miawwww

aduh yaaaaa, kucingkucing ini kok ya mengganggu sekali yaaaaa… tingkat kelucuannya adalah 9.76 dari skala 1 sampai 10

funny pictures </p> <p><a href=funny pictures of cats with captions

Advertisements

mengetik, bukan menulis

dulu gue suka menulis. menulis dalam arti sebenar-benarnya ya. bukan cuma menuangkan isi kepala ke dalam bentuk tertulis secara umum, tapi benerbener M E N U L I S . . pake kertas, sama pensil.
bahkan ketika gue lagi nyalin catetan (yang pastinya bukan dateng dari pikiran gue, tapi dari pikiran dosen gue dan diterjemahkan sama temen gue ke dalem buku catetannya), gue sangat sangat menikmati prosesnya.
seolah pensil gue menari di atas kertas, dan setiap dia sedikit bergeser gue menjadi sangat bahagia untuk menemukan bahwa di posisi sebelum dia bergeser sekarang ada jejak-jejak karbon berwarna abuabu gelap tersisa di sana… seolah dia menelurkan butiranbutiran tinta yang sudah menyatu menjadi panjaaaaang sekali seperti telur katak, yang semoga suatu saat menetas dalam pikiran siapa pun yang membacanya, berinkubasi sebentar sebelum akhirnya bermetamorfosa menjadi ide-ide dan gagasan-gagasan baru…
alat tulis yang gak pernah hilang dari must have list gue cuma 2 :

1. pensil mekanik pentell yang kurus transparan warnawarni dan diisi pake isi pensil mekanik ukuran 2B

empuknya passssssss, dan menurut gue emosi dan energi gue pada saat menulis itu bisa kebaca banget dari hasil tekanan pensilnya di kertas. paling suka kalau udah selesai nulis satu halaman terus gue meraba halaman baliknya dan ada gelombang-gelombang tinggi rendah di situ…

2. sapidol snowman warna item

ini juga empuknya pas nih, emosi gue keliatan dari tebel-tipisnya masing-masing garis… dan entah kenapa menurut gue kesan bold dari hasil nulis pake spidol snowman item ini rasanya membuat gue sangat puas melihat hasil akhir tulisan gue. HITAM DIATAS PUTIH. Hitamnya hitam banget pula! hihihihihi…

sampe sekarang pun di saat waktu gue kosong dan punya banyak energi atau lagi banyak emosi (hiihihihihihii, butuh curhat maksudnya) emang rasanya lebih lega untuk menumpahkan semuanya dalam bentuk tulisan tangan… hanya saja tuntutan hidup terkadang menjadikan waktu untuk menuliskan pikiran dengan tangan menjadi barang mahal… maka sekarang gue lebih sering mengetik. bukan menulis.

belum dapet nih tapi feelnyaaa…..

ternyata rasa terkadang memilih datang berjingkat
tak seperti diharapkan…
kukira selalu datang bersama kembang-api meledak
warnai langit hitam semarak dengan lukisan sesaat
untuk lalu meredup larut dalam pekat

The Thirteenth Tale

baru selesai baca (dalam 2 hari saja). dan ternyata bagus banget yaaaa… dari awal udah berasa banget gaya penulisannya, cara bertuturnya, sangat sangat mirip sama Wuthering Heights. dan kalau dilihat sepanjang novel ini juga memang banyak menyebutkan Wuthering Heights, Jane Eyre, dan judul2 jaman dulu lainnya yang gue gak tau (hehehehehe) jadi kayaknya memang ada influencenya ya.

tapi kalau dipikir2, agak mengingatkan sama gaya Agatha Christie juga (versi Miss Marple, bukan Poirot) di cara dia membuka plotnya pelan-pelan, menyelipkan satu dua petunjuk kecil yang samar di sana sini…

hmmm udah lama juga gak se-excited ini… ternyata katakata, baik yang mengalir melalui jari kita sendiri maupun yang dialirkan jari orang lain melalui kertas ke mata kita, memang sangat manjur untuk mengobati semangat hidup gue yang hampir kalah ini. hyehehehhe…dramatis ah.

