32 weeks

Ngintip Anak Kecil

Kemarin akhirnya USG 4D, meski si bocah nampak masih malu-malu dan menutup separuh muka dengan sebelah tangan. Anak pemalu ini pinter deh, ¬†waktu terakhir periksa dulu pak dokter bilang “Susah nih bu, anaknya lincah banget”. Kali ini dia anteng bener, jadi pak dokter gampang kasi liat mana mukanya ahuhuhu. Udah tau mau difoto ya nak?

  • Hidungnya (terlihat) mancung betul, bener-bener ngambil gen klan Surin alias Angku-nya. Jadi ya, keluarga bapaknya suami itu sangat mudah dikenali. Liat aja idungnya, sama semua. Mwahahaha….
  • Bibirnya? Semua orang komen “bibir bapaknya banget yaaaaa”.
  • Pipinya tembem. Persis siapaaa? Ya kalau ini sih sama, bapak ibu nya sama sama tembem.
  • Mukanya juteeeeek hihihi. Kalau yang ini pasti ikut ibunya nih.

Alhamdulillah kalau dulu-dulu suka dibilang berat janinnya kurang, sekarang udah masuk range normal. Dibanding 2 minggu lalu udah naik 500 gram, yang artinya sekarang berat janin udah dua kilo! 

Pak Dokter

Kemaren sekalian nanya ini itu sama dokter Bowo :

  1. “Anaknya aktif banget nggak apa-apa ya?” Justru sehat itu, yang penting dimonitor kalau tiba-tiba gerakannya berkurang.
  2. “Bisa normal kan ya dok?” Katanya, sejauh ini nggak ada indikasi harus caesar, tapi saya nggak berani janjiin 100% pasti normal ya, nanti lihat kondisi yaa…
  3. “Udah perlu ikut senam hamil?” Ya boleh aja senam-senam di rumah. Kalau mau lebih update aneka gosip, boleh ikut kelas senam. Mwahahaha.
  4. “Minum kelapa muda nggak?” Jangan percaya banget yang begitu-begitu bu, kalau kelapa muda segitu ampuhnya kasian bener orang Arab nggak ada pohon kelapa. Zzzz…

Persiapan Ini-Itu

  1. Tempat tidur apa kabar tempat tidur? Huhuhu masih bingung antara box kayu vs playard. Bingung harga dan bingung mau taruh di mana.
  2. Nanny. Di mana oh di mana harus mencari? Sebagai orang yang parnoan dan terkadang suka micro managing, aku sungguh cemas.
  3. Perlengkapan mandi dan perlengkapan menyusui sama manajemen ASIP. Ahuhuhuhu… Pusyiang. Untunglah dunia maya banyak memberikan bantuan berupa sharing pengalaman dari bu ibu semacam Jeng Feni dan Mbak Nita ini. Aku sungguh terbantu buibuuuu makasih lho *kecupsatusatu *emangkenal?

Nama

Duh ini beneran deh paling susah, sampe nggak bisa tidur.

Alkisah sejak 3 tahun lalu, udah punya rencana buat dijadiin nama anak. Cita-citanya kalau punya anak 3, masing-masing dikasih nama yang Indonesia banget. Masing-masing artinya terkait sama seni sastra, seni rupa, dan seni musik/tari (meskipun pada akhirnya baru nemu 2 dari 3 nama itu).

Sejak hamil ini, selalu manggil si kecil dengan salah satu nama yang direncanakan. Tapiiiiii…..

Si abang request minta ada nama yang islami atau minimal dari bahasa Arab. zzzz… pada dasarnya gw nggak terlalu doyan sama nama-nama yang terlalu “asing” dengan lidah Indonesia. Searching sana sini dan akhirnya menemukan nama dari bahasa Arab yang gw sreg : artinya bagus, dan nggak terdengar terlalu asing.

Masalahnya cuma satu : nama ini nggak nyambung sama nama yang gw taksir dari dulu. Piye iki piyeee…