Review : MiniLoveBites

Kata Julia Child : a party without a cake is just a meeting. Artinya, kurang pesta dong ah kalau nggak ada kue. Nah, ini dia salah satu hal yang sempat rada bikin pusing waktu persiapan acara March Babies are Turning Choo Choo kemarin. Budget awal kami kan terbatas ya, sedangkan impian para HotMamas sungguh tidak berbatas … mau kue yang rasanya enak, bentuknya lucu, plus dessert table sesuai tema kereta api. Kemudian di group LINE berseliweran aneka inspirasi dessert table dan kue dari pinterest. Gimana coba realisasinya???

 

Eh, berkat inisiatif beberapa orang panitia yang menyebar proposal ternyata gayung bersambut : Mini Love Bites bersedia jadi sponsor! Nyumbang kue ulang tahun! Plus dessert table! *sujud syukur*

Sewaktu panitia ditanya mau dessert table seperti apa, jujur aja sebenernya kami nggak berani berharap banyak. Namapun gratisan masa iya mau ngelunjak minta begini minta begitu begitu ya kan? Akhirnya kita cuma cerita bahwa temanya ChooChoo Train, sama ngasih sedikit gambar-gambar pinterest yang sempat ditaksir. Abis itu udahlah kita pasrahin aja yang penting ada kue hahaha.

Pas hari H, sebagai buketu saya datang sekitar 3 jam sebelum acara. Nggak berapa lama, tetiba team Mini Love Bites juga sudah hadir di lokasi. Karena riweuh dengan beberapa hal yang masih harus disiapkan, jadi saya nggak terlalu banyak nemenin apalagi mengontrol ke lokasi dessert table. Balik lagi ya namanya juga sponsor saya mah pasrah aja – beda banget lah sama kalo vendor bayaran, aura bosslady bertanduk langsung keluar.

Kelar beresin ini itu, tetiba team Mini Love Bites nyamperin untuk nanya dessert tablenya udah sesuai keinginan belum. Ya ampun pas lihat kayaknya nggak percaya banget, INI KOK BAGUS AMAT YAAAH… Nggak tega ih mau makannya! Langsung deh foto-foto dan kirim ke group LINE, disambut dengan jeritan heboh para ibu-ibu yang masih di jalan.

 

image

image

image

image

Soal rasa sih udahlah nggak usah ditanya yah. Terbukti di akhir acara nggak ada satu pun kue yang tersisa lho. Ludes des des… berhubung salah satu isi goodiebag adalah kotak makan, maka jiwa emak-emak semakin tidak terbendung. Tanpa dicuci dulu, langsung dimanfaatkan buat wadah bawa kue-kue pulang. Bungkus!!!! Jangan kasih kendor!

Untuk beberapa hari berikutnya, mulai deh di group LINE kembali bertebaran foto-foto kue. Ternyata hasil mbungkus Mini Love Bites, yang menjelma sebagai menu sarapan dan dessert di rumah masing-masing member Kelas Maret. Thank you yaa Mini Love Bites!!!

March Babies are Turning ChooChoo

Bisa dibilang saya ini banci birth club.

Selain ikut birth club Februari, ikut juga di birth club Maret 2014, karena memang awalnya HPL Aksara adalah di Maret. Ditambah lagi, sekarang ikut birth club nya Inara : November 2015. Huehehehe…

Meski acaranya duluan yang Februari, tapi sebenernya acara KelasMaret udah lebih dulu direncanakan. Kok tau? Ya karena saya ketua panitianya hahaha…

Brainstorming udah dimulai dari sekitar bulan Agustus 2015 alias 8 bulan sebelum acara sampai akhirnya disepakati temanya kereta api. Entah kenapa, bocah-bocah seumur gini pada suka kereta api ya?

image

Berkaca dari pengalaman birth club lainnya, kami nggak mau terlalu muluk-muluk. Tujuannya sebatas silaturahmi dan bikin anak-anak senang aja, sehingga kami nggak “ambisius” dalam menentukan tema, lokasi, maupun susunan acara. Dari awal pun kami sudah mempersiapkan sejumlah dana untuk bisa swadaya menyelenggarakan acara silaturahmi ini secara sederhana. Nggak pasang target untuk cari-cari sponsor, tapi kalau kebetulan ada yang mau sponsorin ya nggak nolak juga. Selow lah pokoknya.

