Nge-Gas

Masalah nada bicara kayaknya selalu jadi bahaya laten dalam hidup saya. Mengendap-endap di pojokan menunggu saatnya meledak dan memporak-porandakan hubungan saya dengan orang lain *lebaaay*
Tapi serius deh, saya dan keluarga memang punya kecenderungan nada bicara yang agak bikin pendengarnya pengen nabok. Jangankan orang lain, kadang-kadang dalam keluarga inti saya sendiri sering sekali terjadi keributan cuma karena masalah intonasi bicara.
Dan berhubung memang dari sononye nyolot kalau ngomong, seringkali saya juga nggak sadar bahwa nada bicara saya itu bisa menyinggung orang.
Tapi ternyata saya nggak sendiri tuh. Hari ini menemukan sebuah artikel di Psychology Today tentang pentingnya intonasi bicara. Bahkan penulisnya, seorang buddhist, baru menyadari bahwa dirinya kelepasan mengeluarkan intonasi yang kurang mengenakkan.
Satu poin yang penting dalam artikel itu ya :
apapun content yang kita sampaikan, intonasi berperan lebih penting utk mengkomunikasikan perasaan kita pada saat menyampaikannya
Jadi sedikit reminder untuk diri sendiri (semoga selalu ingat) : sesekali, saat berbicara, ambil jeda sejenak dan coba dengarkan diri sendiri berbicara. Sama seperti penyanyi yang pake monitor di telinga untuk kontrol pitch nya supaya nggak sumbang, kan?

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements