Aroma Pagi

Buat saya, kopi identik dengan pagi. Pagi hari yang nyaman, ketika keluarga berkumpul di meja makan untuk sarapan dan berbagi cerita, dengan matahari mengintip sedikit dari luar jendela.
Sedikit mirip dengan telur setengah matang di postingan sebelumnya. Hanya saja, aroma telur setengah matang agak kurang nyaman untuk sering-sering dicium. Bisa mabok malah.
Belakangan ini saya pun sedang sering-seringnya mencari-cari kopi kapal api. Bukan untuk diminum sebenarnya, lebih untuk dihirup saja aromanya. Mencari sejumput ketenangan ditengah rumitnya dinamika ibukota.
Pun setiap kali saya masuk ke coffee shop, aura hangat itu otomatis melingkupi begitu saya mencium aroma kopi.
Jadi terpikirkan, tampaknya nanti kalau sudah punya rumah sendiri, ruang duduk/ruang tamu/area sarapan harus selalu diwarnai aroma kopi. Plus ditambah sinar matahari dan ventilasi yang cukup. Hmmm… 🙂 …
Meski sebenarnya, buat saya, minuman paling tepat buat memulai hari tetap saja : teh panas :p Lebih bisa ditoleransi perut, lebih sedap di lidah hahaha.
Nggak apa-apa toh, duduk-duduk minum teh di ruangan beraroma kopi?

Advertisements