Mm dr judulnya, bukan bermaksud nostalgila syalala tentang salah satu idola mas mas ganteng dimasa kecil. Pembelaan diri; iya saya pernah terjebak dlm fase suka muka-muka ‘pretty boys’. Tapi menjelang remaja saya insyaf karena ga terima kok cowok2 ini lebih cantik dari saya.
Anyway entah mengapa, terkadang cara terbaik untuk menyusut tangis adalah menjadi bahu tempat orang lain bersandar (sambil nangis).
Dibilang schadenfreude sih bukan ya, karena bukan kesenangan yg didapat dr kesedihan orang lain. Mungkin lebih tepat dibilang merasa ditampar untuk tidak terlalu larut dalam drama, ketika diluar sana banyak orang lain yang juga punya masalah, yang mungkin justru lebih ‘nyata’ dari (apa yang kita anggap sebagai) masalah kita.
Mungkin juga karena terkadang ada orang-orang yang butuh jadi ‘jagoan’, yang harus menjadi lebih kuat untuk orang lain.
Apapun, terimakasi ya buat seorang neng manis yang menyelamatkan gw dari mellow-mellow tidak manis meskipun manja. You may think I saved you from crying. In reality you saved me.
Categories