Life After Baby

HALOH DUNIA APA KABARNYAAAAAA…

Huhuhu kok nggak santai gitu ya? Abisnya semenjak lahiran masa baru sempet update blog satu kali ajah?!? Ya maklum aja deh, namanya juga ngurus anak sendirian. Ada sih ART rumah nyokap (berhubung tinggalnya masih nebeng), tapi berhubung doi adalah musuh bebuyutanku dan orangnya nggak resik maka diputuskan bahwa SHE SHALL NOT EVER TOUCH MY CHILD. EVER.

Apa rasanya punya anak? Surreal. Absurd. Punya anak belum pernah terbersit sebagai salah satu target hidup saya. Bukannya nggak mau sih, tapi ya nggak pernah kepikiran aja. Mungkin itu juga penyebabnya Aksara nggak kunjung menunjukkan tanda-tanda mau lahir sampai hampir full term. Kayaknya dia tahu, bahwa ibunya belum PD diberi tanggung jawab penuh atas well being seorang manusia lain

Teman-teman yang sudah lama nggak ketemu pun reaksinya sama ketika tahu sudah ada Andied Junior di dunia ini. Melongo, ternganga, sambil bilang “Andied? Punya anak?”. Jangankan teman, anggota keluarga pun banyak yang meragukan kemampuan saya merawat anak manusia. Lha wong anak kucing aja nggak diurus.

Bagaimanapun, yang namanya darah daging sendiri, ternyata memang beda. I’m not saying that I’m a great mom, tapi ya ternyata saya cukup bisa menikmati tambahan peran sebagai seorang ibu. Nggak pernah sebelumnya membayangkan diri saya masih bisa tertawa ketika diompolin bayi, atau dengan rela hati nyendokin pup dari pampers demi bisa dibawa untuk lab test. Nggak pernah sebelumnya membayangkan saya bisa nangis sesenggukan ketika ASI belum keluar sedangkan anak menangis lapar, atau cemburu ketika anak dengan mudahnya mau digendong oleh orang lain. Nggak pernah sebelumnya terpikir saya akan dengan mudahnya merelakan cuti seminggu demi nimbun stok ASIP karena stok sebelumnya nggak bisa dipakai lagi (more on that later).

Lalu sekarang sudah habis masa cuti melahirkan 3 bulan (plus tambahan cuti tahunan), setiap hari di kantor rasanya ternyata sangat berbeda. Hatiku kosong. Selalu ingin terbang melesat secepat kilat ke rumah untuk bertemu si hurufkecil. Tiap hari kejar-kejaran stok ASIP untuk diminum hari berikutnya. Sampai rumah si hurufkecil sudah pulas tertidur. Duh… Berat ya ternyata jadi working mom, rasanya jadi pengen sungkem sama si mamah.

Ini apa sih posting kok jadi ngalor ngidul? Maklumin aja yaaa…namapun lagi kangen anak kan.

Advertisements

Author: and.i.try

corporate slave by day. poet by night. rock chick by default. eats cupcakes with a sip of nonsense.

4 thoughts on “Life After Baby”

    1. Hehe iyaa rasanya kurang yaa kalau cuma 3 bulan. Seandainya bisa 6 bulan supaya ASIX lbh lancar dan kondusif yaa. Selamat cuti, semoga lancar proses melahirkan dan menyusinya yaaa. Enjoy your time with the baby 😘

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s