Nilai raport 2009

Sekitar setahun yang lalu, gue membuat daftar resolusi 2009.

Sekarang tahun 2010 sudah joget-joget gembira di hadapan gue, dan tampaknya sudah saatnya gue mengevaluasi tahun 2009 sekaligus coba-coba bikin resolusi 2010. Ok, satu satu ya kita bahas resolusi sok optimis gue tahun lalu.

1. Belajar nyetir » ini sudah jelas gagal total. TOTAL. Bahkan gue menyentuh setir mobil pun nggak. Dan oleh karena itu, tahun ini akan dimasukkan kembali ke dalam daftar resolusi. Semoga kali ini terlaksana. Amin.

2. Belajar bahasa Jerman atau bahasa asing apapun » ini pun. Gagal. Pekerjaan gue sama sekali nggak memberikan waktu luang secuil pun untuk gue mengembangkan diri dalam aspek lainnya 😦 Dan tahun ini, resolusi ini kembali masuk dalam daftar.

3. Baca satu buku setiap minggu » hmmm… Gagal juga. Alasannya sama, waktu. Beberapa buku yang masih sempat gue baca di tahun 2009 adalah perahu kertas-nya Dewi Lestari (yang bagusss banget), dan 2 buku Sophie Kinsella : Shopaholic & Sister, Un-domestic Goddess. Lihat kan, semuanya buku2 ringan yang mudah dicerna sepulang kantor. Otak gue susah banget soalnya memproses yang rumit-rumit kalau udah di luar jam kantor. Lebih tertarik beristirahat.

4. Dengerin satu album baru setiap minggu » juga. Gagal. Hedeuuh. Sejauh ini tahun 2009 penuh kegagalan yah. Jadi malassss melanjutkan.

5. Lombok/Makassar/Belitung trip » *what’s that folks? Yesss let’s say it together* GA…GALL..!!! But anyway, kegagalan ini nggak terlalu mengecewakan, karena toh pada tahun ini gue berkesempatan menonton COLDPLAY live in concert di singaparna… Ups, maksudnya Singapura. Dannnn tahun ini gue dua kali aja gitu ke sana, 1x utk coldplay, 1x lagi liburan bersama orang-orang spesyell dalam hidup X). Selain itu ada juga liburan ke anyer bersama rekan-rekan kerja, yang ternyata cukup menyenangkan. Karena gue anak pantai sejati, jadi mau kemana aja asal pantai, ya saya senaaang 🙂

6. Menabung rp xxx setiap bulan… Pun gagal. Penyebabnya? The singapore trips :p Tapi, ya sudahlah, at least it was worth it. Semoga tahun 2010 lebih baik lagi yaaa.

7. Katalog digital baju/sepatu » bwaaah apa pula iniii. Gue pun nggak tahu kesambet setan apa yang membuat gue terinspirasi untuk bikin resolusi edan semacam ini. Tentunya gagal. Mepet-mepet juga paling nyokap nandain kotak sepatu pake tulisan spidol besar-besar. Hueee :p

8. Coba resep baru setiap bulan » Lagi-lagi gagal. Satu-satunya resep baru yang gue coba adalah aglio olio yg kemudian gue modifikasi sendiri menjadi meatballo olio (apa sehh)

9. Menulis sesuatu setiap hari » hanya bertahan sampai bulan Maret. Kembali salahkan benda bernama kesibukan. Ya maap deh.

10. Cuma belanja sesuai jadwal, nggak boleh tergiur kata diskon » frase terakhir berhasil lho. Gue nggak kalap lagi kalo ada kata-kata diskon. Masalahnya kadang-kadang nggak diskon pun gue sekarang belanja, gara-gara lagi keasyikan berusaha menjadi perempuan. Sejak ikutan forum ini, gue malah asyik blanjablanji online berbagai produk kosmetik :p sama aja yak parahnya.

Secara keseluruhan 2009 menjadi tahun yang cukup datar buat gue. Putusnyambungputusnyambung ala lagu BBB, pekerjaan yang selalu menyita waktu dan energi, kondisi kesehatan anggota keluarga yang memburuk, suasana kerja yang nggak kondusif, semuanya sakseus seliweran di tahun lalu sehingga resolusi gue terbengkalai ajah semuanya.

Anyway untuk tahun 2010 ini, gue memberanikan diri kembali bermimpi menyusun resolusi.
Sederhana saja, lebih berani menentukan kebahagiaan untuk diri sendiri. kalau memang kondisi saat ini nggak memungkinkan untuk mencapai resolusi-resolusi mini di atas, maka tahun ini gue harus mengubah kondisi itu.
So, here goes.

Advertisements

radar triningtrining

Alkisah beberapa hari lalu gue menyadari bahwa gue memiliki radar trining-trining yang cukup dahsyat kepekaannya.

Eh maaf, pada bingungkah dengan istilah radar triningtrining? Hmmm panjang nih penjelasannya. Jadi sebenernya trining-trining adalah bahasa gue untuk mendeskripsikan perasaan yang susah dideskripsikan (lho?) yang biasanya terjadi pada momen-momen nice dalam keseharian. Tapi perlu disempitkan lagi, bahwa triningtrining ini hanya berlaku untuk momen-momen ketika kita sedang jatuh cinta atapun cuma sebatas suka-sukaan dengan seseorang.