Namanya juga mamak-mamak ya, tentu mengurus anak dan rumah tangga menjadi kesibukan utama. Maka, kami mengakali “tambahan kesibukan” mengurus acara ini dengan beberapa cara. Pertama, diskusi secara intensif seputar persiapan acara – atau bahasa kerennya meeting –dilakukan setelah jam anak tidur. Kedua, dana untuk acara dicicil setiap bulan agar tidak mengganggu aliran kas belanja rumah tangga.

KelasMaret ini membernya nggak banyak, tapi semangatnya jangan ditanya. MEMBARA!!! Bener-bener Hot Mamas lah pokoknya. Semua aktif berkontribusi baik untuk konsep maupun eksekusi, dari segi moriil maupun materiil. Bukan hanya member yang di Jakarta lho, tapi juga termasuk member dari Bandung, Yogya, Semarang dan Balikpapan. Ada yang bikin mood board inspirasi dekor & dessert table, ada yang bikin simulasi anggaran, ada yang pasang mata telinga cari peluang sponsor, seru lah pokoknya.

Nggak sia-sia, ternyata Pertamina – tepatnya Bright Gas – tertarik jadi sponsor. Selain menyediakan ruangan untuk acara, promo khusus penukaran tabung bright gas, masih ditambah goodie bag pula! Makasih banget lhooo Pertamina!!!

image

Acara diadakan tanggal 4 April 2016 karena menunggu semua March Babies berulangtahun, biar afdol aja gituh. Lokasinya, di Pertamax Meeting Room Gedung Pertamina Pusat yang ternyata luaaaassss sekali, sehingga memungkinkan untuk dibagi menjadi beberapa area seperti mini playground, reading corner, photobooth, dan dessert table. Toddler-toddler ini kan minatnya beragam sekali dan mudah bosan dengan satu aktivitas, maka kami persiapkan aneka alternatif aktivitas selama acara agar bisa tetap enjoy….dan agar emaknya bisa punya waktu ngobrol sih hehehe. Konsep acara dibuat sefleksibel mungkin, sesuai dengan tujuan awal : yang penting anak senang.

Dengan ekspektasi awal yang tidak ambisius, mendekati hari H bersyukur banget banyak pihak yang bersemangat mendukung acara ini dan bikin lebih semarak dari bayangan awal, seperti logo acara yang dibuatkan papanya Aksadipta.

image

Untuk dekorasi, tantenya Raffie dan teman-temannya di Up and Up Project ternyata mau membantu. Hasilnya? Wow bangetlah. Setiap sudut ruangan terlihat meriah. Apalagi untuk keluarga yang sudah hadir sebelum acara dimulai, bisa foto-foto dulu di photobooth.

image

Dokumentasi dibantu teman mama Kay, yang meski spesialisasinya prewedding tapi hasil jepretan untuk acara KelasMaret ini bagussss dan pro banget. Makasih yaaa Mas Rhista.

image

Untuk MC, kami dibantu teman mama Jed. Acara dibuka dengan doa bersama, dan dilanjutkan edukasi mengenai gas rumah tangga yang aman oleh pihak tuan rumah. Soal Bright Gas akan dikupas lebih lengkap di artikel lain yah.

image

Berikutnya acara utama yaitu : TIUP LILIN!!! Lho, tapi mana lilinnya? Jyaaaa, satu pun panitia nggak ada yang kepikiran bawa lilin hahahaha. Seksi acara bingung, ketua bingung, MC lebih bingung lagi… maaf ya mbaknya *salim*
Akhirnya dilakukan acara potong kue secara simbolis dari member termuda dan tertua di KelasMaret. Fleksibel aja lah, balik lagi ke tujuan awal : yang penting anak senang. Terima kasih banyak ya TUM dan Millie Cakery untuk hadiah kue ulangtahunnya, enak sekali deh!

