terpidana senja

iba aku pada senja yang terpidana.

yang (sesungguhnya) cuma melatari bangkubangku dan p.e.r.i.s.t.i.w.a diantaranya.

kau salahkan dia atas apa yang kau indera, sedangkan senja sendiri meluruh jingga.

berdarah atas pedih yang ia derita.

…(dan kamu tidak bertanya kenapa)

– sebuah percakapan ketika matahari sudah mulai menyerah bersinar, tanpa bermaksud mengecilkan ponirah yang sudah duluan terpidana

Advertisements

…another phase of existentialism angst

kaki ini tak mau diam, gatal telapak ingin terus jejaki tanah baru, jelajah ranah asing dan resapi setiap dekik tonjolnya.

hati ini tak rela katup, nyalang meronta harap terus alami hal baru, jamah kisah asing dan endapi setiap tawa tangisnya.

lalu mengapa setiap terbit mentari mata ini menolak menyapanya, seolah ingin sembunyi bertameng mimpi agar tak perlu terjejali rasa pahitnya hidup?