KucingKucing

berhubung hari ini ‘perut kurang mau berkompromi’ alhasil gue dirumah aja… browsing2 sana sini sambil bekerja dari rumah. dan tiba2 gue menemukan site yang lucunya MENTOK! berhubung gue termasuk cat person tingkat tinggi, maka kira2 apa reaksi gue ketika kesandung site yang isinya mayoritas adalah FOTOFOTO KUCING BERPOSE LUCU MAMPUS??? awwwww gemes banget liatnya, sampai rasanya pengen ikutan berfoto dengan pose lucu mampus juga hahahahaha. sayangnya gue bukan kucing, jadi selucu apa (menurut gue) pose gue ya tetep aja gak bakal selucu kucingkucing sialan itu.

hubungan gue dengan kucing sayangnya tidak selallu harmonis. dari mulai dicakar, digigit, dikejar2 (ada kucing gue yang agak hiper dulu), gendong kucing yang tiba2 pipis/pup di baju gue, semuanya pernah. ditambah lagi gue sebenernya alergi sama bulu kucing. tapi ya gimana…. namanya cinta. ahahahahahaha…

kecintaan gue sama kucing sebenernya agak ekstrim sih kalo kata temen2 gue. soalnya kucing kampung di pinggir jalan yang kotor dan bau aja buat gue tetep terlihat manis dan bisa tiba2 gue gendong2. tiap kali liat kucing pasti tiba2 gue mengeluarkan suara meongmeong dengan frekuensi tinggi yang sebenernya cukup annoying hahahaha… tapi gue tetep berusaha semirip mungkin sama suara kucing beneran dengan harapan bisa berkomunikasi sama mereka. mulai dari suara anak kucing, suara kucing garong, sampe suara kucing kawin bisa gue tiru. tapi itu kan menurut gue. kalo reaksi para kucing yang gue ajak ngomong pake bahasa meongmeong itu mah, biasanya mereka cuma memandangi gue dengan pandangan iba seperti mau bilang ‘kasiyan ya ini manusia, kenapa mengeluarkan suara seperti buntutnya kejepit pager?”

sekarang ini gue gak secara resmi punya kucing, tapi ada beberapa kucing daerah rumah gue yang sering datang & pergi di teras. biasanya sekedar minta makan, numpang berteduh kalo hujan, numpang tiduran di atas kap mobil, numpang main kejar2an di taman, atau numpang minta dielus-elus.

Dari sekian banyak kucing numpang lewat, ada beberapa pengunjung tetap yang akhirnya gue kasih nama dengan semena-mena (dan mereka juga sebenernya gak nyaut kalo gue panggil pake nama itu hihihhii)

Team pertama adalah Kunkun, Bubu, Tem + mamanya. Kunkun Bubu & Tem adalah 3 ekor anak kucing yang lucunya gila2an. Sejarah keluarga mereka dengan keluarga gue cukup panjang. Berawal dari suatu hari di bulan Februari ketika mamanya mereka yang belangtiga (biar singkat kita sebut aja si belang3 yaaa) melahirkan di garasi rumah gue. Tampaknya si belang3 ini hamil di usia muda, jadi anaknya ditinggal gitu aja di garasi gue yang kemudian mengakibatkan 4 ekor anak kucing itu sibuk ngeangngeong mencari ibunya. Akhirnya sama orang rumah anak-anak kucingnya dikumpulin di kardus, ditaruh di teras. Supaya si belang3 ntar gampang ngambilnya. Dan untungnya si belang3 masih inget sama anak-anaknya. Mereka dijemput, dipindahin ke tempat lain, beres. Eh tapi tibatiba kok masih ada suara ngeong2 superlemah dari garasi gue. Dicari-cari dan ternyata ketemu satu lagi anak kucing nyelip di belakang lemari. Kita pindahinlah dia ke kardus yang tadinya buat naruh kakak-adiknya itu, dengan harapan si belang3 akan datang menjemput anaknya. Sayangnya sodarasodari, kucing tidak bisa berhitung. Jadi si belang3 gak merasa anaknya kurang dan dia sama sekali gak ngerasa perlu berkunjung ke teras gue lagi…