image

Acara berikutnya disupport oleh Gudily, yaitu berkreasi dengan menggunakan washi tape. Aktivitas ini juga bisa jadi inspirasi permainan di rumah lho, ternyata hanya berbekal imajinasi dan washi tape banyak sekali jenis kreasi yang bisa dihasilkan. Yang senang bukan Cuma anak-anak tapi mama papanya juga ikutan heboh hihihi…

image

Setelah acara tukar kado dan pengundian door prize yang rauwisuwis, akhirnya kami sampai ke acara yang dinanti-nanti yaitu : acara bebas! Lho kok? Ya iya, karena tujuan utama acara ini silaturahmi, para Mama nggak muluk-muluk harapannya cuma pengen bisa ngobrol-ngobrol aja sih. Anak-anak bebas mengeksplorasi alternatif aktivitas yang tersedia seperti reading corner dan mini playground, sambil diasuh Papa masing-masing. Makasih lho ya Pak Suamiiii….

image

image

image

Lucu ya, sebenernya banyak di antara kami yang belum pernah ketemu sebelumnya. Cuma sebatas via group chat aja. Tapi di acara ini, chemistry di antara kami terasaaaaa banget. Cair dan tulus, seperti bener-bener keluarga.
Hal-hal kecil aja sih, ketika Bu Wita dari Semarang tau-tau ngejar-ngejar Aksara. Kirain kenapa, nggak taunya karena dia lihat Aksara mungut wingko yang udah jatuh di karpet dan dimasukin mulut, jadi dikejar untuk ngeluarin itu wingko takut Aksara sakit. Terus papanya Hana dari Bandung yang manjat-manjat buat ngambilin balonnya Aksara. Perhatian banget kan? Simple things yang bikin hati hangat. Pas foto keluarga pun, susunannya udah bubar jalan. Anak siapa yang gendong siapa. Suami siapa berdiri di samping istri siapa. Beautiful mess lah pokoknya.

All in all, terima kasih buat semua Mama Papa KelasMaret. We had a lot of fun planning & during this event. Dan tak lupa terima kasih sebesar-besarnya untuk para sponsor :
Pertamina
Gudily
Mini Love Bites
Babyloania & Pustakalana
Up and Up Project
Wangsa Jelita
Doodles ID
Mini Ale
TaeTea Lovers
Mbok Jamu
Yogurt Wiz
Cireng Salju
UP Shoes – review here
Kalare
ForBento
Chocolate Hampers

Terima kasih ya TUM, telah mempertemukan kami semua. We have truly become a sisterhood of motherhood.

— an edited version of this article was also published in The Urban Mama —

Fabulous February is Turning 2 : Let’s Celebrate in the Jungle

Tahun 2016 jadi tahun yang buat gw bagaikan naik emotional roller coaster. Tapi ya waktu terus berjalan bagi kita yang hidup, dan gw memilih untuk terus merayakan setiap momennya. Salah satunya, momen-momen seperti berikut ini.

Ada sesuatu yang spesial di bulan Februari tahun 2016. Tahun kabisat? Hehe bukan dong. Untuk kami di Birth Club Februari 2014, inilah waktunya buah hati kami menginjak usia 2 tahun. Wow, bukan bayi lagi statusnya!

Untuk merayakan momen khusus ini, dan sekaligus sebagai ajang temu kangen, maka kami sepakat mengadakan 2nd Anniversary Birthday Bash anak-anak TUM Birth Club February 2014. Persiapan kami bisa dibilang singkat, wacana dimulai di sekitar bulan Oktober sampai akhirnya diputuskan temanya adalah Fabulous February is Turning Two: Let’s Celebrate TWO The Jungle.

