemari.
Kucing ini tidak sepenuhnya nggak tau diri sih. Sesekali dia ‘membalas budi’ dengan caranya sendiri : menangkap tikus. Diletakkannya tikus yang sudah almarhum itu, terkapar di luar rumah, seperti mau bilang “ini upah kalian untuk ngasih makan saya 2 minggu ke depan”.
Oke, mulai ngelantur. Apa hubungannya pengen punya cucu sama kucing ajaib? Karenaaaa sejak jaman dahulu kala ibu saya itu paling anti sama makhluk bernama kucing. Tapi kucing ini direlakannya tidur di kamar bapak ibu saya, seperti anak bayi.
Dan secinta2nya bapak saya sama kucing, nggak pernah sampai dia rela MENCUCIKAN PIRING MAKANAN SI KUCING. Bahkan piring makanan miliknya sendiri nggak pernah dicuci sama bapak saya.

Tau kan bagaimana kakek nenek itu selalu bangga sama hal2 paling kecil yang dilakukan cucunya? Bahkan ketika cucunya pup di atas baju kakek neneknya yang paling mahal pun bagi mereka adalah sesuatu yang sangat menggemaskan. “Ih opa opa liat deh si schaatje pup di atas baju oma yang Prada. Pinter banget sih maunya pup di atas barang mahal. Cucu siapa dulu dooong”. Gitu kali kira2 pembicaraannya ya.
Bapak ibu saya punya reaksi yang sama pada si kunkun. Setiap kali temperamen bapak saya agak kumat, atau ibu saya lagi bete di kantor, cerita2 kecil mengenai kenakalan si kunkun di hari itu selalu sukses membuat mereka tersenyum kembali.
Teman saya bilang “wah, ndied, beneran pengen cucu itu artinya”. Astaganaga. Matilah saya.
Selain saya sering mati gaya di depan anak kecil, rasanya lahir bathin kok ya belum siap untuk memunculkan andied-andied kecil di dunia ini.
Saya masih terlalu egois dan terlalu apatis. Gimana mau ngajarin anaknya kalau ibunya juga belum (sepenuhnya) matang?

Jadi ma, pa, berapa ekor kucing yang kalian mau (sambil menunggu)? 😀

KucingKucing

berhubung hari ini ‘perut kurang mau berkompromi’ alhasil gue dirumah aja… browsing2 sana sini sambil bekerja dari rumah. dan tiba2 gue menemukan site yang lucunya MENTOK! berhubung gue termasuk cat person tingkat tinggi, maka kira2 apa reaksi gue ketika kesandung site yang isinya mayoritas adalah FOTOFOTO KUCING BERPOSE LUCU MAMPUS??? awwwww gemes banget liatnya, sampai rasanya pengen ikutan berfoto dengan pose lucu mampus juga hahahahaha. sayangnya gue bukan kucing, jadi selucu apa (menurut gue) pose gue ya tetep aja gak bakal selucu kucingkucing sialan itu.

hubungan gue dengan kucing sayangnya tidak selallu harmonis. dari mulai dicakar, digigit, dikejar2 (ada kucing gue yang agak hiper dulu), gendong kucing yang tiba2 pipis/pup di baju gue, semuanya pernah. ditambah lagi gue sebenernya alergi sama bulu kucing. tapi ya gimana…. namanya cinta. ahahahahahaha…

kecintaan gue sama kucing sebenernya agak ekstrim sih kalo kata temen2 gue. soalnya kucing kampung di pinggir jalan yang kotor dan bau aja buat gue tetep terlihat manis dan bisa tiba2 gue gendong2. tiap kali liat kucing pasti tiba2 gue mengeluarkan suara meongmeong dengan frekuensi tinggi yang sebenernya cukup annoying hahahaha… tapi gue tetep berusaha semirip mungkin sama suara kucing beneran dengan harapan bisa berkomunikasi sama mereka. mulai dari suara anak kucing, suara kucing garong, sampe suara kucing kawin bisa gue tiru. tapi itu kan menurut gue. kalo reaksi para kucing yang gue ajak ngomong pake bahasa meongmeong itu mah, biasanya mereka cuma memandangi gue dengan pandangan iba seperti mau bilang ‘kasiyan ya ini manusia, kenapa mengeluarkan suara seperti buntutnya kejepit pager?”

sekarang ini gue gak secara resmi punya kucing, tapi ada beberapa kucing daerah rumah gue yang sering datang & pergi di teras. biasanya sekedar minta makan, numpang berteduh kalo hujan, numpang tiduran di atas kap mobil, numpang main kejar2an di taman, atau numpang minta dielus-elus.