Untuk menghindari si anak kucing ini mati kelaparan, maka dibuatlah task force khusus yang bertugas menjadi ibu pengganti. Mulailah keluarga gue pontangpanting research harus dikasih makan apa itu kucing, karena sayangnya di keluarga gue tidak ada yang bisa memproduksi susu kucing. Akhirnya kita belilah susu khusus untuk orphan kittens, kucingnya ditaruh di kardus di dalem rumah dan dikasih bertumpuk2 handuk & selimut biar hangat, terus disuapin susu pake pipet, terus abis makan kita pijet2 perutnya biar bisa pup… malang oh malang, ibu kota memang lebih jahat dari ibu bohongan, anak kucing itu (yang akhirnya kita kasih nama theodore..hahahaha gara2 baru nonton alvin&the chipmunks) akhirnya tidak bisa bertahan… sedih euy. Jadi keluarga gue agak mendendam sebenarnya sama si belang3. Karena kalau saja seandainya dia bisa berhitung, pasti theodore gak perlu meninggalkan dunia yang kejam ini…

Tapi eh tapi, beberapa bulan lalu si belang3 ini perutnya udah menggembung lagi, dan akhirnya melahirkan di rumah tetangga gue. Yang lucunya, anaknya 3 dan tiga2nya berbeda warna. Ada yang warna AbuAbu (makanya dipanggil bubu), ada yang warna kuning (kunkun) dan yang satu lagi hitammmmampus (tem). 3 anak ini suka banget main kejarkejaran dan terkamterkaman satu sama lainnya, dan entah kenapa suka banget melakukan aktivitas main ini di halaman rumah gue. Karena dalam spektrum cuteness 1-10 mereka mencapai skor 9.3 maka akhirnya dendam kami luluh terhadap ibunya (meskipun tidak cukup luluh untuk mainmain sama ibunya. kita main sama anak2nya aja.)

Team kedua adalah Kubrick beserta PapaMamanya

Kubrick adalah singkatan dari Kucing Jabrick. Kenapa namanya begitu karena kucing ini bulu ekornya jabrik macam kucing hendak bertengkar. Tapi kan kalau kucing mau berantem cuma jabrik sesaat terus normal lagi, sedangkan kucing ini jabrik senantiasa. Mau seneng, sedih, marah, dia keukeuh aja bulu ekornya harus jabrik model arumanis gitu. Padahal bapaknya adalah kucing kampung, preman paling senior di gang rumah gue. Yang kalo bapaknya lewat kucing lain pada minggir seminggirminggirnya. Mukanya jelek banget, sangat intimidatif, dan bopengbopeng bekas luka perang sama kucing lain. Ibunya juga kucing biasa yang bulunya lepek2 aja. Tau itu dapet bulu begitu dari mana dia. Nah si jabrik ini emang juaranya kucing aneh. Kalau kucing lain biasanya minta dielus2, dia nggak. Kalau main diteras cuma suka tiduran di atas rumput sambil nontonin si 3 serangkai di atas main. Kalau mau kita pegang, dia kabur sekaburkaburnya seolah-olah kita mau motong dia jadi 19 bagian. Tapi abis itu dateng lagi dan ngeongngeong manja sambil glendatglendot di pintu/kursi/lantai. Tapi tetep gak mau dipegang. ANEEEHHHH… untung aja lucu itu kucing.

btw, balik ke website yang gue bicarakan di awal post ini… gue menemukan foto yang sangat menggambarkan perasaan gue hari ini hehehehehehehehehe check it out!

funny pictures of cats with captions
more animals

baking in progress

Okay.. so according to the blog’s title, I will be featuring some of the things that I bake. Don’t get your hopes up people, it is not at all like the amazingly pretty & delicious foodie blogs that I have linked on the right side of the page. This is the story of a girl who up until recently is extremely adamant about having anything to do with baking (it just seems so feminine, don’t you think?). but anyway, the little things are just so darn cute, and well I AM a girl so what the hell… hee hee 😀

so this far, I have been on several baking frenzies (7 to date), periods in which I just put everything on hold and dedicate my entire day to baking. some are pretty okay, and some are… well… mmmm… let’s just say that I wouldn’t recommend it… hee hee… so here is some snapshots of my journey so far (cupcake-wise) :

baking frenzy #1
Terlihat sangat tidak layak dikonsumsi manusia
baking frenzy #1.chocolate twist on nigella recipe
Upaya frosting yang menyedihkan