Tepuk tangan khusus perlu diberikan untuk coordinator TUM BC Feb 2014 yaitu Iva ummi Azka, yang secara gerilya menjaring member Birth Club yang selama ini belum bergabung di chat group kami hingga mencapai 25 member lebih yang antusias terhadap acara ini. Akhirnya dengan kehadiran pasukan sebanyak 16 anggota beserta keluarganya, acara FabFeb in the Jungle berhasil dilaksanakan pada 14 Februari 2016 lalu di Ciao Bimbi Preschool and Daycare di Jakarta Selatan.

image

Sayangnya, gw akhirnya nggak bisa menghadiri acara ini karena fokus mengurus papa yang sedang sakit. But thankfully, teman-teman FabFeb memberikan update dan live report tentang keceriaan selama birthday bash.

image

Para peserta disambut dengan area photobooth untuk mengisi waktu sebelum acara dimulai. Terima kasih sekali untuk Rizka mama Azzam atas dedikasinya yang luar biasa untuk desain photobooth yang sungguh kece ini juga Tiwi mama Ingga yang telah membuat kaleidoskop yang keren.

image

Sebagai pembukaan, ada performance tari modern dari adik-adik menggemaskan dari Ciao Bimbi Preschool and Daycare.  Para toddler yang berulang tahun tentu saja terhibur dan semangat menyaksikan persembahan ini.

image

Untuk membuat acara lebih spesial, di acara ini kami juga mengundang tamu khusus seorang praktisi pendidikan anak usia dini yaitu Kak Yuni Widiastuti, M.Psi.T. untuk sharing ilmu dengan topik Early Science for Kids. Kami para orang tua sangat tertarik dengan paparan yang disampaikan kak Yuni tentang berbagai keterampilan dasar yang bisa diajarkan kepada balita mulai keterampilan bertanya, observasi, interpretasi, hingga memecahkan masalah sederhana. Selanjutnya Kak Yuni mendemokan beberapa eksperimen yang melibatkan anak anak, meskipun tidak sampai selesai karena bocah-bocah sudah mulai berlarian kesana kemari. Ya, anak-anak ini memang lagi di usia yang aktif bergerak semua.

image

Puncaknya, FabFeb Kids bersama ayah bundanya bersama sama menyanyikan lagu ultah, tiup lilin dan potong kue ultah. Senaang sekali melihat keceriaan anak-anak bertemu teman sebayanya dan asik bermain bersama. Para bunda yang selama ini hanya bertemu lewat dunia maya, juga turut senang karena bisa bersilaturahim melepas rindu, bahkan berkenalan lagi karena baru pertama kalinya bertatap muka.

image

Selama persiapan, terasa sekali kehangatan dan kekeluargaan para anggota Birth Club. Di tengah kesibukan masing-masing, semua tetap aktif menyumbangkan ide, tenaga, dan bahkan materi pendukung untuk bisa mewujudkan acara ini agar makin berkesan. Bersyukur kami mendapat support dari banyak pihak mulai dari event organizer, venue, menu yang lezat-lezat hingga semua ludes, dekorasi dan dessert table yang cantik, aneka permainan yang membuat anak anak betah bermain, hingga beragamnya goodiebag dan doorprize yang tidak selesai dibagi saat acara karena begitu banyaknya hahaha. Tak lupa tentu saja terima kasih untuk ketulusan dan kerja keras semua member TUM BC Feb 2014 yaa.
Terima kasih yang istimewa  untuk The Urban Mama yang telah mendukung terselenggaranya acara ini dengan birthday cake yang so yummy…..

