Oh, the things you see on the road!

Jakarta macet? Bukan hal baru. Tapi untungnya warga Jakarta selalu punya berbagai cara dan gaya untuk mencanangkan eksistensi di jalanan.

Mulai dari yang gayanya paling Old Skool…

20130408-121225.jpg
Yogyaman : Lost in Jakarta

Sampai yang paling modern. Ini juara sih, dreadlocks nya dikuncir dan dikeluarin lewat lubang di helm. Who says you can’t be safe and stylish, right?

20130408-115623.jpg

Nah kalau yang terakhir ini sebenarnya bukan di Jakarta, melainkan di jalur Pantura waktu saya dalam perjalanan ke Cirebon.

20130408-120314.jpg

Advertisements

Odd One Out

Pernah dengar McClintock Effect atau menstrual synchrony? Jadi ini adalah teori yang bilang bahwa kalau ada sekelompok perempuan yang tinggal bersama, lambat laun siklus menstruasinya akan saling tersinkronisasi alias jadi bareng. Asumsinya hal ini disebabkan karena feromon, walaupun masih banyak yang memperdebatkan teori ini. Pengalaman saya sih juga gitu ya, siklus mensnya dari yang tadinya jauh-jauhan bisa lama-lama bareng sama teman-teman terdekat.

Kalau yang saya lihat, kayaknya sinkronisasi ini nggak cuma berlaku untuk siklus mens. Biasanya, orang-orang di lingkar pertama pertemanan kita, melalui fase yang kurang lebih sama. Satu lulus, semua lulus. Satu pacaran, semua pacaran. Satu lagi doyan traveling, semua doyan. Nah dari kecil, saya nggak pernah punya satu in-group eksklusif, karena biasanya nggak semua minat saya terakomodasi di satu kelompok. Jadi nanti ada kelompok haha-hihi, ada kelompok ambisius (iki opooo kok kayak trio ambisi), ada teman-teman diskusi, dan lain-lain.

Mungkin karena saya termasuk yang jarang nempel lama di satu kelompok, jadi jarang juga tersinkronisasi. Waktu kuliah dulu, teman main saya nyaris semua menikah di waktu yang hampir bersamaan. Paling selisih satu-dua tahun. Waktu itu saya merasa left out banget, bukan karena saya iri ingin menikah (waktu itu sama sekali belum berminat menikah soalnya), tapi karena saya mulai nggak ngerti pembicaraan mereka tentang dekorasi, kebaya, dan detail pernikahan lainnya. Tahun berikutnya, saya semakin nggak nyambung dengan semua kisah kehamilan, melahirkan, dan menyusui. Pokoknya dengernya bingung deh, nggak kebayang. Di masa itu, saya masih asyik dengan karier dan kerjaan.

Eeeh sekarang kondisi malah terbalik. Di lingkar pertama saya, ternyata justru saya yang pertama menikah. Sedangkan teman-teman saya yang lain masih belum berminat kayaknya. Jadi tetap saja akhirnya left out rasanya huhuhu, karena giliran saya yang ribet soal dekorasi, kebaya dan detail pernikahan sendiri. Sedangkan mereka berpikir persis sama kayak saya dulu : gitu aja kenapa harus ribet sih?

-___________-”

Karma does exist, y’all.