Kebayang kan, momen-momen yang sebenernya printilan nggak penting, tapi pada saat itu jadi rasanya penting banget. MIsalnya, (ini momen favorit gw) ketika di keramaian dan ada orang yang melontarkan sebuah komen yang menurut gw sangat lucu atau sangat konyol, lalu biasanya gw akan mencari mata significant other gw saat itu (bisa berupa pacar atau gebetan), dan ketika mata kita beradu pandang terus sama-sama menaikkan alis atau apalah gitu yang menunjukkan bahwa kita punya pikiran yang sama. Hihiiiiiy…. Langsung deh triningtrining. Atau bisa juga momen saat digandeng pertama kalinya, atau ketika si ‘orang itu’ nggak sengaja berdiri agak terlalu dekat, atau apalah. Pokoknya momen-momen salah tingkah.

Anyway, ternyata meskipun gue nggak terlalu sering mengalami momen triningtrining ini (karena, seperti pernah disebutkan di post sebelumnya, produksi feromon gue agak minimal), tapi ternyata radar triningtrining gue ini cukup peka dan piawai menemukan momen-momen triningtrining orang lain. Kadang-kadang padahal momennya nggak signifikan lho…

Salah satu contoh peristiwa yah :
Ruang kuliah biologi jaman kuliah dulu, letaknya serong dikit di atas kantin padang biasa gue nongkrong (ciyehhh anak nongkrong), dan ada satu jendela yang pemandangannya langsung mengarah ke kantin padang. Memang agak aneh, karena jendela di ruang kelas itu bukan terletak di bagian atas tembok seperti jendela-jendela pada umumnya, melainkan di bawah. Jadi, kalau mau kelas biologi, sangat disarankan untuk tidak mengenakan rok kalau tidak mau paha anda menjadi santapan warga kantin padang.
OK back to the story, intinya gue paling suka duduk dekat jendela itu, karena pelajaran biologi sangat tidak menarik dan gue lebih suka memandangi orang-orang lalu lalang.
Tiba-tiba suatu siang, terlihat teman gue si X sedang duduk bersebelahan dengan oknum K. Pemandangan yang kurang umum karena oknum K itu nggak biasa nongkrong di kantin padang, dan juga nggak berada di lingkaran pergaulan yang biasanya bersinggungan dengan si X. Lebih nggak wajar lagi, karena pada suatu momen, mereka sama2 mengambil minuman, tangannya nggak sengaja bersentuhan, terus pandang-pandangan dengan mimik muka kaget-kaget-malu-tapi-seneng.
Ehehehehe… Ketahuan lah mereka. Ternyata memang oknum K sedang mendekati nona X.

Masih banyak lagi momen-momen kayak gitu yang gue tangkap, tentunya dengan clue yang berbeda-beda ya. You can call me kaypo, tapi gue memang sangat menyukai momen-momen ini. Menurut gue terkadang kondisi suatu hubungan lebih terlihat dari petunjuk-petunjuk non verbal daripada yang verbal.
Gue lebih percaya tatapan mata seseorang terhadap pasangannya daripada kata-kata “gue sayang banget cinta mati sama dia”. Because explicit words can lie but your gestures can not. Beauty is in the subtlety, the naïvete of our spontaneous reactions.

Nah untuk momen yang menyadarkan gue akan radar triningtrining ini gue berterimakasih kepada 2 orang teman di dunia maya, yang interaksinya membuat radar gue kembali bekerja. Only one of them knows who they are, and because of that person’s request, I’ll keep silent on their thing until all is finalized ☺

pagi. hujan.

Pagi ini terbangun untuk bertemu hujan. Dan cuaca mendung-mendung dingin di pagi hari rasanya selalu mengajak saya kembali berselimut, lalu bergulung ke posisi fetus.
Tapi tentu saja realita berbicara lain. Jadi terpaksalah saya mandi, mengenakan baju kurungan (bukan baju kurung loh, tp baju kurungan karena entah kenapa pakaian kantor terasa sangat menghambat kebebasan gerak), dan berpacu dengan macet untuk mengejar bis kantor. Di perjalanan, ngobok-ngobok hp cari lagu yang pas dengan suasana pagi ini, tapi playlist saya kurang pas aja ternyata.
Setelah berbengong-bengong, tiba-tiba terngiang-ngiang beberapa lagu yang sepertinya cocok nih.

1. Come around – Rhett Miller. Terutama kata-kata ‘am I gonna be lonely for the rest of my life’… Huehehehe. Karena entah kenapa ketika dingin, mendung, rasanya selalu ingin mencari kehangatan. Dan ketika nggak ada orang lain di dekat kita, otomatis berasa sepiiiiii banget. Dan sepi itu gak enak banget, rasanya seolah-olah akan kesepian seumur hidup. Drama queen? Memang. :p

2. Inside of love – Nada Surf. Kalo ini sih lebih karena memori aja. Alkisah beberapa tahun lalu ketika gue mengalami masa kerontang dalam hal per-pria-an (kalo kata teman saya, itu masa-masa saya nggak memproduksi feromon setetes pun) seorang teman yang lain pernah bilang : ini lagu kayak kisah hidup loe ya ndied. Ehhhh kurang ajar, saya juga nggak se-desperate itu tauk! Tapi yah, itu kan memang masa-masa gloomy-gloomy galau kurang jelas gitu, memang identik dengan mood-mood mendung lah.

Lagu lainnya? Belum kepikiran :p