image

Terima kasih banyak kepada para sponsor pendukung acara Fabulous February Birthday Bash yaitu ACIDWERK, AGRICREATIVESHOP, ALBEMAMA, ALMEERA MATERNITY SHOP, ARQ BUTIK, AYAHBUNDA, BABY RASH SHOP, BABY BRITS, BATHI, BILNA.COM, BLASTACAKE, BOOKSBYADDEVA, BUAH HATIKU, BUTIK QUEENA, CIAO BIMBI PRESCHOOL & DAYCARE, CMP2, COCOPOP CRAFTS, EIGHTPEOPLE, FROJUZZ, HANDMADE NATION, IKHWAN YOGHURT, ITSY BITSY COOKIES, KABS’ , KADOTJES, KIDDOBABY, KIDDYCUTS, KURMA ROYAL DATES, LITTLE ILMA, MADUJI, MAKARONI NAFIADH HOUSE, MAMIBELLE, MAMIGAYA, MANDORLE, MAOO SHOES, MILLIECAKERY, MINIMAX, MOMMINA, MON CHERI, MOTHERCARE, ELC, MYLITTLE CASA, NGKEII CRAFT, NYONYA LUXE, NYONYA NURSING WEAR, PLAYONPOP, AQUILA, SALMA BABY & KIDS SHOP, THE URBAN MAMA.

Heh, banyak amat sik sponsornya? Yup, mama-mama FabFeb memang beneran Fabulous, di tengah kesibukan mengurus anak dan day job masing-masing ternyata masih semangat juang 45 gerilya mencari sponsor. Bahkan, anggota yang berhalangan hadir (seperti gw ini) tetap kebagian goodie bag lho.

Akhirnya, Happy 2nd anniversary to our February kids, hope your future always fabulous.
Semoga ikatan persaudaraan dan kebersamaan ini langgeng hingga anak anak dewasa ya.

image

– this post is partly in collaboration with The Urban Mama Fabulous February 2014 Birth Club, cowritten with Elva and an edited version has been previously published in The Urban Mama –

Jangan

Jangan bilang jangan

Begitu kira-kira yang belakangan ini sering gw baca di aneka artikel parenting. Katanya, larangan dengan kata jangan ini nggak efektif karena justru akan mendorong anak untuk melakukan apa yang dilarang. Make sense sih, karena logika gw kata “jangan” ibarat negative space di sebuah gambar yang justru menuntun mata kita ke obyek utama.
Selain itu, sebenernya lebih bagus kita ajak anak memahami KENAPA suatu hal dilarang. Harapannya supaya dia paham dan bisa mengendalikan dirinya sendiri meski di saat nggak ada “polisi” yang sibuk melarang.
Prakteknya? Mmm … susah! Waktu anak baru satu sih gw berusaha kerassss menghindari kata jangan. Tapiiiiii sejak Inara lahir, bertepatan dengan kakaknya mendekati umur 2 tahun, bubar semua teorinya. Nggak sempet cyinn merangkai kata dan menjelaskan panjang lebar ke si kakak. Yang ada tanduk gw keburu keluar, sambil teriak “woooy jangan kesana jangan begini jangan begitu”. Pffftttt..

Terrible two. Teori perkembangan pun bilang wajar banget anak sering tantrum di usia sekitar 2 tahun, karena dia sudah mulai ingin menekankan ke”aku”annya tapi kemampuan komunikasinya belum cukup lancar untum menyampaikan apa maunya. Maka sering banget terjadi drama dua babak yang isinya :

Aksara (A) : “itu itu itu aaaaaa” (sambil nada merengek)
Gw si mama (M) : “aksara mau minum?”
A : bukan minum, ituuu
M : aksara mau biskuit?
A : bukan! Itu itu ituuu
M : mau …. (silakan masukkan kata benda/kata kerja apapun di sini)
A : bukaaaaan mau ituuuu…. (happens each time gw menawarkan apapun)
…bolak balik kayak gini bisa berlangsung 15 menit sendiri sebelum akhirnya gw geregetan dan mulai galak
M : ini nggak, itu nggak, jadi maunya apa?
…which kemudian tentunya si anak jadi nangis. Padahal mamanya dalam hati udah nangis duluan sih.

