Shopping List : Nursing Gear

Berhubung daerah rumah dilanda banjir, alhasil kegiatan belanja barang bayi terpaksa dipending dulu. Alhamdulillah sih rumahnya nggak kena banjir, tapi aksesnya itu lho… Seringkali untung-untungan apakah bisa keluar/masuk kompleks atau nggak. Mau belanja online pun jadi mikir-mikir karena kasian kurirnya dong kalo harus berenang demi ke rumah gw.

Oleh karena itu, bikin shopping list aja deh barang-barang yang mau dibeli dalam waktu dekat kalau bencana banjir ini sudah selesai semua. (AMIN)

Yang belakangan ini sering kepikiran adalah soal kegiatan menyusui pasca melahirkan. Meskipun niat hati mau ASIX, tapi kan wallahualam nanti perkembangannya gimana. Kasus beberapa teman ada yang nggak bisa langsung menyusui selama di rumah sakit, entah karena perlu ada tindakan medis untuk bayi atau ibunya, entah inverted nipple, ada juga yang belum berhasil latch on sehingga luka-luka. Makanya gw jadi merasa perlu mempersiapkan berbagai skenario alternatif dan termasuk perangkatnya.

Medela Cup Feeder

Sesuai saran banyak orang untuk menghindari bingung puting, sebaiknya menghindari penggunaan dot untuk memberikan ASIP ke bayi. Niat ini sih masih menemui resistensi dari beberapa orang terdekat karena mereka kayaknya kasihan ngebayangin si bayi minum susu pakai gelas, tapi ya insyaallah bisa dijalanin. Liat nanti lah gimana-gimananya, yang penting barangnya udah ada dulu untuk dicoba.

Medela Cup Feeder

Meskipun katanya cup feeder ini disposable, tapi menurut ASIbayi.com sih bisa dipakai beberapa kali.

Medela Soft Cup Feeder

Kalau nggak tega pakai gelas yang di atas, kayaknya akan pakai alternatif yang berikut ini (meskipun harganya jauuuuh lebih mahal). Jadi alternatif ini sih belinya nanti-nanti ajah lah kalau ternyata perlu.

Medela Advanced Soft Feeder

Aneka Dot & Botol Bayi

LHOOOO katanya nggak mau pake dooot?!? Yah namanya juga jaga-jaga. Jangan rajam aku ya wahai ibuibu, tapi prinsip gw sih better safe than sorry lah. Minimal kalau dibutuhin banget, barangnya ada.

Berdasarkan survey sana sini, intinya sih untuk menghindari bingung puting harus dipilih dot yang membuat si bayi bekerja lebih keras untuk menghisap ASIP. Jadi better pakai yang flownya minim (bener nggak sih buibu?). Mohon pencerahannya dong dong dong

Nah dari sekilas cari tahu, berikut beberapa kandidatnya

Medela Calma
Dr. Brown’s preemie nipple pack
Botol Kaca BabyPax

Sterilizer

Jelas lah kalau yang ini juaranya berdasarkan review semua orang. Dan beneran semua orang yang gw tanya lho jawabnya ini huahahaha.

Weekend kemarin udah sempet liat-liat di ITC tapi kok ternyata barangnya gede bener ya. Dengan pertimbangan belum punya tempat buat naronya, maka akhirnya dipending dulu aja deh.

the famous Panasonic D’Sterile

Ya demikianlah daftar belanja edisi menyusui, sekali lagi mari sama-sama berdoa semoga banjir cepat selesai. Baik di Jakarta maupun buat teman-teman lain di seluruh Indonesia.

Advertisements

34 weeks

Yes, I am a lazy mom-to-be.

Blogwalking kesana kemari kok orang-orang pada canggih amat sih persiapannya? Komprehensif gitu lho, lengkap dengan pro-kontranya. Sedangkan sayaaa? Apa kabar saya? Masih asik aja sendiri ngunyah disini. Cih!

Udah senam hamil? BELUM! Hypnobirthing apalagi.

Udah punya tempat tidur bayi? BELUM!

Udah belajar proses melahirkan kayak apa? BELUM!

Udah tahu apa aja yang harus dibawa ke rumah sakit saat akan melahirkan? BELUUUUUM!

Maka dari itu lah, karena saya pemalas, dan karena saya takut lupa, maka berikut ini kayaknya beberapa referensi yang nampaknya penting untuk persiapan melahirkan. Sambutlah, link-link ciamik (versi kurasi saya) mengenai packing untuk melahirkan :

  1. This site is my new Mom (& Mom-to-be) go to site. Their opinions and reviews are so real and funny! List packingnya ada 2 versi, disini dan disini (same author, different blog).
  2. This might come in handy too.

Lho kok cuman dikit? I told you I’m lazy. And cranky too.

Di kantor lagi banyak ibu-ibu yang baru melahirkan, dan meskipun selisih waktu melahirkan cuma beberapa bulan sama saya, bertubi-tubi datanglah aneka nasihat. Ada yang logis, ada yang mistis, ada yang saling kontradiksi pun! Bu-ibu please ya, saya justru pusing lho dengernya.

Thanks, but no thanks. Give me logic advice anytime, backed up by doctor statements.

32 weeks

Ngintip Anak Kecil

Kemarin akhirnya USG 4D, meski si bocah nampak masih malu-malu dan menutup separuh muka dengan sebelah tangan. Anak pemalu ini pinter deh,  waktu terakhir periksa dulu pak dokter bilang “Susah nih bu, anaknya lincah banget”. Kali ini dia anteng bener, jadi pak dokter gampang kasi liat mana mukanya ahuhuhu. Udah tau mau difoto ya nak?

  • Hidungnya (terlihat) mancung betul, bener-bener ngambil gen klan Surin alias Angku-nya. Jadi ya, keluarga bapaknya suami itu sangat mudah dikenali. Liat aja idungnya, sama semua. Mwahahaha….
  • Bibirnya? Semua orang komen “bibir bapaknya banget yaaaaa”.
  • Pipinya tembem. Persis siapaaa? Ya kalau ini sih sama, bapak ibu nya sama sama tembem.
  • Mukanya juteeeeek hihihi. Kalau yang ini pasti ikut ibunya nih.

Alhamdulillah kalau dulu-dulu suka dibilang berat janinnya kurang, sekarang udah masuk range normal. Dibanding 2 minggu lalu udah naik 500 gram, yang artinya sekarang berat janin udah dua kilo! 

Pak Dokter

Kemaren sekalian nanya ini itu sama dokter Bowo :

  1. “Anaknya aktif banget nggak apa-apa ya?” Justru sehat itu, yang penting dimonitor kalau tiba-tiba gerakannya berkurang.
  2. “Bisa normal kan ya dok?” Katanya, sejauh ini nggak ada indikasi harus caesar, tapi saya nggak berani janjiin 100% pasti normal ya, nanti lihat kondisi yaa…
  3. “Udah perlu ikut senam hamil?” Ya boleh aja senam-senam di rumah. Kalau mau lebih update aneka gosip, boleh ikut kelas senam. Mwahahaha.
  4. “Minum kelapa muda nggak?” Jangan percaya banget yang begitu-begitu bu, kalau kelapa muda segitu ampuhnya kasian bener orang Arab nggak ada pohon kelapa. Zzzz…

Persiapan Ini-Itu

  1. Tempat tidur apa kabar tempat tidur? Huhuhu masih bingung antara box kayu vs playard. Bingung harga dan bingung mau taruh di mana.
  2. Nanny. Di mana oh di mana harus mencari? Sebagai orang yang parnoan dan terkadang suka micro managing, aku sungguh cemas.
  3. Perlengkapan mandi dan perlengkapan menyusui sama manajemen ASIP. Ahuhuhuhu… Pusyiang. Untunglah dunia maya banyak memberikan bantuan berupa sharing pengalaman dari bu ibu semacam Jeng Feni dan Mbak Nita ini. Aku sungguh terbantu buibuuuu makasih lho *kecupsatusatu *emangkenal?

Nama

Duh ini beneran deh paling susah, sampe nggak bisa tidur.

Alkisah sejak 3 tahun lalu, udah punya rencana buat dijadiin nama anak. Cita-citanya kalau punya anak 3, masing-masing dikasih nama yang Indonesia banget. Masing-masing artinya terkait sama seni sastra, seni rupa, dan seni musik/tari (meskipun pada akhirnya baru nemu 2 dari 3 nama itu).

Sejak hamil ini, selalu manggil si kecil dengan salah satu nama yang direncanakan. Tapiiiiii…..

Si abang request minta ada nama yang islami atau minimal dari bahasa Arab. zzzz… pada dasarnya gw nggak terlalu doyan sama nama-nama yang terlalu “asing” dengan lidah Indonesia. Searching sana sini dan akhirnya menemukan nama dari bahasa Arab yang gw sreg : artinya bagus, dan nggak terdengar terlalu asing.

Masalahnya cuma satu : nama ini nggak nyambung sama nama yang gw taksir dari dulu. Piye iki piyeee…

2013-2014

Sekali lagi membuktikan kalau gw anaknya anti mainstream  : bikin posting pergantian tahun setelah tahunnya berganti. Huahahaha, maksaaaaa.

2013 Highlights

  • Yang paling jelas, tentunya adalah HAMDAN! Alhamdulillah dikasih kepercayaan, dan alhamdulillah juga hamilnya nggak nyusahin. Adalah mual-mual dikit tapi nggak signifikan, yang paling penting kayaknya saya lagi di-mentoring sama yang di atas supaya berhenti jadi orang egois dan harus mulai mikirin makhluk mungil ini… Dan ini, nampaknya, akan jadi salah satu pelajaran terbesar dalam hidup.
  • Untungnya sebelum hamil, sempat melalui fase newlywed yang jadwal jalan-jalannya lumayan padat. Alhamdulillah 🙂 Di semester pertama 2013 bertualang ke Cirebon, Yogya, Bandung dan tentunya Bali si destinasi bulan madu kedua.
  • The brother got married. This actually deserves a whole post on its own, tapi masih banyak pergumulan batin yang perlu diselesaikan sebelum menulisnya hihi…
  • Kesempatan-kesempatan baru buat sang suami 🙂 I am so proud of him
  • Pertama kali malam tahun baru full team : Mama Papa, gw, si abang, si anak kecil dalam perut, si adik dan istrinya. Tahun baru kali ini cukup menyenangkan, nggak banyak hingar bingar tapi yang penting banyak ketawanya 🙂

Resolusi 2014

Sejujurnya, saya agak malas bikin resolusi setelah pengalaman bertahun-tahun nggak pernah diwujudkan. Huahahaha, saya perempuan bertekad baja kalau soal tujuan jangka pendek, tapi mental tempe kalau untuk tujuan jangka panjang. Procrastination is my main vice, I guess.

Harapan utama, semoga lancar proses melahirkan (AMIN) dan lancar perjalanan menjadi ibu. Aku deg-degan iki, bisa nggak ya memberikan yang terbaik buat si anak ini?

Harapan berikutnya, semoga keluarga mungil ini bisa semakin solid berjuang bersama menghadapi berbagai tantangan (sekaligus kesempatan) masa depan.

Amin…