…broken promises..

Kemarin seharusnya adalah deadline gue untuk melakukan re-evaluasi atas beberapa hal di hidup gue. menjawab beberapa pertanyaan yang pernah gue tanyakan ke diri gue beberapa tahun lalu, dan melihat apakah ada perubahan yang cukup signifikan.

Perubahan signifikan sih ada, tapi kok sepertinya tidak ke arah yang gue inginkan ya…
well anyway, jadinya gak menarik lagi deh dan gue membatalkan re-evaluasi dengan metode menjawab pertanyaan2 itu, karena ternyata banyak yang sudah gak relevan dengan kondisi hidup gue saat ini.

kalau dulu gue selalu terfokus untuk menyelami rasa, sekarang mungkin sudah agak setengah mati (rasa). hanya menyentuh sedikit di permukaan tapi gak mau menyelam lagi, mungkin takut sesak nafas ya.

di tengah kegamangan ini gue yang sedang membuka blog teman gue, melihat ada link yang direkomendasikan dan mengikuti link itu. dan kalimat berikut membuat gue tersenyum (pahit) :

There are a million ways to bleed. But you are by far my favourite.

we choose our own pain. consciously or not, either by default, by example, by what we perceive as ‘normal’, or simply by circumstance. the ‘you’ doesn’t necessarily have to be a person. it can be a group of people, an institution, a situation, anything at all.

there’s always the choice of fight or flight. the fact that we (you, me, them, anyone) are wallowing in any kind of pain right now, means that we (you, me, them, anyone) chose to stay in it. STOP.

Advertisements