Momen “aha” buat gw baru terjadi tadi siang, sepulang nemenin si hurufkecil olahraga. Skenario di atas terjadi lagi, dan ketika gw hampir mengeluarkan kalimat pamungkas “jadi maunya apa sih” baru gw sadar. Mungkin itu juga yang akan dia bilang ketika gw sering bilang jangan : “ini jangan itu jangan terus aku bolehnya ngapain mamaaaa?”
Baru deh inget lagi gimana dulu gw segitu menghindari bilang jangan. Menyesal kenapa kok sekarang kelepasan lagi, semata-mata karena kurang sabar ngurusin dua anak sekaligus.
Pas banget setelah mikirin soal ini, ada teman yang posting di path tentang beberapa alternatif kata jangan. Sebagian pernah gw pakai dulu waktu masih sabar, dan sebenernya cukup efektif. Sebagian lagi akan coba gw pakai ke depannya. Semoga kali ini stok sabarnya nggak cepet abis hehehe.
Oiya, untuk beberapa hal gw tetap melarang dulu sebelum memberi penjelasan kenapa hal itu dilarang. Biasanya untuk hal yang berbahaya, seperti mainin colokan listrik atau manjat benda yang nggak kokoh. Soalnya darurat ya chuy, jangan sampe keburu kenapa-napa anaknya sembari kita masih sibuk kasih penjelasan. Untuk hal kaya gini mending angkut dulu anaknya, dijauhin dari tempat bahaya. Kalau jarak gw jauh dari dia biasanya gw bilang “stop” atau “tunggu mama datang” buat menghindari kata “jangan”. Setelah posisinya aman baru dikasih penjelasan, meski entah masuk apa nggak karena kadang udah keburu nangis bocahnya. Gimana ya nak, tugas mama yang utama supaya kamu sehat walafiat lahir batin soalnya. You may hate me this second but you will thank me for it some time.
Selamat mencoba!

image

Hamil #1 vs Hamil #2

Bener kata orang-orang, tiap hamil emang beda-beda pengalamannya.

Feeling
Alkisah waktu hamil pertama, dr sebelum telat mens pun gw udah yakin banget lagi hamil. Inget bener waktu itu pas lagi nonton Java Rocking Land dan gw mikir

ih lucu yaaa anak kicik ikutan nonton konser.

Kehamilan kedua ini, awalnya nggak sadar bahwa udah telat mens. Soalnya setelah melahirkan Aksara dulu, gw baru mulai mens lagi setelah Aksara umur 10 bulan. 1x mens, 2x mens, jadi belum hafal tanggalnya…. kemudian

kok kayaknya bulan ini belum mens ya?

Pas kebetulan suster yang ngasuh Aksara jadwal mensnya barengan, dan lho kok dia bulan ini udah mens gw belum? Mulai deh dagdigdug testpack dan…. ya ternyata garisnya dua hahahaha.

Yang konsisten, ternyata gw kalo hamil minggu2 awal (sebelum telat mens) selalu demam dan gak enak body semacam masuk angin gitu.

Seputar Perut dan Makanan

Hamil pertama bisa dibilang gw nggak mengalami mual-mual terlalu parah. Yang ada malah lahap bener makannya, baru mual kalo kelaperan… itu sih maag ya namanya? Tapiiii heartburn parah banget sejak bulan kedelapan. Tidur harus sambil duduk tegak, kalau nggak asam lambung naik dan jadi ada rasa muntah di tenggorokan. Yes, it feels as yucky as it sounds.

Hamil kedua, mual-mualnya lebih terasa. Daaaaan gw yang biasanya anti makanan pedas mendadak ogah makan kalau nggak pedas dan asem. Di sisi lain, heartburnnya nggak terlalu parah kecuali pas masuk bulan 9.

Mood

Hamil pertama, gw cenderung zen. Kalau lagi kesel dan hormonnya bergejolak aja, baru gw jadi cengeng dan gampang nangis. Yaelaaaah masakin roti buat suami trus gosong aja nangisnya sesenggukan banget.

Hamil kedua, ternyata “api” banget, kesulut dikit langsung meledak. Kasian deh tim gw di kantor, bikin salah dikit gw melototnya udah kayak mata mau keluar.

