Pasca Melahirkan

Ketika gw masih fly di ruang recovery, kayaknya samar-samar ada suara laki-laki di samping gw. Ternyata suami yang nyamperin sambil kasih lihat foto-foto Aksara setelah dibersihkan. Tapi ya namanya juga teler, kayaknya gw cuma ngasih tatapan kosong dan nggak merespon apa-apa selain senyum-senyum deh.

Sekitar jam 8, biusnya sudah mulai hilang. Gw terbangun dengan kondisi dibalut selimut penghangat listrik, tapi masih menggigil hebat sampai giginya gemeletuk. Hausnya minta ampun, tapi belum boleh minum. Suster-suster minta gw untuk istirahat, padahal gw udah sadar banget dan akhirnya malah susah untuk kembali tidur. Mana nggak ada TV pula, alhasil gw boseeen banget dan dikit-dikit bawel nanya jam berapa boleh pindah ke kamar.

Ketika akhirnya gw berhasil kentut, kayaknya bahagiaaaaaa banget. Akhirnya gw boleh minum air putih hangat! Air putih hangat yang kalo sehari-hari gw lepeh-lepeh karena rasanya demek, hari itu kok ya jadi enak banget. Akhirnya jam 10 gw udah boleh pindah ke ruang rawat inap, eh tapi pas-pasan rombongan keluarga gw udah pada mau pulang karena kemaleman. Padahal rasanya pengen ngobrol, pengen ditemenin, tapi ya udah lah yang penting ada suami siaga hohoho….

Jam 12-an Aksara baru dibawa masuk ke ruangan, beserta satu orang yang kayaknya sih konselor laktasi. Gw terus terang masih agak teler jadi nggak terlalu tanggap sama situasi. Si mbak-mbak yang bukan suster ini, langsung minta gw untuk menyusui Aksara. Namapun ibu baru, gw masih bingung soal posisi menyusui, apalagi gw belum kuat duduk pasca operasi. Dan tahu dia bilang apa?

Ya udah bu sambil tiduran nyamping aja nyusuinnya. Cepetan bu saya banyak yang harus diurusin nih

Duuuuh untung aja waktu itu gw belum sadar banget ya, kalo udah pasti udah gw ributin dan catet namanya. Untungnya salah satu hal yang gw persiapkan dari awal adalah mental menyusui, jadi gw yakin aja bahwa tanpa bantuan mbak-mbak itu pun gw bisa menyusui. Alhamdulillah, Aksara bisa latch on dengan baik dan menyusui pun lancar.

Perdana menyusui Aksara, adalah saat gw bener-bener sadar bahwa gw sudah menjadi seorang ibu. Bahwa kini, gw punya tanggung jawab atas well being makhluk lain selain diri sendiri.

Thank you baby for choosing me to be your Mama 🙂

Advertisements

Author: and.i.try

corporate slave by day. poet by night. rock chick by default. eats cupcakes with a sip of nonsense.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s