belahan jiwa

Pagi ini saya terbangun dari sebuah mimpi buruk. Secara harafiah.
Saya benar-benar bermimpi buruk, terbangun di pagi buta dalam keadaan menangis. Bukan pengalaman yang menyenangkan, dan menurut saya tidak ada hal yang lebih menimbulkan perasaan kesepian dan sendirian daripada ini. Kecuali sakit. Dan saya memang sedang sakit.
Lalu ketika di titik nadir begini, kemana biasanya kita pergi? Saya selalu mencari sahabat saya, yang sayangnya berada ribuan kilometer jauhnya dan berada di zona waktu yang berbeda.
Maka mulailah saya menulis surat kepadanya.
Klik SEND.
2 menit kemudian, ada indikator merah menyala di hp saya. Email masuk. Dari sahabat saya. Bukan email balasan, melainkan email update bulanan darinya.

…if that’s not soulmates, I don’t know what is

Alhamdulillah saya diberikan sahabat yang terbaik. Meski kami berbeda agama, ras, negara dan zona waktu. Tapi hati kami terhubung selalu 🙂

Alhamdulillah saya diingatkan, saya tidak pernah sendiri 🙂

Posted with WordPress for BlackBerry.