Ternyata ini lumayan tercermin di anak-anak lho. Aksara dari bayi zeeeeen banget, disuntik aja nggak nangis. Baru nangis kalo beneran udah capek banget atau kesel banget, itupun bunyinya haluuuus gitu. Inara? Ya ampun, telat disusuin dikit aja nangis teriak kenceng banget sampe mukanya merah.

So, ternyata bener bahwa setiap bayi itu beda. Bapaknya sama ibunya sama, hasilnya belum tentu sama hehehe. Dulu sih gw berharap bisa sama aja deh karakteristiknya, kebayang udah ada templatenya supaya gampang juga jalaninnya. Tapi namanya ilmu harus diupgrade terus sih ya, harus naik kelas terus nih. Semangat!

Ibu Beranak Dua

Wakwawww…
Orang yang kenal gw sejak lama, atau sahabat-sahabat terbaik gw, semuanya pasti akan bilang betapa absurdnya ketika status “ibu” menempel pada gw. Apalagi, ibu yang beranak dua.

How did this happen?!?!?! *please insert explanation of the birds and the bees here*

Yang tidak berhenti gw syukuri adalah bahwa situasi dan kondisi yang ada cukup memudahkan gw dalam menjalani peran ini. Saileeh, padahal baru juga seminggu…
Sejak gw hamil, si hurufkecil memberi banyak (banget) pemakluman dan pengertian. Mulai dari selfweaning sampai sabar ketika ibunya udah susah gendong-gendong lagi, mulai dari suapin vitamin mama sampai peluk adek (dalam perut) setiap pagi. Mungkin bosen ya dengan statement ini, tapi gw masih selalu terkaget-kaget dan takjub dengan betapa besar hatinya anak ini. Nama Safiyya sepertinya menjadi doa yang terkabul, karena anaknya penyayang beneeeerrrr…. bocah gak kenal aja suka dikejar-kejar trus ajak temenan.
Tantangan utama sekarang adalah gimana caranya membagi perhatian dan kasih sayang secara adil? Karena meski si kakak pengertian tapi kan pasti punya batas sabar. Apalagi usianya juga masih belum dua tahun, kemampuan abstraksi masih terbatas, sehingga maklum banget bahwa seminggu ini dia jadi lebih cranky dari biasanya.
Too much excitement dan hal baru yang butuh penyesuaian, dari semua pihak. Buat gw sendiri, harus sadar bahwa nggak bisa sepenuhnya manja-manjaan nyiumin bau bayi seharjan dan kruntelan sama bayi koala seperti zaman Aksara dulu. Kalau Inara tidur, berarti waktunya gw main sama kakaknya.
Buat Aksara, perlu penyesuaian bahwa gw nggak lagi sepenuhnya available untuk dia seorang. Apalagi karena operasi, jadi ya mamanya belum bisa kejar-kejaran main bola kayak dulu. Perlu penyesuaian juga bagaimana dia bertingkah laku, karena untuk sementara nggak bisa ndusel-ndusel di perut gw dulu, dan nggak bisa tomprok-tomprok adiknya meski gemes.
Panjang lah ini prosesnya, dan sekarang gw bisa paham kenapa orang bilang “kasihan” kalau jarak antar kakak-adik terlalu dekat. Tapi ya gimana, it runs in the family. Jarak gw & adik gw 17 bulan. Jarak antara kakak suami juga segituan.
Tapi somehow Aksara bikin gw percaya bahwa kami akan bisa melewati proses ini. Kasih sayangnya besar : untuk adiknya, untuk mamanya, untuk papanya. Jadi PR buat gw juga untuk keluarkan upaya yang sama besar untuk meyakinkan dia bahwa kasih sayang kami nggak akan pernah berkurang.
image

Dear hurufkecil,
If someday you are reading this, please know that you have a very pure heart. Please dont let anyone change that. You are our rock, our source of strength. And for that, we thank you.