Week 8 : Dreams and Hopes

Sebelum tahu hamil, saya sempat mimpi. Mimpinya sih seperti biasa absurd dan nggak ada jalan ceritanya ya, tapi intinya bertema bayi. Terakhir kali saya mimpi seperti itu, saya telat haid sampai seminggu (meskipun waktu itu pada akhirnya negatif sih). Jadi begitu bangun tidur saya langsung pengumuman ke suami

Kayaknya gw hamil deh.

Emangnya udah telat? Belum sih. Dan akhirnya pembicaraan berakhir begitu ajah. Hahaha.

Tapi seperti udah diceritain disinifeeling kalau saya hamil tuh kenceng banget. Dikit-dikit kepikiran perut, sampai takut juga  jangan-jangan ini cuma wishful thinking.

Beberapa hari lalu, mimpi lagi ada bocah bayi lucu banget nemplok-nemplok di dada. Dan entah gimana ceritanya pokoknya di mimpi itu anak gw ada 3 jarak umurnya deket2 semua. Bangun-bangun, suami bilang semalem mimpi anaknya cowok. Huhuhu bisa gitu ya?

Semoga ini artinya hubungan batin kami sama si anak bayi kuat yaa. Semoga bisa terus begitu sampai kamu besar ya nak ya. Amiiin.

Semakin ke sini jadi agak deg-degan. Bisa nggak ya rawat anak? Apakah gw udah mengusahakan yang terbaik? Kalo begini salah nggak ya, kalau gitu salah nggak ya? Sekarang gw ngerti kenapa banyak rabidbunda yang militan dan garis keras, pasti aslinya tetep aja berakar dari rasa sayang sama anak ya, mengharapkan yang terbaik buat anaknya. Soalnya kalau soal anak, there’s no undo button, nggak bisa pencet ctrl+Z dan berharap kesalahan apapun yang dibuat jadi terhapus gitu aja.

Berat ya bok.

Anyway, a little note to self :

Dear child,

I hope I will always remember that your growth and happiness should always come first, and my fears come last.

 

Advertisements