Mayestik!

Nggak ada istilahnya diet di hari libur. Judulnya aja libur, artinya libur berbagai hal yang nyiksa diri. Mulai dari kerjaan sampai nahan-nahan makan.
Dan nggak ada tempat yang lebih tepat untuk makan menggila selain : pasar mayestik!
Pasca renovasi tahun 2012, pasar mayestik sekarang sudah jauh dari image zaman dulu yang gelap, bau (hasil kolaborasi aneka aroma bumbu dan daging) dan becek. Yang saya lihat sekarang justru ber-AC dan nyaman, terang benderang pula.
Di lantai dasar isinya make up, toiletries, aneka wadah kue (toples, loyang, dsb), kerajinan gerabah dan tentunya wadah-wadah seserahan. Lantai 1 ke atas penuh baju, sepatu, bahan sampai penjahit. Lantai 2 ke atas relatif kosong.
Kemana perginya bahan makanan dan kawan-kawan? Ternyata ada di basement, dan konsepnya semacam pasar modern gitu. Bersih. Selain itu areanya juga dikandangin pakai dinding kaca sehingga aromanya bisa terlokalisir.
Highlightnya? Pasti makanan. Selain kue tete hijau favorit saya, kue cubit setengah matang, suami memperkenalkan rumah makan padang Sepakat. Jelas kenapa namanya Sepakat, karena begitu masuk mulut kayaknya lidah saya langsung salaman sama itu dendeng balado. Sepakat sama rasanya. Best padang food in town! Maaf nggak ada fotonya, tiba-tiba keburu habis makanannya.

20130402-171954.jpg