This is my very first baking attempt, based on a basic cupcake recipe that I downloaded from Nigella Lawson’s website (check out http://www.nigella.com for the vanilla cupcake recipe). As this was my 1st attempt, it got so ugly that I covered it up with some homemade royal icing and just made it even uglier hyaaahahahahahahaha… to make matters worse (?) I tried to make the chocolate version, using the same recipe but substituting 1/4 of the flour with cocoa powder, and 1/4 of the butter with melted cooking chocolate. It actually turned out quite OK (am so proud!), with a chocolatey taste and halfway brownie texture.

baking frenzy #2
Ciyeeh ceritanya sok bikin variasi adonan nih
they-look-so-fluffy-and-they-are
Meskipun senang karena terlihat fluffy, tapi tidak terlihat perbedaan antara adonan yang satu dengan yang lain ahahahaha

This was from my second attempt, in which I used the nigella recipe but using a mixing technique that I caught in what I summed up to be the best cupcake blog ever (of all the blogs that I’ve been lurking in) : cupcake bakeshop by chockylit (linked at the right hand side of my page). In my 2nd baking frenzy I divided the batter by 4, and added to 3 of them a twist; mint essence, orange rind + juice, and frambozen paste. The mint was phenomenal, I used a little bit too much essence and gave it a real kick. I think it’d be great for a pick-me-up at breakfast. The orange, I used too little rind and juice so there was barely any taste of orange in the cake. For the frambozen, it tasted too artificial (I did use a cheap brand) so I’m definitely not making that one ever again. All in all, the cake was a little bit more successful than the 1st batch. The texture was softer and tasted better.

baking frenzy #3.gradasi
Ini apaaaa kok kayak clepotan lumpur?
baking frenzy #3
Tapi pas digigit ternyata lembuuut :’)

This was my 3rd attempt. I used roombutter which was supposed to make cakes softer. It did. But my cakes sank into infinity and beyond, and was too oily for my taste. But once it cooled down, it was really really fluffy! It was heavenly fluffy (but the taste was too butter-y). I also made a cinnamon version of the cupcake, which was a success. Have to remind myself to make that one again with my usual brand of butter.

baking frenzy #4
Ini terlihat manis yaa, never underestimate the power of frosting

This (attempt No 4) was made for a halalbihalal event with some of my friends. It was the vanilla cupcakes which I frosted with frambosen flavored royal icing, and chocolate cupcake with green tea icing. The green tea icing was almost delicious (I think I’ll have to put in some more green tea next time)…. and I’m also planning to make green tea cupcakes some day (I’m going to try a recipe from cupcake bakeshop by chockylit)

baking frenzy #5
They look pretty 😀

This was attempt No 5, made for halalbihalal with my family. I made 100 mini vanilla cupcakes, frosted with orange/strawberry royal icing/chocolate ganache or something. I totally forgot to take pictures of the chocolate iced ones. They were gone before I got a chance! (double proud!). Everybody took home the leftover cakes, and these were the only ones I managed to salvage 😀 The chocolate ganache/whatever was actually a failed recipe, saved by my ever so expert father to become something edible. Plan on experimenting with it again someday…

baking frenzy #6baking frenzy #6.daisies

The above was attempt No 6 made from vanilla cupcakes (based on the Magnolia Bakery Cookbook recipe I got from http://cupcakeblog.com/index.php/200/01. The frosting was something I got from allrecipes.com (forgot the exact link, sorry) and turned out great. Everything else on top was tit and tats that I bought at a baking supplies store. The occasion was for a friend’s daughter’s birthday party so I had to keep it festive. Haven’t got any feedback though… 😦 I just hope it didn’t taste THAT bad…

baking frenzy #7
wakakakak jeleknyaaaaa

This was my latest try, and it was made from an instant muffin mix that my brother bought for me. To me, creating these big bubbas wasn’t as fulfilling as my previous 6 attempts was, because it was too instant. I didn’t like the end result cos it was too crunchy (can you imagine a crunchy cake?) and not chocolatey enough… My dad liked it though, better than my usual creations… whoa… big blow to the tummy for me.

So that’s my baking journey so far… I’ve been trying to gear myself up for the next projects… wish me luck!