Dari sekian banyak kucing numpang lewat, ada beberapa pengunjung tetap yang akhirnya gue kasih nama dengan semena-mena (dan mereka juga sebenernya gak nyaut kalo gue panggil pake nama itu hihihhii)

Team pertama adalah Kunkun, Bubu, Tem + mamanya. Kunkun Bubu & Tem adalah 3 ekor anak kucing yang lucunya gila2an. Sejarah keluarga mereka dengan keluarga gue cukup panjang. Berawal dari suatu hari di bulan Februari ketika mamanya mereka yang belangtiga (biar singkat kita sebut aja si belang3 yaaa) melahirkan di garasi rumah gue. Tampaknya si belang3 ini hamil di usia muda, jadi anaknya ditinggal gitu aja di garasi gue yang kemudian mengakibatkan 4 ekor anak kucing itu sibuk ngeangngeong mencari ibunya. Akhirnya sama orang rumah anak-anak kucingnya dikumpulin di kardus, ditaruh di teras. Supaya si belang3 ntar gampang ngambilnya. Dan untungnya si belang3 masih inget sama anak-anaknya. Mereka dijemput, dipindahin ke tempat lain, beres. Eh tapi tibatiba kok masih ada suara ngeong2 superlemah dari garasi gue. Dicari-cari dan ternyata ketemu satu lagi anak kucing nyelip di belakang lemari. Kita pindahinlah dia ke kardus yang tadinya buat naruh kakak-adiknya itu, dengan harapan si belang3 akan datang menjemput anaknya. Sayangnya sodarasodari, kucing tidak bisa berhitung. Jadi si belang3 gak merasa anaknya kurang dan dia sama sekali gak ngerasa perlu berkunjung ke teras gue lagi…

Untuk menghindari si anak kucing ini mati kelaparan, maka dibuatlah task force khusus yang bertugas menjadi ibu pengganti. Mulailah keluarga gue pontangpanting research harus dikasih makan apa itu kucing, karena sayangnya di keluarga gue tidak ada yang bisa memproduksi susu kucing. Akhirnya kita belilah susu khusus untuk orphan kittens, kucingnya ditaruh di kardus di dalem rumah dan dikasih bertumpuk2 handuk & selimut biar hangat, terus disuapin susu pake pipet, terus abis makan kita pijet2 perutnya biar bisa pup… malang oh malang, ibu kota memang lebih jahat dari ibu bohongan, anak kucing itu (yang akhirnya kita kasih nama theodore..hahahaha gara2 baru nonton alvin&the chipmunks) akhirnya tidak bisa bertahan… sedih euy. Jadi keluarga gue agak mendendam sebenarnya sama si belang3. Karena kalau saja seandainya dia bisa berhitung, pasti theodore gak perlu meninggalkan dunia yang kejam ini…

Tapi eh tapi, beberapa bulan lalu si belang3 ini perutnya udah menggembung lagi, dan akhirnya melahirkan di rumah tetangga gue. Yang lucunya, anaknya 3 dan tiga2nya berbeda warna. Ada yang warna AbuAbu (makanya dipanggil bubu), ada yang warna kuning (kunkun) dan yang satu lagi hitammmmampus (tem). 3 anak ini suka banget main kejarkejaran dan terkamterkaman satu sama lainnya, dan entah kenapa suka banget melakukan aktivitas main ini di halaman rumah gue. Karena dalam spektrum cuteness 1-10 mereka mencapai skor 9.3 maka akhirnya dendam kami luluh terhadap ibunya (meskipun tidak cukup luluh untuk mainmain sama ibunya. kita main sama anak2nya aja.)

Team kedua adalah Kubrick beserta PapaMamanya

Kubrick adalah singkatan dari Kucing Jabrick. Kenapa namanya begitu karena kucing ini bulu ekornya jabrik macam kucing hendak bertengkar. Tapi kan kalau kucing mau berantem cuma jabrik sesaat terus normal lagi, sedangkan kucing ini jabrik senantiasa. Mau seneng, sedih, marah, dia keukeuh aja bulu ekornya harus jabrik model arumanis gitu. Padahal bapaknya adalah kucing kampung, preman paling senior di gang rumah gue. Yang kalo bapaknya lewat kucing lain pada minggir seminggirminggirnya. Mukanya jelek banget, sangat intimidatif, dan bopengbopeng bekas luka perang sama kucing lain. Ibunya juga kucing biasa yang bulunya lepek2 aja. Tau itu dapet bulu begitu dari mana dia. Nah si jabrik ini emang juaranya kucing aneh. Kalau kucing lain biasanya minta dielus2, dia nggak. Kalau main diteras cuma suka tiduran di atas rumput sambil nontonin si 3 serangkai di atas main. Kalau mau kita pegang, dia kabur sekaburkaburnya seolah-olah kita mau motong dia jadi 19 bagian. Tapi abis itu dateng lagi dan ngeongngeong manja sambil glendatglendot di pintu/kursi/lantai. Tapi tetep gak mau dipegang. ANEEEHHHH… untung aja lucu itu kucing.

btw, balik ke website yang gue bicarakan di awal post ini… gue menemukan foto yang sangat menggambarkan perasaan gue hari ini hehehehehehehehehe check it out!

funny pictures of cats with captions
more animals