Music is what gets me through the day…

Ketika hari hanya menawarkan abu-abu, terkadang hanya musik yang bisa mengubahnya kembali merah jambu. Atau kuning. Atau hijau. Atau merah. Ungu, biru, putih, hitam…whatever colour I choose the day to be, music achieves it for me.
Saya datang dari keluarga dengan musikalitas tinggi, yang mayoritas anggotanya memiliki kemampuan menciptakan -atau setidaknya memainkan- musik. Entah kenapa kemampuan itu tidak tersalurkan dalam gen saya :p
Nonetheless, I have a large fascination to music, being rather particular in my tastes -and perhaps quite peculiar at times-
It is what gets me through a horrible day, or what accompanies me in a particularly joyous one. It is my friend 🙂
I’ve always envied those gifted with the ability to create music, a thing with powers so great that it can move the masses in such a way. It can start a riot or calm them down.
Saya cukup puas jadi pendengar saja. Tapi belakangan ini kurang ada yang terlalu mengena di telinga. Musisi Indonesia, kemana kalian?

Mom’s new toy.

Every now and then, we have a need to reinvent and redefine ourselves. Be it a new profession, a new job, a new city or simply a new state of mind.

My mom’s got a new hobby : making juice. Seriously, I mean it.
She just bought a new juicemaker. And a plethora of ingredients for it : plums, apples, lemons, limes, pineapples, papayas, and heaven knows what else.

Every now and then she gives the machine a little whirl, plunging cut fruits here and there as needed. She seems happy after guzzling down a mug of her creations. It’s like she feels a sense of accomplishment.

Mind you, my mom’s accomplished enough as a careerwoman. But I think this juice thing makes her feel happier. More serene.

Well, whatever works for you, right?

I’m just gonna have some juice now.

Payday!

I’ve been such a naughty and undisciplined girl today!!!

With the way I’ve been spending lately, I really ought to step real hard on my spending brakes. But today is payday. There’s fresh funds in my account.
Even though in a couple of days they’ll dissapear to pay some bills and other obligations, but today my account is fat. And content.

So let’s see it like this. Payday to a. salaryman, is like the long awaited rain during dry season. It’s the thing that makes it kind of worthwhile to labour through horrendous hours working for something you don’t believe in. To some, payday is THE goal. The only reason they even took up a job in the 1st place.

So let me reward myself today. Let me splurge a little in some of life’s trivial guilty pleasures. Tomorrow, I’ll go back to penny-pinching :p

Selamat Hari Anak!!

Hari ini hari anak.

Apa artinya?
Bahwa seluruh anak Indonesia bisa belajar dengan kurikulum sesuai tahap kembangnya? Bahwa seluruh anak Indonesia bisa punya tempat bermain yang layak?

Masa kanak-kanak adalah masa untuk belajar sambil bermain. Mengeksplorasi dunianya sembari masih punya jaring pengaman, dimana dia belajar konsekuensi setiap tingkah lakunya, belajar menjadi bagian dari masyarakat, belajar berbagai hal untuk bekal dewasa nanti.

Tapi lihatlah anak Indonesia.
Sebagian mengisi waktu luang dengan pergi berbelanja di toko-toko mahal di pusat perbelanjaan,
sebagian mengisi waktu luang dengan les-les pelajaran hingga larut malam agar bisa masuk sekolah favorit,
sebagian mengisi waktu luang dengan ‘ngelem’ di kolong-kolong jembatan atau belajar jadi polisi cepek,
sebagian bahkan tidak punya waktu luang karena harus ikut bekerja memenuhi kebutuhan keluarga.

Berapa persen anak Indonesia yang masih benar-benar anak-anak?

Berapa persen anak Indonesia yang ‘dipaksa’ dewasa sebelum waktunya karena kondisi?

Berapa persen yang dijual orangtuanya untuk menjadi pengantin agar bisa melunasi hutang-hutang keluarga?

Berapa persen yang dijual untuk menjadi pengantin semalam khalayak umum?

Berapa persen yang di-dekapitasi agar menimbulkan iba ketika mengemis atau mengamen?

Berapa persen yang disewakan untuk digendong-gendong di jalan raya?

Berapa persen yang masih berani punya mimpi?

Tidak ada salahnya kalau pusat-pusat perbelanjaan atau produsen produk perlengkapan anak mengkomersialisasi hari ini dengan berbagai acara yang mendorong konsumerisme.

Asal jangan lupa, mari ajarkan juga anak-anak untuk berbagi dan bermain dengan anak-anak lain yang (mungkin) kurang beruntung.

Aku Ingin…

bukan. bukan mau mengutip puisinya Sapardi yang keren tenan itu. cuma tiba-tiba pingin bikin wishlist ajah.
hal-hal yang diinginkan (dan entah kapan bisa terwujud)…
maybe if we want something hard enough it can come true someday :p
1. mau nonton cirque du soleil – live
2. mau ke spanyol
3. mau belajar bahasa asing lagih…
4. mau keliling Indonesia
5. mau mencapai work-life balance *PENTING!*
6. mau *sesuatu* yang manis dan tidak selalu ribet
7. mau hari-harinya diwarnai merah jambu (meskipun tak harus selalu)
8. mau bangun pagi berseri-seri dan berkata “siap menghadapi hari ini”
9. mau berhenti jadi sinis dan apatis
10. mau berhenti istirahat di tempat dan kembali mengejar mimpi

OK mungkin semua ke-MAU-an itu terlalu cryptic untuk dipahami. It’s ok. It’s just a reminder for me. Wish me luck 🙂

Berkeliling Jakarta

Perlu dilakukan sesuatu tentang lalu lintas di Jakarta.
Sekarang ini yang namanya motor sudah terlalu merajalela. Bukan masalah sebenarnya, jika saja pengendaranya tahu tata cara berkendara yang baik dan benar. Tapi kenyataannya banyak juga yang cuma modal nekat dan slanang-slonong seenaknya.
Seandainya saja transportasi umum di Jakarta lebih aman, nyaman, tentram, dengan jalur operasi yang bersahabat dengan kebutuhan warga Jakarta serta jadwal yang bisa diandalkan.
Ah tapi hal ini sudah terlalu lama jadi wacana. Banyak upaya mengatasinya, tapi tanpa komitmen sepenuh hati.
Sampai saat ini baru busway dan beberapa shuttle ke kota-kota satelit saja yang masuk shortlist kendaraan ramah untuk saya. Sebagai orang yang cukup sering pulang diatas jam 7 malam dengan tentengan tas + dokumen + laptop, rasanya terlalu banyak upaya yang perlu dikeluarkan untuk pulang dengan selamat kalau harus berkali-kali ganti angkutan.
Terkadang barang bawaan saya bisa makan tempat buat 1 orang dalam angkot. Akhirnya malah tatapan menghardik yang saya dapat.
Pada akhirnya buat sebagian besar kaum pekerja taksi memang jadi alternatif utama. Tapi harganya… Sungguh menguras kantong.
Tidak heran kalau banyak yang memilih untuk memiliki kendaraan sendiri. Jadwal fleksibel, keamanan dan kenyamanan bisa diatur. Tapi lihatlah setiap sudut kota Jakarta di pagi hari dan sore hari. Sudah terlalu padat dan penuh hingga jalanan seperti mau meledak.

Perlu dilakukan sesuatu tentang lalu lintas di Jakarta… Tapi siapa yang mau melakukan sesuatu?